Lakukan Pemetaan Makam Keramat, DKI Akan Buat Destinasi Wisata Religi

Sabtu, 24 November 2018 - 17:13 WIB
Lakukan Pemetaan Makam...
Lakukan Pemetaan Makam Keramat, DKI Akan Buat Destinasi Wisata Religi
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang melakukan pemetaan terkait keberadaan makam keramat yang tersebar di beberapa wilayah Ibu Kota. Pendataan dilakukan sebagai langkah untuk 'menyulap' kawasan itu menjadi tempat wisata religi.

"Sedang dipetakan (makam-makamnya di mana saja). Nanti akan dipetakan jadi destinasi wisata religi," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Asiantoro kepada wartawan, Sabtu (24/11/2018).

Asiantoro menjelaskan, penghitungan makam itu berguna untuk memudahkan masyarakat yang ingin berziarah. Pihaknya akan membuat pusat informasi yang menunjukkan alamat kuburan keramat di beberapa wilayah DKI Jakarta.

"Misalnya Jakarta Pusat berapa tempat destinasinya, terus di Jakbar berapa, Jakarta Utara berapa. Jadi lagi dibuat pemetaannya. Masyarakat nanti tinggal baca aja," imbuh dia.

Selain itu, lanjut dia, pendataan kuburan itu bertujuan untuk mengetahui keadaan sekitar di kawasan pemakaman. Sehingga, pihaknya bisa menentukan konsep dalam melakukan revitalisasi dan pemugaran kawasan bersejarah tersebut.

Kita mencoba fasilitasi parkirannya, makanya itu dipetakan untuk melihat kantong parkirnya para peziarah nanti," ujarnya.

Ia berharap proses pemetaan itu selesai di awal tahun 2019, sehingga revitalisasi bisa langsung dieksekusi. Salah satu yang bakal dilakukan pemugaran adalah makam Pangeran Jayakarta yang berlokasi di kawasan Jatinegara Kaum, Klender, Jakarta Timur.

"Makam Pangeran Jayakarta itu kita rencananya beli lahan sekellilong itu di 2019. Kita akan beli area beberapa meter, buat peziarah lebih nyaman," ucap Asiantoro.

Ia menjelaskan, pihaknya belum bisa membocorkan ihwal alokasi anggaran untuk mempercantik kuburan keramat yang ada di seluruh Ibu Kota. Sebab, kini masih dalam tahap pembahasan di DPRD DKI Jakarta.

Terkait konsep revitalisasi, kata Asiantoro, pihaknya akan memberikan tempat bagi para pedagan yang ingin menjajakan berbagai kebutuhan para peziarah. Tak hanya itu, nantinya di sana juga akan ada pemandu wisata untuk memberikan pengetahuan sejarah kepada para pengunjung.

"Yang jelas kalau ke makam kan berdoa, jgn salah kaprah juga. Kita arahkan ke sana, utk mendoakan bukan minta didoain," tukasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Melalui Jakarta Tourism...
Melalui Jakarta Tourism Award, Pemprov DKI Apresiasi Pelaku Usaha Wisata
7 Aturan Usaha Pariwisata...
7 Aturan Usaha Pariwisata dan Hiburan di Jakarta saat Ramadan
Stadion JIS Diharapkan...
Stadion JIS Diharapkan Jadi Motor Penggerak Pariwisata Jakarta
Pariwisata Ancol Belum...
Pariwisata Ancol Belum Hasilkan PAD untuk Jakarta
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Sektor Pariwisata Dinilai...
Sektor Pariwisata Dinilai Mampu Tingkatan PAD DKI di Masa PSBB Transisi
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
9 menit yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
6 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
8 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
8 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
8 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved