Soal Rumah Longsor di Ancol, Dinas SDA Sebut Bukan Tanggung Jawabnya
Selasa, 20 November 2018 - 21:42 WIB
Soal Rumah Longsor di Ancol, Dinas SDA Sebut Bukan Tanggung Jawabnya
A
A
A
JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyebut rumah longsor di Jalan Lodan Raya, RT 001/08, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, bukan tanggung jawab mereka. Sebab pembangunan drainase sudah ditangani Dinas Perindustrian dan Energi sejak 2016 lalu.
“Itu nama pembangunannya vertikal drainase atau sumur resapan, dan sekarang tupoksi melekat kepada mereka (Dinas Perindustrian dan Energi). Memang sebelum 2016 itu tupoksi Dinas SDA, tapi sekarang pelimpahan ke sana (Dinas Perindustrian dan Energi),” ujar Kadis SDA DKI Jakarta Teguh Hendrawan saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi warga yang rumahnya terkena longsor, Selasa (20/11/2018).
Teguh menyebutkan, pada 2019 mendatang seluruh program pembangunan vertikal drainase lebih difokuskan kepada Dinas Perindustiran dan Energi. (Baca juga: Utamakan Rumah bagi Korban Longsor, Anies Kesampingkan Status Lahan)
Meski demikian, terhadap pembangunan vertikal drainase, sepengetahuanya seluruh wilayah berbeda. Hal ini disebabkan kontur tanah dan lokasinya berbeda. Kondisi ini banyak ditemukan di beberapa kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, termasuk wilayah padat penduduk.
“Pesanggarahan, Timur Pondok Rangon, Cipayung, banyak. Karena saat saya baru menjabat tahun 2016, itu memang sudah dilimpahkan ke Dinas Perindustrian dan Energi untuk sumur resapan/vertikal drainase,” kata Teguh saat ditanya contoh sumur resapan.
Selain Dinas SDA dan Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Lingkungan Hidup juga memiliki kemampuan yang sama. Namun khusus dinas ini, hanya menangani sampah, sementara untuk sedimen lumpur ditangani Dinas Sumber Daya Air.
Sebelumnya, sebanyak tiga rumah yang dihuni 21 warga dari delapan kepala keluarga mengalami rusak parah setelah turap kali anak Kali Ciliwung di kawasan itu, jebol pada Minggu (18/11/2018).
Kondisi ini membuat rumah di kawasan itu longsor dan tak bisa dihuni. Mereka kemudian mengungsi melalui tenda darurat tak jauh dari lokasi.
“Itu nama pembangunannya vertikal drainase atau sumur resapan, dan sekarang tupoksi melekat kepada mereka (Dinas Perindustrian dan Energi). Memang sebelum 2016 itu tupoksi Dinas SDA, tapi sekarang pelimpahan ke sana (Dinas Perindustrian dan Energi),” ujar Kadis SDA DKI Jakarta Teguh Hendrawan saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi warga yang rumahnya terkena longsor, Selasa (20/11/2018).
Teguh menyebutkan, pada 2019 mendatang seluruh program pembangunan vertikal drainase lebih difokuskan kepada Dinas Perindustiran dan Energi. (Baca juga: Utamakan Rumah bagi Korban Longsor, Anies Kesampingkan Status Lahan)
Meski demikian, terhadap pembangunan vertikal drainase, sepengetahuanya seluruh wilayah berbeda. Hal ini disebabkan kontur tanah dan lokasinya berbeda. Kondisi ini banyak ditemukan di beberapa kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, termasuk wilayah padat penduduk.
“Pesanggarahan, Timur Pondok Rangon, Cipayung, banyak. Karena saat saya baru menjabat tahun 2016, itu memang sudah dilimpahkan ke Dinas Perindustrian dan Energi untuk sumur resapan/vertikal drainase,” kata Teguh saat ditanya contoh sumur resapan.
Selain Dinas SDA dan Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Lingkungan Hidup juga memiliki kemampuan yang sama. Namun khusus dinas ini, hanya menangani sampah, sementara untuk sedimen lumpur ditangani Dinas Sumber Daya Air.
Sebelumnya, sebanyak tiga rumah yang dihuni 21 warga dari delapan kepala keluarga mengalami rusak parah setelah turap kali anak Kali Ciliwung di kawasan itu, jebol pada Minggu (18/11/2018).
Kondisi ini membuat rumah di kawasan itu longsor dan tak bisa dihuni. Mereka kemudian mengungsi melalui tenda darurat tak jauh dari lokasi.
(thm)