Utamakan Rumah bagi Korban Longsor, Anies Kesampingkan Status Lahan
Selasa, 20 November 2018 - 20:45 WIB
Utamakan Rumah bagi Korban Longsor, Anies Kesampingkan Status Lahan
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji membantu warga yang rumahnya longsor di Jalan Lodan Raya, RT 001/08, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Anies menargetkan warga bisa menempati rumahnya kembali pada Desember mendatang.
“Kami akan segera bangunkan kembali rumahnya supaya mereka bisa menempati tempat yang sama,” ujar Anies saat mengunjungi delapan kepala keluarga yang rumahnya longsor, Selasa (20/11/2018).
Meskipun lahan di sana merupakan milik negara, namun Anies mengesampingkan hal itu. Anies menegaskan prioritasnya adalah mengedepankan keselamatan warga, termasuk memastikan tanah di sana aman sehingga warga bisa bermukim kembali.
“Kami juga bicara tentang penataan seluruh kawasan, bukan cuma delapan keluarga ini. Jadi supaya adil, setelah itu kami bicara penataan kawasan,” ucapnya.
Sebelumnya, sebanyak tiga rumah yang dihuni 21 warga dari delapan kepala keluarga mengalami rusak parah setelah turap kali anak Ciliwung di kawasan itu, jebol pada Minggu (18/11/2018).
Kondisi ini membuat rumah di kawasan itu longsor dan tak bisa dihuni. Mereka kemudian mengungsi melalui tenda darurat tak jauh dari lokasi.
Anies mengatakan, Pemprov DKI masih menyelidiki longsornya kawasan itu. Kajian teknis tengah dilakukan terhadap kawasan itu, termasuk memperbaiki turap kali yang jebol.
Dinas Sumber Daya Air tengah melakukan perbaikan terhadap kawasan itu sepanjang 80 meter. Adapun terhadap kawasan itu, Anies mengakui anak kali Ciliwung di sana mengalami penyempitan dari lokasi lama sepanjang tiga meter.
Padahal idealnya, dari lokasi sungai, 15 meter dari kali seharusnya tidak boleh ada bangunan. “Artinya memang sudah mengalami penyempitan,” tegas Anies.
Anies menargetkan dalam dua pekan pengerasan turap di kawasan itu harus selesai, sehingga ada jaminan keselamatan bagi warga. Termasuk menyisir aliran air di kawasan itu. Anies menyebutkan, kontur tanah yang labil membuat rumah di kawasan itu rawan dari longsor.
“Bahkan ini tempat kejadian ini sampingnya ada saluran air, tidak memiliki muara. Ini saluran sebelah sini itu tidak ada muaranya, saya barusan bicara sama pak RT,” kata Anies.
Terhadap kawasan itu, Anies merencanakan menjadikan kampung itu sebagai kampung swadaya dan percontohan. Halaman rumah yang nantinya membelakangi sungai menjadi bagian depan.
Sementara itu, Lurah Ancol, Sumpeno, mengatakan kejadian ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya longsor pernah terjadi di kawasan itu dan membuat sejumlah warga mengungsi.
Dia berharap pembangunan turap bisa cepat selesai sehingga dapat melakukan pembenahan terhadap kampung itu. “Kita harapkan semuanya bisa cepat selesai,” ucap Sumpeno.
“Kami akan segera bangunkan kembali rumahnya supaya mereka bisa menempati tempat yang sama,” ujar Anies saat mengunjungi delapan kepala keluarga yang rumahnya longsor, Selasa (20/11/2018).
Meskipun lahan di sana merupakan milik negara, namun Anies mengesampingkan hal itu. Anies menegaskan prioritasnya adalah mengedepankan keselamatan warga, termasuk memastikan tanah di sana aman sehingga warga bisa bermukim kembali.
“Kami juga bicara tentang penataan seluruh kawasan, bukan cuma delapan keluarga ini. Jadi supaya adil, setelah itu kami bicara penataan kawasan,” ucapnya.
Sebelumnya, sebanyak tiga rumah yang dihuni 21 warga dari delapan kepala keluarga mengalami rusak parah setelah turap kali anak Ciliwung di kawasan itu, jebol pada Minggu (18/11/2018).
Kondisi ini membuat rumah di kawasan itu longsor dan tak bisa dihuni. Mereka kemudian mengungsi melalui tenda darurat tak jauh dari lokasi.
Anies mengatakan, Pemprov DKI masih menyelidiki longsornya kawasan itu. Kajian teknis tengah dilakukan terhadap kawasan itu, termasuk memperbaiki turap kali yang jebol.
Dinas Sumber Daya Air tengah melakukan perbaikan terhadap kawasan itu sepanjang 80 meter. Adapun terhadap kawasan itu, Anies mengakui anak kali Ciliwung di sana mengalami penyempitan dari lokasi lama sepanjang tiga meter.
Padahal idealnya, dari lokasi sungai, 15 meter dari kali seharusnya tidak boleh ada bangunan. “Artinya memang sudah mengalami penyempitan,” tegas Anies.
Anies menargetkan dalam dua pekan pengerasan turap di kawasan itu harus selesai, sehingga ada jaminan keselamatan bagi warga. Termasuk menyisir aliran air di kawasan itu. Anies menyebutkan, kontur tanah yang labil membuat rumah di kawasan itu rawan dari longsor.
“Bahkan ini tempat kejadian ini sampingnya ada saluran air, tidak memiliki muara. Ini saluran sebelah sini itu tidak ada muaranya, saya barusan bicara sama pak RT,” kata Anies.
Terhadap kawasan itu, Anies merencanakan menjadikan kampung itu sebagai kampung swadaya dan percontohan. Halaman rumah yang nantinya membelakangi sungai menjadi bagian depan.
Sementara itu, Lurah Ancol, Sumpeno, mengatakan kejadian ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya longsor pernah terjadi di kawasan itu dan membuat sejumlah warga mengungsi.
Dia berharap pembangunan turap bisa cepat selesai sehingga dapat melakukan pembenahan terhadap kampung itu. “Kita harapkan semuanya bisa cepat selesai,” ucap Sumpeno.
(thm)