Musim Hujan, 14 Kecamatan di Semarang Rawan Bencana

Minggu, 18 November 2018 - 15:33 WIB
Musim Hujan, 14 Kecamatan...
Musim Hujan, 14 Kecamatan di Semarang Rawan Bencana
A A A
SEMARANG - Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah memetakan wilayah rawan bencana. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan koordinasi dan langkah penanganan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.Dari hasil inventarisasi, setidaknya ada 14 wilayah kecamatan yang dinyatakan rawan bencana banjir dan tanah longsor. Adapun kecamatan yang dinyatakan rawan banjir meliputi Ungaran Timur, Tuntang dan Bringin. Sedangkan kecamatan yang dinilai rawan terjadi tanah longsor yakni, Ungaran Barat, Bergas, Bawen, Pringapus, Bandungan, Sumowono, Jambu, Getasan dan Suruh. Kemudian, Kecamatan Ambarawa dan Banyubiru dinyatakan rawan banjir dan tanah longsor.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan, potensi bencana alam di Kabupaten Semarang adalah tanah longsor, banjir serta angin puting kencang. Guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa saat terjadi bencana, BPBD telah melakukan langkah penanganan dini. Diantaranya melakukan rapat koordinasi teknis penanggulangan bencana.

"Kami telah melalukan koordinasi dengan sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah) dan pihak lain. Kami juga akan melayangkan surat imbauan peningkatan kewaspadaan terhadap bencana alam kepada camat, kepala desa dan lurah," katanya, Minggu (18/11/2018).

Selain itu, lanjut Heru, BPBD Kabupaten Semarang juga telah menginventarisir berbagai perlengkapan, armada, maupun personil. Seandainya ada alat yang tidak dimiliki, sudah dikoordinasikan dengan instansi lain yang memilikinya. "Jadi jika sewaktu-waktu terjadi bencana, bisa semakin cepat. Tanpa lagi menunggu. Semua sudah dikoordinasikan dan siap digunakan," ujarnya.

BPBD juga akan mengaktifkan posko tim reaksi cepat (TRC). Tak hanya itu, BPBD juga menginstruksikan camat, lurah dan kepala desa untuk membentuk posko kesiapsiagaan bencana. Meski demikian, Heru meminta kepada camat, kepala desa, dan warga di daerah rawan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi guna menghindari adanya korban saat terjadi bencana.

"Pada musim penghujan ini, sewaktu-waktu bisa terjadi bencana alam. Maka dari itu, kami minta masyatakat di daerah rawan bencana untuk waspada," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Banjir dan Tanah Longsor...
Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kota Bogor
Tim Gabungan Berjibaku...
Tim Gabungan Berjibaku Evakuasi Korban Banjir dan Longsor di Jeneponto
Sukaraja Bogor Diterjang...
Sukaraja Bogor Diterjang Banjir dan Longsor, 4 Orang Luka-luka
Pekerja Asing Jadi Korban...
Pekerja Asing Jadi Korban Banjir dan Tanah Longsor di Nepal
Ratusan Rumah di Jember...
Ratusan Rumah di Jember Terendam Banjir, Warga Mengungsi ke Balai Desa
Korban Banjir dan Tanah...
Korban Banjir dan Tanah Longsor di India Meningkat Tajam
Berita Terkini
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
1 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
1 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
1 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
2 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
2 jam yang lalu
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
3 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved