LPBI NU Jateng Dorong Masyarakat Peduli Ancaman Bencana

Selasa, 13 November 2018 - 19:37 WIB
LPBI NU Jateng Dorong...
LPBI NU Jateng Dorong Masyarakat Peduli Ancaman Bencana
A A A
SEMARANG - Kepengurusan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah 2018-2023 resmi dikukuhkan, Senin (12/11/2018). Kehadiran lembaga ini di Jawa Tengah tak lepas dari keberadaan Jateng yang bisa disebut sebagai "supermarket" bencana.
Ya, hampir semua jenis ancaman bencana ada di provinsi ini. Apakah musim hujan atau kemarau, ancaman bencana selalu mengintai. Saat musim hujan, ancaman paling menonjol adalah banjir dan longsor. Sementara saat musim kemarau, kekeringan selalu melanda sejumlah daerah. Ancaman bencana yang lain seperti gunung berapi, gempa bumi, kebakaran, puting beliung, hingga tsunami juga mengelilingi Jawa Tengah.
Pada 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sebanyak 2.463 bencana alam melanda provinsi ini. Kerugian akibat bencana di Jawa Tengah mencapai Rp83 miliar. Selain itu sedikitnya 61 nyawa melayang. Sementara pada 2018, tercatat sudah ada 1.289 kejadian bencana selama Januari hingga Oktober.
Tak pelak, kehadiran kelompok atau elemen masyararakat yang peduli akan ancaman bencana merupakan sesuatu yang sangat perlu. Bersama elemen yang lain, baik pemerintah maupun nonpemerintah, punya tugas dan peran dalam pengurangan risiko bencana.
Ketua LPBI NU Jateng Winarti mengatakan, visi LPBI adalah terciptanya ketahanan masyarakat terhadap ancaman dan kerentanan bencana serta perubahan iklim, guna mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan. "Bencana itu memang tidak bisa diprediksi. Namun dengan upaya-upaya pencegahan, tentu bisa meminimalisir adanya korban saat benar-benar terjadi bencana," katanya, Selasa (13/11/2018).
Atas dasar itu, kata Winarti, lembaga ini mempunyai misi terwujudnya tatanan masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap dampak bencana dan perubahan iklim. "Tentunya beberapa hal harus kita kuatkan, semisal peningkatan kemampuan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana yang terintegrasi dengan perubahan iklim dan lingkungan," katanya.
Selain itu, lanjut Winarti, penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana yang terintegrasi dengan perubahan iklim dan lingkungan. "Termasuk peningkatan kemampuan masyarakat rentan bencana dan perubahan iklim dalam upaya pemenuhan kesejahteraan kualitas hidup," katanya.
Di lingkup NU, kata dia, ada pondok pesantren hingga madrasah/sekolah. Lembaga-lembaga itu, menurutnya, bisa menjadi sarana edukasi untuk menyiapkan kader-kader siaga bencana, seperti santri siaga bencana. "Namun tentunya kita tidak ingin hanya di lingkup NU, karena soal pengurangan risiko hingga penanggulangan bencana ini adalah tugas semua elemen masyarakat," katanya.
Selain berbagai jenis bencana di Jateng, perubahan iklim juga merupakan ancaman yang serius terhadap kelangsungan manusia, alam dan ekosistemnya. Apalagi, dampak perubahan iklim bukan hanya akan dirasakan oleh wilayah pesisir dengan naiknya air laut.
Selain itu, kata Winarti, mengacu pada program LPBI NU pusat, juga disiapkan adanya program Bank Sampah Nusantara. Menurutnya, sampah juga harus diantisipasi dengan serius. "Dengan bank sampah, maka sampah yang ada tidak langsung dibuang, namun bisa dimanfaatkan dulu sesuai jenisnya," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Habib Jafar bin Muhammad...
Habib Jafar bin Muhammad Al Kaff Wafat di Samarinda
Pelajar NU Jawa Tengah...
Pelajar NU Jawa Tengah Luncurkan Program Konco Sinau
Rais Syuriah PWNU Jawa...
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Sampaikan Pentingnya Moderasi Beragama Guru pada PAI SMA/SMK
Harlah ke-77 Muslimat...
Harlah ke-77 Muslimat NU, Khofifah: Semua Harus Menjadi Penjaga Agama dan Penata Negara
Rois Syuriyah PCNU Kudus:...
Rois Syuriyah PCNU Kudus: Wajib Warga NU Dukung Gus Muhaimin Jadi Presiden
Erick Thohir Bakal Hadiri...
Erick Thohir Bakal Hadiri Pembukaan Porseni NU di Solo
Berita Terkini
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
50 menit yang lalu
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
11 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
11 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
11 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
12 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
13 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved