Nyaris Timbulkan Korban, 3 Lokasi di Kota Depok Terjadi Longsor
Minggu, 11 November 2018 - 20:45 WIB
Nyaris Timbulkan Korban, 3 Lokasi di Kota Depok Terjadi Longsor
A
A
A
DEPOK - Hujan deras yang mengguyur Depok sejak Sabtu hingga Minggu menyebabkan sejumlah titik longsor. Pada Minggu (11/11/2018) saja tercatat ada tiga titik longsor yang terjadi.
Pertama di RW 05, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos. Longsor di titik ini terjadi di sisi atas Kali Baru di Jalan Raya Bogor, Depok. Akibatnya bagian belakang musala ambruk dan hancur hingga ke sisi Kali Baru di bawahnya. Longsor disebabkan turap penahan jebol sehingga bangunan ambles ke kali.
Informasi warga sekitar longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Diduga longsor diakibatkan cukup tingginya curah hujan pada Sabtu malam. "Air dari saluran di dekat turap yang longsor mengikis lahan di sana hingga akhirnya longsor," kata Habibie salah seorang warga, Minggu (11/11/2018).
Sebelumnya warga sudah memperkirakan bahwa akan terjadi longsor di lokasi tersebut. Karena tanah tidak memiliki kekuatan akibat adanya bangunan diatasnya. "Jadi memang kondisinya sangat rentanlongsor, meski bagian bawah bangunan di turap," tukasnya.
Titik kedua longsor terjadi di lokasi pekerjaan saluran air, yaitu di Jalan Benda Kramat Bukit Cengkeh 1 RT 03 RW 01 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Bangunan juga ambles dan beberapa pekerja terjatuh. Beruntung kelima orang pekerja dapat diselamatkan.
Kendati sudah diatasi sementara oleh petugas namun warga khawatir terjadi hal yang sama. Karena saat ini debit air sedang dalam kondisi tinggi akibat hujan deras.
"Kami khawatir akan jebol lagi aliran air bermuara ke bukit cengkeh 1 dan 2. Korban ada lima orang terbawa longsor dapat diselamatkan," kata Ansori salah satu warga.
Titik ketiga longsor terjadi di Perumahan Mutiara Depok, Sukmajaya yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
"Laporan yang masuk pada kami ada tiga titik longsor. Kami langsung turunkan petugas ke lokasi tersebut," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto.
Rata-rata longsor terjadi karena turap tidak mampu menahan debit air. Ditambah lagi banyak bangunan berdiri diatas garis sepadan sungai (GSS). "Ini menyebabkan beban yang ada diatasnya bertambah sehingga kekuatan tanah berkurang," ung.
Titik longsor di Depok diakui Manto bertambah. Namun titik banjir berkurang. Dia pun mengimbau agar warga tidak membangun bangunan di jalur GSS. "Jika tanah labil maka akan menyebabkan longsor. Kami mengimbau agar jangan lagi mendirikan bangunan diatas GSS," pungkasnya.
Pertama di RW 05, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos. Longsor di titik ini terjadi di sisi atas Kali Baru di Jalan Raya Bogor, Depok. Akibatnya bagian belakang musala ambruk dan hancur hingga ke sisi Kali Baru di bawahnya. Longsor disebabkan turap penahan jebol sehingga bangunan ambles ke kali.
Informasi warga sekitar longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Diduga longsor diakibatkan cukup tingginya curah hujan pada Sabtu malam. "Air dari saluran di dekat turap yang longsor mengikis lahan di sana hingga akhirnya longsor," kata Habibie salah seorang warga, Minggu (11/11/2018).
Sebelumnya warga sudah memperkirakan bahwa akan terjadi longsor di lokasi tersebut. Karena tanah tidak memiliki kekuatan akibat adanya bangunan diatasnya. "Jadi memang kondisinya sangat rentanlongsor, meski bagian bawah bangunan di turap," tukasnya.
Titik kedua longsor terjadi di lokasi pekerjaan saluran air, yaitu di Jalan Benda Kramat Bukit Cengkeh 1 RT 03 RW 01 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Bangunan juga ambles dan beberapa pekerja terjatuh. Beruntung kelima orang pekerja dapat diselamatkan.
Kendati sudah diatasi sementara oleh petugas namun warga khawatir terjadi hal yang sama. Karena saat ini debit air sedang dalam kondisi tinggi akibat hujan deras.
"Kami khawatir akan jebol lagi aliran air bermuara ke bukit cengkeh 1 dan 2. Korban ada lima orang terbawa longsor dapat diselamatkan," kata Ansori salah satu warga.
Titik ketiga longsor terjadi di Perumahan Mutiara Depok, Sukmajaya yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
"Laporan yang masuk pada kami ada tiga titik longsor. Kami langsung turunkan petugas ke lokasi tersebut," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto.
Rata-rata longsor terjadi karena turap tidak mampu menahan debit air. Ditambah lagi banyak bangunan berdiri diatas garis sepadan sungai (GSS). "Ini menyebabkan beban yang ada diatasnya bertambah sehingga kekuatan tanah berkurang," ung.
Titik longsor di Depok diakui Manto bertambah. Namun titik banjir berkurang. Dia pun mengimbau agar warga tidak membangun bangunan di jalur GSS. "Jika tanah labil maka akan menyebabkan longsor. Kami mengimbau agar jangan lagi mendirikan bangunan diatas GSS," pungkasnya.
(ysw)