Hutan Desa Pasir Panjang Jadi Destinasi Wisata Baru di Kobar

Jum'at, 09 November 2018 - 09:33 WIB
Hutan Desa Pasir Panjang...
Hutan Desa Pasir Panjang Jadi Destinasi Wisata Baru di Kobar
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Selain objek wisata yang sudah terkenal seperti Taman Nasional Tanjung Puting. Banyak lokasi pariwisata alternatif yang bisa dikunjungi baik wisatawan lokal, nusantara maupun wisatawan mancanegara di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Terbaru adalah wisata hutan desa yang berada di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel). Lokasi wisata hutan desa ini memiliki luas 411 hektare (Ha). Masih banyak binatang liar dan satwa langka dilindungi yang menghuni hutan desa tersebut. Mulai dari orang utan, rusa, kancil, monyet, monyet merah ekor panjang, ular piton, burung murai batu, cucak hijau serta satwa lainnya.

Melihat potensi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar mulai melakukan penataan. Pemerintah Desa Pasir Panjang bersama masyarakat setempat berinisiatif membangun spot-spot wisata baru, dan sekarang ini masih dalam proses penggarapan. Tahun depan ditargetkan lokasi wisata tersebut dilaunching dan dibuka untuk umum.

“Pemkab Kobar mendukung pemerintah desa setempat untuk mengembangkan destinasi wisata yang ada di daerahnya. Apalagi Desa Pasir Panjang punya dana desa yang cukup besar, bisa digunakan untuk mengelola destinasi wisata ini, dan selama ini memang Pasir Panjang adalah tujuan wisata budaya,” ujar Bupati Kobar Nurhidayah belum lama ini. Oleh sebab itu, bupati mengingatkan agar masyarakat juga berperan aktif dalam mengelola dan menjaganya.

Untuk mencapai wisata hutan Desa Pasir Panjang tersebut, bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Kiri kanan jalan masih hutan semak belukar dan beberapa kebun warga. Perjalanan 15 km bisa ditempuh sekitar 30 menit dari pusat kota. Hal tersebut mengingat kondisi jalan yang masih tanah kuning dan berpasir. Sehingga sedikit memperlambat laju kendaraan.

Kepala Desa Pasir Panjang Tamel Otol menjelaskan, dulunya kawasan hutan desa ini merupakan bekas ladang berpindah. Lama-kelamaan kegiatan tersebut mulai ditingggalkan masyarakat, maka lokasi hutan desa seluas 411 Ha ini mulai dibangun dan kembangkan sebagai lokasi konservasi dan wisata edukasi.

“Apabila dilihat dari segi ekonomi masyarakat dan dari segi konservasi lingkungan, dua-duanya mendapatkan keuntungan,” ujar Tamel.

Selain membangun ekonomi masyarakat dan pengembangan konservasi lingkungan, lanjut Tamel, hutan wisata edukasi ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan desa pada visi misi Pemerintahan Kabupaten Kobar saat ini dibawah kepemimpinan Hj Nurhidayah dan Ahmadi Riansyah dalam upaya pengembangan dunia pariwisata dan potensi wisata baru.

“Sejak tahun 2010 lalu lokasi tersebut sudah ditetapkan sebagai hutan lindung desa, warga Desa Pasir Panjang dan desa lain disekitarnya sudah mengetahui bahwa berburu dan merusak hutan adalah hal yang terlarang dilokasi tersebut. Kita juga secara swadaya melakukan patroli guna mencegah adanya orang yang tidak bertanggung jawab melakukam perburuan di hutan desa ini,” ungkap Tamel.

Menurut Tamel, di hutan desa ini terdapat satwa yang saat ini bisa dikatakan sudah langka. Karena lokasi hutan yang masih terjaga, maka di hutan desa ini bisa menemukan satwa. “Makanya nanti di lokasi ini, selain ada tempat outbound, kita juga bangun lokasi penangkaran rusa atau satwa lainnya,” ucap Tamel.
(wib)
Berita Terkait
Kodim 1014 Pangkalan...
Kodim 1014 Pangkalan Bun Bantu APD ke Pemkab Kotawaringin Barat
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi Dana Pemkab Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar Langsung Ditahan
DPRD Kotawaringin Barat...
DPRD Kotawaringin Barat Apresiasi Pemkab Atas Raihan Opini WTP ke-9 Kali
Ratusan Anak Didik LPP...
Ratusan Anak Didik LPP Enter Pangkalan Bun Ikuti Ujian Sertifikasi Profesi BNSP
Idul Adha, PT KPC Salurkan...
Idul Adha, PT KPC Salurkan 9 Sapi dan 7 Kambing di Kobar dan Lamandau
Mandi di Sungai Arut...
Mandi di Sungai Arut Habis Lebaran, Karyawan Tenggelam dan Belum Ditemukan
Berita Terkini
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
25 menit yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
7 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
8 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
9 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
10 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved