Belum Dapat Izin PT KAI, Depo MRT Kampung Bandan Terkendala Lahan

Kamis, 08 November 2018 - 03:17 WIB
Belum Dapat Izin PT...
Belum Dapat Izin PT KAI, Depo MRT Kampung Bandan Terkendala Lahan
A A A
JAKARTA - Depo Mass Rapid Transit (MRT) Fase II di Kampung Bandan, Jakarta Utara dialihkan ke Ancol setelah mendapatkan persetujuan dana dari Pemerintah Jepang. Peralihan depo diakibatkan belum selesainya izin penggunaan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Sekretaris Perusahaan PT MRT, Tubagus Hikmatullah mengatakan penggunaan lahan Kampung Bandan belum mendapatkan persetujuan dari PT KAI. Untuk itu, sambil menyelesaikan penggunaan lahan Kampung Bandan, pihaknya mencari alternatif tempat yang baru.

Terkait persetujuan dana pinjaman dari Jepang sebesar Rp25 triliun dengan trase Bundaran HI-Kampung Bandan, Hikmat menyebut bisa saja jumlahnya bertambah apabila memang ada perpanjangan Depo di Ancol.

"Apabila Depo di Ancol ya pasti bertambah dana pinjaman. Tapi ini juga masih dalam pembahasan. Paralel sambil mencari alternatif tempat baru," ujar tubagus Hikmat melalui pesan singkatnya, Rabu (7/11/2018).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menuturkan, rancangan MRT fase II itu sampai ke kota, namun pihaknya membicarakan agar bisa sampai ke timur seperti ke BMW atau Ancol. Menurutnya, itu masih dalam pembicaraan meski sudah dipaparkan ke pemerintah pusat dan Pemerintah Jepang.

"Ini belum selesai dibicarakan tapi sudah terlanjur ke publik kan. jadi ramai pembicaraan. Tapi itu apa yang direncanakan oleh kita," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana menegaskan, peralihan Depo ke Ancol itu harusnya menjadi fase tambahan, bukan masuk dalam Fase II seperti yang direncanakan dalam trase awal Bundaran HI-Kampung Bandan. Apalagi usulan trase tersebut diajukan sebagai dana pinjaman dari Pemerintah Jepang sebesar Rp25 triliun dan bahkan sudah disetujui.

Apabila ada perubahan trase pasca mendapatkan persetujuan dana tersebut, kata pria yang akrab disapa Sani itu akan berdampak terhadap ketidakseriusan pemerintah dalam mengurai kemacetan. "Trase yang sudah diusulkan sebagai pinjaman dana itu kan melalui kajian. Berbagai aspek sudah diperhitungkan, baik integrasi ataupun investasi dan demand. Kalau berpindah trase, perencanaan tidak matang. Ini proyek besar loh," jelasnya.

Kepala Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Dwi Laksana menyarankan agar PT MRT lebih baik menyelesaikan permasalahan lahan di Kampung Bandan dengan PT KAI sebagai empunya tanah. Sebab, apabila mengalihkanya ke Ancol atau kawasan lainnya, investasi dan pinjaman dana menjadi lebih besar. Termasuk kajian alih depo untuk mengurai kemacetan.

"Kalau tujuanya hanya pindah depo ke Ancol ya sangat disayangkan. Tujuan Urai kemacetan seperti yang disusun di Kampung Bandan agar terintegrasi dengan moda lain dan MRT barat-timur itu gagal terwujud," ungkapnya.

Mantan Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta bidang perkretaapian itu menuturkan, penambahan dana Rp2,5 triliun pada fase I seharusnya tidak terjadi apabila PT MRT memiliki perencanaan yang matang dan melakukan penawasan kepada kontraktor dan sub kontraktornya. Dimana, ada pembangunan jalur layang Fase I mengalami kesalahan tekhnis akibat kurang bagusnya kerjasama sub kontraktor dan pihak kontraktor yang mengharuskan kerja ulang.

"PT MRT yang ditunjuk Pemprov DKI telah memiliki kontraktor dan sub kontraktor untuk membangun transportasi berbasis rel tersebut. Harusnya Fase II MRT lebih meningkatkan pengawasan dan memiliki estimasi perencanaan yang matang," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Proyek MRT Fase 2A Tahun...
Proyek MRT Fase 2A Tahun Ini Ditargetkan Capai 23%
Begini Progres MRT Fase...
Begini Progres MRT Fase 2 pada Jalur Bundaran HI-Harmoni
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Didanai Korsel, DKI...
Didanai Korsel, DKI Bangun MRT Jakarta Fase IV Fatmawati-Kampung Rambutan
Skybridge MRT Lebak...
Skybridge MRT Lebak Bulus Ditargetkan Rampung November Ini
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
30 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
5 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved