Suasana Haru Ketika Kepala Basarnas Bertemu Keluarga Korban Lion Air
Senin, 05 November 2018 - 14:37 WIB
Suasana Haru Ketika Kepala Basarnas Bertemu Keluarga Korban Lion Air
A
A
A
JAKARTA - Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi tak kuasa menahan air mata saat bertemu dengan keluarga korban Pesawat Lion Air JT-610 di sebuah hotel di Jakarta Timur.
Ia menangis lantaran sebagai manusia biasa Tim Gabungan Evakuasi korban setiap hari selalu menemukan kondisi korban dalam keadaan yang tidak utuh.
"Kami memahami bahwa kami bukan manusia super kami sekuat tenaga kami dengan kemampuan yang ada kami yakin bisa mengevakuasi seluruh korban," kata Syaugi saat konpers di Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).
Meskipun mendapat kendala di lapangan seperti arus kencang, ombak tinggi dan lumpur yang pekat, namun Syaugi terus memompa semangat kepada Tim pencari untuk bisa menemukan seluruh korban.
"Untuk melakukan pencarian ini saya tidak menyerah mudah-mudahan waktu yang ada kami tetap, walaupun 10 hari nanti kalau pun ada kemungkinan ditemukan saya akan terus mencari saudara-saudara saya ini," lanjutnya.
Dengan tugas dan tanggung jawab serta resiko yang berat, Kabasarnas pun meminta doa dan dukungan dari pihak korban. Terselip harapan agar para korban yang beluk ditemukan dapat segera didapatkan oleh Tim SAR.
Selain itu, ia berharap agar Cockpit Voice Recorder (CVR) juga segera ketemu agar pihak KNKT bisa segera mencari tahu apa penyebab Lion Air JT610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. "Kami mohon doa bapak ibu agar kuat menjalani tugas yang mulia ini," tutupnya.
Ia menangis lantaran sebagai manusia biasa Tim Gabungan Evakuasi korban setiap hari selalu menemukan kondisi korban dalam keadaan yang tidak utuh.
"Kami memahami bahwa kami bukan manusia super kami sekuat tenaga kami dengan kemampuan yang ada kami yakin bisa mengevakuasi seluruh korban," kata Syaugi saat konpers di Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).
Meskipun mendapat kendala di lapangan seperti arus kencang, ombak tinggi dan lumpur yang pekat, namun Syaugi terus memompa semangat kepada Tim pencari untuk bisa menemukan seluruh korban.
"Untuk melakukan pencarian ini saya tidak menyerah mudah-mudahan waktu yang ada kami tetap, walaupun 10 hari nanti kalau pun ada kemungkinan ditemukan saya akan terus mencari saudara-saudara saya ini," lanjutnya.
Dengan tugas dan tanggung jawab serta resiko yang berat, Kabasarnas pun meminta doa dan dukungan dari pihak korban. Terselip harapan agar para korban yang beluk ditemukan dapat segera didapatkan oleh Tim SAR.
Selain itu, ia berharap agar Cockpit Voice Recorder (CVR) juga segera ketemu agar pihak KNKT bisa segera mencari tahu apa penyebab Lion Air JT610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. "Kami mohon doa bapak ibu agar kuat menjalani tugas yang mulia ini," tutupnya.
(ysw)