Penjelasan soal Identifikasi Jenazah melalui Sidik Jari, Gigi, dan DNA

Sabtu, 03 November 2018 - 22:26 WIB
Penjelasan soal Identifikasi...
Penjelasan soal Identifikasi Jenazah melalui Sidik Jari, Gigi, dan DNA
A A A
JAKARTA - Laboratorium DNA Pusdokkes Polri beberapa hari ini bekerja keras mengidentifikasi jenazah korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin lalu. Proses identifikasi jenazah dilakukan melalui sidik jari, gigi, dan tes DNA/genetika.

"Proses identifikasi bisa melalui sidik jari, bisa lewat gigi, dan DNA. Itu semua ada keunggulan dan kelemahannya masing-masing," ujar Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri, Kombes Putut Tjahjo Widodo, kepada wartawan, Sabtu (3/11/2018).

Kombes Putut menjelaskan, DNA itu sangat berguna dalam melakukan proses identifikasi, khususnya pada penumpang pesawat Lion Air JT-610. DNA masuk dalam data primer identifikasi jenazah.

Sementara identifikasi melalui sidik jari dan gigi, kata dia, sampelnya harus dari individu itu sendiri. Identifikasi dari gigi kendalanya biasanya data base masih kecil dan terkadang sampelnya sudah tidak lagi berbentuk gigi. Bahkan, di dalam body part (potongan tubuh) terkadang gigi sudah tidak ada karena terlepas.

"Sidik jari juga ada kelamahan. Misalnya bayi, karena belum ada KTP, dia belum ada sidik jari di data basenya," tuturnya.

Begitu juga dengan DNA, kelemahannya adalah mahal dan cukup lama proses identifikasinya. Proses identifikasi DNA paling cepat butuh waktu 4 harian. Namun, DNA memiliki keunggulan dalam proses identifikasi.

"DNA bisa diambil dari individunya dan keluarga yang vertikal. Lalu bisa juga dari benda atau properti pribadi. Sebab DNA itu diambil dari sel-sel," jelasnya.

Ia mencontohkan properti sisir. Dari situ bisa diambil DNA meski masih belum bagus lantaran di sisir bisa jadi terdapat sel-sel DNA orang lain. Sebab, sisir bisa saja digunakan oleh lebih dari satu orang. Selain itu, DNA juga bisa didapatkan dari sikat gigi, dan ini lebih bagus dibandingkan sisir.

"Sikat gigi kan hanya dipakai satu individu itu saja sehingga selnya yang ada hanya milik si pemakainya saja. Masa iya orang mau meminjamkan sikat gigi ke orang lain," ungkapnya.

Pengambilan sambel DNA itu bisa juga diambil dari baju bekas pakainya ataupun properti lainnya, dimana di dalamnya terdapat sel-sel DNA orang dimaksud.

"Diharapkan benda properti yang kita dapatkan (dari penumpang Lion Air) masih mengandung sel-sel dirinya. Karena DNA itu ada di dalam sel sehingga yang kita ambil sampel itu dari bentuk selnya. Itulah yang kita cari, benda-benda yang sifatnya pribadi," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Keluarga Korban Tragedi...
Keluarga Korban Tragedi Lion Air Minta Boeing Didenda Rp406,8 Triliun
Hasil Penyelidikan Kecelakaan...
Hasil Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Jeju Air Diumumkan, Ini Penyebab Utamanya
Ini Penyebab Utama Kecelakaan...
Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India
Bermesin Rolls-Royce,...
Bermesin Rolls-Royce, Ini Spesifikasi Pesawar Air India yang Jatuh setelah Lepas Landas
Ini Enam Tragedi Pesawat...
Ini Enam Tragedi Pesawat Paling Mengerikan di Indonesia Selain Sriwijaya Air
Pernah Jadi Petaka,...
Pernah Jadi Petaka, Inilah Sensor Otomatis Boeing 737 Series
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
6 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
7 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
8 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
8 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
9 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved