Ratusan Warga Plumbon Tuntut Jokowa Mundur dari Jabatan

Kamis, 25 Oktober 2018 - 15:07 WIB
Ratusan Warga Plumbon...
Ratusan Warga Plumbon Tuntut Jokowa Mundur dari Jabatan
A A A
SEMARANG - Ratusan warga Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah demo di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Kamis (25/10/2018). Mereka menuntut Kepala Desa (Kades) Plumbon Joko Waluyo mundur dari jabatannya.

Dalam aksinya mereka membentangkan spanduk bertuliskan antara lain "Turunkan JOKOWA", "Kembalikan Tanahku", "Kemana Duit Reogku", "Kemana BUMDESku", "Usut Tuntas Kasus Sumbangan Mushola Dusun Nali". Tak hanya itu, dalam orasinya mereka juga meminta Bupati Semarang Mundjirin segera mencopot Joko Waluyo dari jabatannya.

"Banyak dugaan penyimpangan yang dilakukan Joko Waluyo selama memimpin Desa Plumbon. Oleh karena itu, warga minta Bupati (Mundjirin) untuk memberhentikan Joko Waluyo dari jabatannya. Warga sudah tidak percaya," kata koordinator aksi warga Desa Plumbon Habib Ramadani.

Menurut dia, selama menjabat, Joko Waluyo diskriminatif terhadap warga serta tercatat beberapa kali membuat kebijakan yang menguntungkan diri sendiri dan golongannya. Selain itu, juga merugikan kepentingan umum, penyalahgunaan wewenang, KKN, dan ikut serta dalam kampanye.

"Masih banyak persoalan lain yang dinilai melanggar ketentuan. Seperti mendirikan bangunan di tanah aset desa tanpa musyawarah desa. Yang jelas, warga sudah tidak percaya lagi," katanya.

Setelah beberapa waktu melakukan orasi di depan Kantor Pemkab Semarang, akhirnya warga ditemui oleh Bupati Semarang Mundjirin dan sejumlah pejabat teras. Selanjutnya, perwakilan diajak audiensi di Kantor Bupati, sedangkan warga lain menunggu di luar.

Sementara itu, Kades Plumbon Joko Waluyo saat dikonfirmasi menyatakan, persoalan yang dipermasalahkan warga sudah dibahas dalam mediasi yang difasilitasi Camat Suruh dan jajaran Muspika beberapa hari lalu. "Dalam mediasi, warga menyampaikan mosi tidak percaya tidak bisa membuktikan penyimpangan yang dituduhkan ke saya. Jadi, yang dituduhkan warga terhadap saya, itu fitnah dan bentuk berbuatan ujaran kebencian. Saya menduga ini intrik politik yang bisa merusak kenyamanan desa dan memecah belah warga," katanya.

Dia mengimbau kepada warga Desa Plumbon untuk tidak mudah percaya dengan isu dan hal yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. "Jangan mudah termakan isu yang tidak jelas kebenarannya. Jika ada masalah mari kita berembuk. Saya siap dan pintu rumah saya terbuka 24 jam untuk masyarakat," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Warga Tambun Selatan...
Warga Tambun Selatan Tolak Pembongkaran Dua Jembatan untuk Depo LRT Jabodebek
Tak Peduli Terhadap...
Tak Peduli Terhadap Masyarakat, BUMD Pengolahan Gas Bekasi Didemo Warga
Aliansi Sukapura Menggugat...
Aliansi Sukapura Menggugat Tuntut Pemkab Lampung Barat Kembalikan Tanah Mereka
Ratusan Tukang Sampah...
Ratusan Tukang Sampah Blokir Pendopo, Gus Muhdlor Siap Revisi Perbup
Berbusana Adat, Warga...
Berbusana Adat, Warga Semarang Gelar Aksi Tolak Demo Anarkis
Tronton Tabrak Rumah...
Tronton Tabrak Rumah Warga Diduga Pemicu Aksi Blokade Jalan di Legok Tangerang
Berita Terkini
Mencekam, 1 Orang Terkapar...
Mencekam, 1 Orang Terkapar Akibat Bentrokan Antarwarga di Jalan Tambak Menteng
11 menit yang lalu
Kemarau Meluas, BNPB...
Kemarau Meluas, BNPB Catat Karhutla Melanda 4 Daerah di Jawa Timur
49 menit yang lalu
Kepala Posko PRR Aceh...
Kepala Posko PRR Aceh Apresiasi TNI Bangun Jembatan Gantung di Kampung Reje Payung
57 menit yang lalu
Pendiri BSB Temukan...
Pendiri BSB Temukan Inovasi Teknologi Pirolisis, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
2 jam yang lalu
Video Viral di Lubuk...
Video Viral di Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Begini Prosedur Aktivasi Rekening PIP
2 jam yang lalu
Pengelolaan Konflik...
Pengelolaan Konflik Kepentingan, Kemenhut Dorong Budaya Cinta Integritas
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved