Masuki Musim Hujan, Waspadai 21 Wilayan Rawan Longsor di Bogor
Kamis, 25 Oktober 2018 - 00:23 WIB
Masuki Musim Hujan, Waspadai 21 Wilayan Rawan Longsor di Bogor
A
A
A
BOGOR - Peringatan BMKG untuk mewaspadai peralihan musim yang akan menimbulkan angin puting beliung dibarengi hujan es membuat BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan persiapan. Karena saat ini ada 21 titik rawan longsor yang harus diminimalisir untuk meniadakan korban jiwa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Dede Armansyah mengaku pihaknya sudah menerima rilis pemberitahuan BMKG dan akan ditindaklanjuti.
"Karena musim hujan sudah dimulai sejak Oktober dan memasuki puncaknya pada Februari 2019, kita akan melakukan kesiapan dengan mengerahkan personel untuk standby," katanya kepada wartawan, Rabu (24/10/2018).
Terkait fenomena awan Cumulonimbus pada akhir Oktober 2018 nanti, pihaknya juga akan secepatnya memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Hal itu karena hujan yang terlalu lebat dan turun dalam waktu yang cukup lama bisa memicu pergerakan tanah yang bisa mengakibatkan bencana tanah longsor," terangnya.
Seperti biasa, tuturnya, setiap memasuki musim hujan, pihaknya akan mengeluarkan peringatan kesiapsiagaan untuk seluruh kecamatan (40 kecamatan, red) se-Kabupaten Bogor. Surat peringatan itu akan dikeluarkan untuk informasi kepada warga.
"Jadi begitu memasuki musim hujan, mekanismenya BPBD secara rutin akan mendapatkan prakiraan terjadinya potensi longsor yang dikeluarkan BMKG. Nantinya peringatan itu akan kita teruskan ke 40 kecamatan. Saat memasuki musim hujan, BPBD akan informasikan ke masyarakat," katanya.
Menurutnya, untuk daerah rawan longsor di Kabupaten Bogor secara umum tercatat di 21 wilayah kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tanah longsor mengkhawatirkan.
Di Barat meliputi Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, Nanggung, Leuwiliang, Leuwisadeng, Pamijahan dan Tamansari. "Umumnya, karena daerahnya berbukit dan berada di lereng atau kaki gunung, ditambah faktor geologi wilayah tersebut batu-batuannya banyak mengandung lempung," jelasnya.
Sementara untuk wilayah Selatan, tercatat di Kecamatan Ciawi, Megamendung, Cisarua, Cijeruk dan Cigombong. Selanjutnya untuk wilayah Timur yakni Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari dan Cariu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Dede Armansyah mengaku pihaknya sudah menerima rilis pemberitahuan BMKG dan akan ditindaklanjuti.
"Karena musim hujan sudah dimulai sejak Oktober dan memasuki puncaknya pada Februari 2019, kita akan melakukan kesiapan dengan mengerahkan personel untuk standby," katanya kepada wartawan, Rabu (24/10/2018).
Terkait fenomena awan Cumulonimbus pada akhir Oktober 2018 nanti, pihaknya juga akan secepatnya memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Hal itu karena hujan yang terlalu lebat dan turun dalam waktu yang cukup lama bisa memicu pergerakan tanah yang bisa mengakibatkan bencana tanah longsor," terangnya.
Seperti biasa, tuturnya, setiap memasuki musim hujan, pihaknya akan mengeluarkan peringatan kesiapsiagaan untuk seluruh kecamatan (40 kecamatan, red) se-Kabupaten Bogor. Surat peringatan itu akan dikeluarkan untuk informasi kepada warga.
"Jadi begitu memasuki musim hujan, mekanismenya BPBD secara rutin akan mendapatkan prakiraan terjadinya potensi longsor yang dikeluarkan BMKG. Nantinya peringatan itu akan kita teruskan ke 40 kecamatan. Saat memasuki musim hujan, BPBD akan informasikan ke masyarakat," katanya.
Menurutnya, untuk daerah rawan longsor di Kabupaten Bogor secara umum tercatat di 21 wilayah kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tanah longsor mengkhawatirkan.
Di Barat meliputi Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, Nanggung, Leuwiliang, Leuwisadeng, Pamijahan dan Tamansari. "Umumnya, karena daerahnya berbukit dan berada di lereng atau kaki gunung, ditambah faktor geologi wilayah tersebut batu-batuannya banyak mengandung lempung," jelasnya.
Sementara untuk wilayah Selatan, tercatat di Kecamatan Ciawi, Megamendung, Cisarua, Cijeruk dan Cigombong. Selanjutnya untuk wilayah Timur yakni Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari dan Cariu.
(ysw)