37 Makam di TPU Cikutra Dipastikan Terdampak Longsor
Sabtu, 02 Mei 2020 - 21:40 WIB
loading...
Petugas Diskar PB Kota Bandung mengevakuasi satu jenazah dari TPU Cikutra yang hanyut terbawa arus Sungai Cidurian. Foto/Diskar PB Kota Bandung
A
A
A
BANDUNG - Petugas Pemerintah Kecamatan Cibeunying Kaler dan UPT Wilayah 3 Dinas Penataan Ruang Kota Bandung memastikan, jumlah makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, yang terdampak longsor pada Jumat 1 Mei 2020 malam, sebanyak 37 buah.
Sebagian makam yang berada di tepi sempadan Sungai Cidurian yang tersapu arus air. Bahkan ada jenazah yang hanyut di sungai tersebut. (BACA JUGA: Hujan Deras Rusak 24 Makam di TPU Cikutra, Ada Jasad Hanyut di Sungai Cidurian )
Camat Cibeunying Kaler Suardi mengatakan, kepastian data itu setelah petugas melakukan pendataaan dan pengecekan lebih saksama. "Sebanyak 37 makam yang terdampak di antaranya tertimbun longsor, tergerus aliran sungai, dan belasan lainnya terancam longsor," kata Suardi, Sabtu (2/5/2020).
Saat ini, ujar Camat Cibeunying Kaler, beberapa jenazah sudah dievakuasi, termasuk yang hanyut terseret arus sungai. "Cuma jenazah yang hanyut itu jadi tidak berindentitas karena kami tidak tahu jenazah itu dari makam yang mana," ujar dia.
Suardi menuturkan longsor terjadi akibat hujan deras pada Jumat malam. Arus air Sungai Cidurian sangat deras mengikis kirmir atau sempadan sungai yang di atasnya terdapat sejumlah makam.
"Makam yang terdampak oleh longsor ini berada di blok E dan F. Untuk jenazah yang sudah dievakuasi, kita makamkan di blok G, seluruhnya," tutur Suardi.
Sebelumnya,Kepala UPT Wilayah 3 Dinas Penataan Ruang Kota Bandung Sumpena mengatakan, terdapat 29 makam yang terdampak longsor dan tergerus air sungai. Sebanyak 14 makam di antaranya rusak berat.
Sebagian makam yang berada di tepi sempadan Sungai Cidurian yang tersapu arus air. Bahkan ada jenazah yang hanyut di sungai tersebut. (BACA JUGA: Hujan Deras Rusak 24 Makam di TPU Cikutra, Ada Jasad Hanyut di Sungai Cidurian )
Camat Cibeunying Kaler Suardi mengatakan, kepastian data itu setelah petugas melakukan pendataaan dan pengecekan lebih saksama. "Sebanyak 37 makam yang terdampak di antaranya tertimbun longsor, tergerus aliran sungai, dan belasan lainnya terancam longsor," kata Suardi, Sabtu (2/5/2020).
Saat ini, ujar Camat Cibeunying Kaler, beberapa jenazah sudah dievakuasi, termasuk yang hanyut terseret arus sungai. "Cuma jenazah yang hanyut itu jadi tidak berindentitas karena kami tidak tahu jenazah itu dari makam yang mana," ujar dia.
Suardi menuturkan longsor terjadi akibat hujan deras pada Jumat malam. Arus air Sungai Cidurian sangat deras mengikis kirmir atau sempadan sungai yang di atasnya terdapat sejumlah makam.
"Makam yang terdampak oleh longsor ini berada di blok E dan F. Untuk jenazah yang sudah dievakuasi, kita makamkan di blok G, seluruhnya," tutur Suardi.
Sebelumnya,Kepala UPT Wilayah 3 Dinas Penataan Ruang Kota Bandung Sumpena mengatakan, terdapat 29 makam yang terdampak longsor dan tergerus air sungai. Sebanyak 14 makam di antaranya rusak berat.
Lihat Juga :