Tolak Tol Bawen-Yogyakarta, DPRD Jateng Sarankan Aktivasi Jalur KA

Selasa, 23 Oktober 2018 - 17:50 WIB
Tolak Tol Bawen-Yogyakarta,...
Tolak Tol Bawen-Yogyakarta, DPRD Jateng Sarankan Aktivasi Jalur KA
A A A
SEMARANG - Kalangan DPRD Jateng menegaskan tidak akan merekomendasikan pembangunan tol Bawen-Yogyakarta, meskipun Presiden Joko Widodo berjanji menyelesaikan pembangunan rute tol yang menjadi bagian Tol Trans Jawa tersebut. DPRD lebih menyarankan aktivasi jalur moda transportasi kereta api (KA).

Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Jateng, Abdul Aziz, pihaknya sependapat dengan presiden bahwa konektivitas dan daya saing infrastruktur sangat penting. "Namun, pilihan konektivitas itu lebih tepat berbasis sosial budaya dan lingkungan, dan itu adalah moda transportasi kereta api," kata Aziz, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, jika pilihannya pada moda transportasi kereta api, maka kawasan Borobudur dan keindahan alamnya akan lebih memikat untuk dinikmati sepanjang perjalanan.

Abdul Aziz menjelaskan, aktivasi jalur kereta Semarang-Yogyakarta-Banyumas harus segera dibangun sebagai penyangga jalur rel sisi utara (Semarang-Tegal-Banyumas) yang padat. Sedangkan jalur Semarang-Kudus-Rembang-Bojonegoro akan menjadi penyangga jalur rel tengah (Semarang-Purwodadi-Bojonegoro) jika proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ingin segera diwujudkan.

"Artinya proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya yang masuk Jawa Tengah dimungkinkan dengan tidak perlu membangun trek baru lagi. Cukup menggunakan double track yang ada," katanya.

Politikus PPP ini memaparkan, ada sejumlah pertimbangan objektif mengapa jalan tol sepanjang 70 kilometer tersebut tidak layak dibangun. Alasan pertama, karena secara geografis, jalan tol ruas Bawen-Yogyakarta, ekuivalen dengan jalan tol ruas Solo-Yogyakarta yang masih dalam proses pembangunan.

Tak hanya itu, jalur yang akan dilewati jalan tol masuk dalam area rawan gempa bumi karena banyaknya struktur lempung di jalur tersebut. "Kalau di Yogyanya, memang aman. Akan tetapi di bagian Jateng banyak yang lempung. Bila lempung itu kan struktur tanahnya sering gerak. Di samping peta gempa baru nasional, ada banyak titik rawan gempa karena itu lereng Gunung Merapi," katanya.

Apalagi, pembangunan jalan tol tersebut juga akan mengorbankan sekitar 350 hektare lahan basah di Jawa Tengah.
(amm)
Berita Terkait
Ganjar Berharap Tol...
Ganjar Berharap Tol Semarang-Demak Dorong Perekonomian Jateng
25 Warga Sleman Terdampak...
25 Warga Sleman Terdampak Jalan Tol Yogya-Solo Terima Ganti Untung
27 Exit Tol di Jawa...
27 Exit Tol di Jawa Tengah Masih Ditutup, 62.000 Kendaraan Diputar Balik
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Diguyur Hujan, Jalan...
Diguyur Hujan, Jalan Tol Semarang-Solo Longsor
Tol di Jateng Dipastikan...
Tol di Jateng Dipastikan Aman untuk Mudik Nataru
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
7 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
7 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
8 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
8 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
8 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
11 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved