Kekompakan Kapolri dan Panglima Turun ke Sulteng Tuai Pujian
Senin, 22 Oktober 2018 - 21:56 WIB
Kekompakan Kapolri dan Panglima Turun ke Sulteng Tuai Pujian
A
A
A
JAKARTA - Keterlibatan TNI dan Polri membantu korban gempa Palu, Sigi dan Donggola, Sulawesi Tengah (Sulteng) menuai apresiasi dari sejumlah kalangan termasuk Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi). Apalagi pascagempa, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sudah lima kali berkunjung ke lokasi bencana.
Terakhir dua jenderal tersebut kembali mengunjungi korban gempa dan tsunami Sulteng, Jumat 19 Oktober 2018 lalu. Rombongan didampingi Gunernur Sulteng, Longki Djonggala, menuju lokasi bencana yang dikunjungi.
“Kekompakan dua jenderal itu patut diapresiasi. Paling tidak, kehadiran mereka bisa memberikan kedamaian dan mampu mengobati penderitaan masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dalam keterangan persnya, Senin (22/10/2018).
Menurut mantan anggota Kompolnas ini, kehadiran polisi dan TNI di tengah korban gempah membuat masyarakat menjadi nyaman karena merasa terlindungi. Hal ini diakui Edi saat dirinya datang ke lokasi bencana. Apalagi masyarakat melihat betapa beratnya tugas Polri dan TNI mengangkut dan mendistribusikan logistik untuk disalurkan kepada korban gempa.
Sementara itu, Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pendataan dan kajian cepat untuk menghitung dampak bencana gema dan tsunami di Palu dan sekitarnya. Hasil penghitungan sementara, kerugian dan kerusakan akibat bencana di Sulteng per 20 Oktober 2018, mencapai lebih dari Rp13,82 triliun.
Dari jumlah itu, dampak ekonomi akibat bencana tersebut mencapai Rp1,99 triliun dan kerusakan bangunan Rp11,83 triliun. Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana tersebut meliputi lima sektor pembangunan. Kerugian dan kerusakan di sektor permukiman mencapai Rp7,95 triliun, sektor infrastruktur Rp701,8 miliar, sektor ekonomi produktif Rp1,66 triliun, sektor sosial Rp3,13 tiliun, dan lintas sektor mencapai Rp378 miliar.
Terakhir dua jenderal tersebut kembali mengunjungi korban gempa dan tsunami Sulteng, Jumat 19 Oktober 2018 lalu. Rombongan didampingi Gunernur Sulteng, Longki Djonggala, menuju lokasi bencana yang dikunjungi.
“Kekompakan dua jenderal itu patut diapresiasi. Paling tidak, kehadiran mereka bisa memberikan kedamaian dan mampu mengobati penderitaan masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dalam keterangan persnya, Senin (22/10/2018).
Menurut mantan anggota Kompolnas ini, kehadiran polisi dan TNI di tengah korban gempah membuat masyarakat menjadi nyaman karena merasa terlindungi. Hal ini diakui Edi saat dirinya datang ke lokasi bencana. Apalagi masyarakat melihat betapa beratnya tugas Polri dan TNI mengangkut dan mendistribusikan logistik untuk disalurkan kepada korban gempa.
Sementara itu, Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pendataan dan kajian cepat untuk menghitung dampak bencana gema dan tsunami di Palu dan sekitarnya. Hasil penghitungan sementara, kerugian dan kerusakan akibat bencana di Sulteng per 20 Oktober 2018, mencapai lebih dari Rp13,82 triliun.
Dari jumlah itu, dampak ekonomi akibat bencana tersebut mencapai Rp1,99 triliun dan kerusakan bangunan Rp11,83 triliun. Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana tersebut meliputi lima sektor pembangunan. Kerugian dan kerusakan di sektor permukiman mencapai Rp7,95 triliun, sektor infrastruktur Rp701,8 miliar, sektor ekonomi produktif Rp1,66 triliun, sektor sosial Rp3,13 tiliun, dan lintas sektor mencapai Rp378 miliar.
(poe)