Alotnya Pengambilalihan Fasum dan Fasos Perumahan Mewah di Depok

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:12 WIB
Alotnya Pengambilalihan...
Alotnya Pengambilalihan Fasum dan Fasos Perumahan Mewah di Depok
A A A
DEPOK - Proses pengambilalihan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di Perumahan Aruba masih berjalan alot. Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah melayangkan surat peringatan ketiga (SP3), namun pengembang perumahan mewah di Pancoran Mas itu tak juga bersedia menyerahkan fasum dan fasosnya ke Pemkot Depok.

SP3 sudah dikirimkan Pemkot Depok kepada pengembang pada 3 Oktober 2018. Namun sampai saat ini belum ada proses penyerahan dari pengembang ke pemerintah daerah. Padahal warga setempat sudah meminta agar pengembang melakukan penyerahan fasum dan fasos sejak lama.

Kasus ini pun menjadi perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok yang turun tangan untuk memediasi. Hari ini dijadwalkan antara pengembang, warga, dan Pemkot Depok, duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sayangnya proses mediasi gagal terlaksana karena ada ketidaksepakatan antara warga dan pengembang.

"Dalam surat undangan tersebut tertera tidak diperkenankan membawa alat komunikasi. Setelah negosiasi pihak pemkot dan kepolisian memperbolehkan hanya tiga warga uang yang membawa. Ini untuk dokumentasi warga," ujar Wahyu Hargono, kuasa hukum warga Aruba, Sabtu (20/10/2018).

Ketika warga sudah sepakat namun pihak pengembang keberatan atas kesepakatan tersebut. Pengembang kemudian membatalkan sepihak pertemuan tersebut. "Padahal perangkat daerah dalam hal ini Sekda, Kepala BKD, dan Kasat Reskrim sudah ada di lokasi pertemuan. Namun pengembang ngotot dan arogan membatalkan sepihak karena ketidaksepahaman soal alat komunikasi," paparnya.

Menurut dia, warga sudah sangat menginginkan agar prasarana, sarana dan utilitas (PSU) diserahkan pada Pemkot Depok. Namun belum diketahui pasti alasan dari pengembang menolaknya. "Kalau warga sendiri sih sudah siap dan sanggup untuk mengelola bahkan sudah ada proposal konsep pengelolaan versi warga dan pemkot juga sudah welcome," ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana, mengatakan, pertemuan memang batal terlaksana karena alasan teknis. Namun informasi yang diterima pihaknya bahwa pengembang sudah bersedia menyerahkan PSU pada pemerintah.

"Nanti kita validasi dulu PSU-nya. Kita lakukan cek kelayakan terhadap PSU mereka. Kalau masih ada yang harus diperbaiki ya mereka perbaiki dulu," pungkasnya.
(amm)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
14 menit yang lalu
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
39 menit yang lalu
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
42 menit yang lalu
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
3 jam yang lalu
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
3 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved