Lima Bocah Tewas Tenggelam, Polisi Selidiki Dugaan Unsur Kelalaian

Jum'at, 19 Oktober 2018 - 21:07 WIB
Lima Bocah Tewas Tenggelam,...
Lima Bocah Tewas Tenggelam, Polisi Selidiki Dugaan Unsur Kelalaian
A A A
BOGOR - Polisi menyelidiki dugaan kelalaian dalam peristiwa lima bocah SD yang tewas tenggelam di kolam retensi proyek perumahan Bukit Cimanggu City, Kampung Kedung Halang Poncol, Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor. Polisi menyelidiki dugaan adanya unsur kelalaian yang dilakukan pengembang perumahan tersebut.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muhammad Suprayogi hingga saat ini mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan unsur kelalaian dalam kasus tewasnya lima bocah SD itu.

"Kita baru memeriksa orang-orang yang ada di lokasi saja. Seperti mandor, pekerja, pekerja inti dan warga, sedikitnya lima orang saksi sudah dimintai keterangan saat ini," kata Kompol Muhammad Suprayogi, saat dihubungi, Jumat (19/10/2018).

Lebih lanjut ia mengungkapkan pihaknya baru akan memeriksa PT Perdana Gapura Prima selaku pengembang perumahan Bukit Cimanggu City. "Untuk saat ini kita belum memeriksa kepada pimpinan proyek dan pengembang perumahan terkait keberadaan kubangan air tersebut. Sehingga belum sampai kepada adanya dugaan unsur kelalaian," jelasnya.

Akan tetapi jika dari mata penyidik, terkait dugaan unsur kelalaian pengembang, pihaknya masih merangkainya dengan memeriksa pekerja, mandor dan warga dulu. "Itu kita dalami seperti tindakannya apa saja untuk antisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan, jadi belum sampai kesitu (kelalaian pengembang)," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi pekerja proyek kubangan air itu sudah ada sejak sebelum dibeli oleh pengembang. "Karena itu ada sumber mata air yang ada sejak dulu bersama kebun jambu biasa dipergunakan warga dan setelah dibeli pengembang tetap dipake buat ngambil air untuk keperluan proyek perumahan, seperti membuat drainase," jelasnya.

Lantaran musim hujan tiga hari berturut-turut, sumber mata air itu menjadi kubangan yang cukup dalam tapi jernih. "Kubangan itu tak dibenteng atau dipagar, sehingga anak-anak tertarik bermain di area kubangan itu untuk berenang," jelasnya.

Menurutnya, sebelum pada korban bermain dan berenang, pihak mandor proyek beberapa kali melarang, tapi arena anak-anak dilarang tetap saja tak menggubris. "Terlebih saat kejadian para pekerja dan mandor sedang istirahat atau tidak ada ditempat pas jam bedug Dzuhur, nah anak-anak ini nekat bermain dan berenang," ungkapnya.

Saat kejadian, kata dia, korban yang sedang bermain air masuk ke kubangan sedalam 2,5 meter. Akibat tidak bisa berenang, anak-anak yang rata-rata berusia delapan tahun ini pun tenggelam. Satu di antarannya berteriak minta tolong.

"Ada warga bernama Pendi mendengar salah seorang korban bernama Mohamad Ilham teriak dan menghampiri langsung menolong memberikan napas buatan dan menekan dadannya. Dan selamat sadar kembali," katanya.

Namun, korban yang selamat menyebut ada teman-temannya di dalam kubangan tersebut. Pendi langsung berteriak meminta pertolongan warga lainnya dan melakukan pencarian.

"Warga melarikan seluruh korban ke Rumah Sakit Islam Bogor. Namun nyawa mereka tidak tertolong dan sudah meninggal dunia. Lima jenazah langsung dimakamkan Maghrib kemarin," jelasnya.

Sementara itu, Regional Head Developer Bukit Cimanggu City, Wishnu Lukito mengaku berduka dan sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Bahkan, pihaknya sudah memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga sekitar. "Kami sangat prihatin, kita berempati, kita merasakan juga ikut sedih dan berbela sungkawa," katanya.

Meski demkian pihaknya menepis jika lokasi kejadian dianggap sebagai kolam yang dibangunnya. Menurutnya lokasi tersebut merupakan tanah yang belum digarap untuk pekerjaan pembangunan.

"Karena sehari sebelumnya turun hujan deras membuat genangan air terlihat seperti kolam. Hari biasa juga ada genangan tapi tidak dalam. Kedepan kita tidak mau terulang lagi musibah itu, nanti kita konsolidasi lagi soal keamanan dan mengingatkan juga kepada ketua RT dan RW bahwa disitu bukan area untuk bermain anak," jelasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Beberapa Tahapan yang...
Beberapa Tahapan yang Dirasakan Tubuh Saat Meninggal Tenggelam
2 Hari Tenggelam di...
2 Hari Tenggelam di Kali Bayur, Musa Ditemukan Meninggal Dunia
Hendak Menjala Ikan...
Hendak Menjala Ikan di Bendungan, Pelajar SMP di Bone Tewas Tenggelam
Hendak Selfi, Pengunjung...
Hendak Selfi, Pengunjung Pantai Logending Kebumen Tenggelam
Update Operasi Pencarian...
Update Operasi Pencarian Korban Kapal Tenggelam, 42 Orang Belum Ditemukan
Terpeleset, Dua ABG...
Terpeleset, Dua ABG Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi Upper Komering
Berita Terkini
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
1 jam yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
2 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
2 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
4 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
4 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved