Santap Nasi Dus, Sembilan Perangkat Desa di Gunungkidul Keracunan

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:09 WIB
Santap Nasi Dus, Sembilan...
Santap Nasi Dus, Sembilan Perangkat Desa di Gunungkidul Keracunan
A A A
GUNUNGKIDUL - Sedikitnya sembilan perangkat Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gununungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa dilarikan ke Puskesmas 1 Playen, Kamis (18/10/2018) siang tadi. Mereka mengalami mual dan muntah usai menyantap nasi dus yang berisi masakan padang di kantor desa setempat.

Pj Kades Dengok, Sugeng mengatakan, makan siang bersama dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Para perangkat desa makan siang bersama di kantor kepala desa dengan menu masakan padang berlauk ikan kembung. "sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah perangkat desa mulai merasakan pusing dan kepala panas termasuk saya," katanya kepada wartawan Kamis (18/10/2018).

Meski merasa pusing, Sugeng masih menyempatkan diri ke kecamatan untuk keperluan dinas. Sedangkan pendamping desa berangkat ke Desa Getas, Playen. "Sesampainya di balai desa, sakit kepala semakin menjadi. Akhirnya saya dibawa ke puskesmas bersama beberapa perangkat desa lainnya," tuturnya sambil terbaring di Puskesmas 1 Playen.

Sesampai di puskesmas, satu persatu dari mereka lalu diperiksa oleh petugas. Mereka langsung diinfus. Kepala UPT Puskesmas 1 Playen, Yolanda menjelaskan, pihaknya telah memberikan penanganan pertama terhadap para korban. Selang oksigen langsung dipasang kepada 9 perangkat yang mengalami sesak napas.

Seharusnya semua korban keracunan dipasang infus, tapi hanya dua yang mendapatkan perawatan intensif karena kondisinya membutuhkan penanganan serius. Kedua korban adalah Sugeng (Pj Kades) dan Emi Mintarsih (Sekdes). "Namun semua sudah terkondisi dan tertangani dengan baik oleh petugas kami," katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan penyebab keracunan massal tersebut, dokter masih belum bisa berkomentar banyak. Pasalnya masih terdapat beberapa kemungkinan mengenai penyebab kejadian ini. "Barang bukti sudah kami amankan, nantinya akan kami lakukan uji laboratorium dulu. Selain itu, satu perangkat sudah bisa buang air besar kemudian ada yang kami ambil sampelnya juga," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Tragedi Glamping Maut...
Tragedi Glamping Maut Sekeluarga Tewas di Temanggung, Salah Satu Korban Fotografer Keraton Yogyakarta
Diduga Keracunan Jamur...
Diduga Keracunan Jamur Melinjo, Belasan Warga di Gunungkidul Dilarikan ke Puskesmas
96 Mahasiswa Keracunan...
96 Mahasiswa Keracunan Massal saat Outbound, UPN Veteran Jogja Buka Suara
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
43 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved