Mbah Maimoen dan Gus Mus Doakan Tim Kirab Satu Negeri

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:50 WIB
Mbah Maimoen dan Gus...
Mbah Maimoen dan Gus Mus Doakan Tim Kirab Satu Negeri
A A A
REMBANG - Tim Kirab Satu Negeri (KSN) Gerakan Pemuda Ansor melintasi wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (15/5/2018) siang. Kirab dilakukan dengan membawa 17 pataka atau bendera Merah Putih. Pataka yang melintasi Rembang ini sebelumnya diberangkatkan dari salah satu pulau terdepan Indonesia, yakni Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kirab disambut dengan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter yang dibentangkan dari gapura perbatasan Jatim-Jateng. Pataka diserahterimakan peserta kirab dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di kawasan tugu perbatasan dengan Jawa Tengah melalui prosesi apel. Hadir Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur Moh Abid Umar, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly, Kasatkorwil Banser Jateng Muchtar Makmun, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil Barro', serta para tokoh agama dan masyarakat di Kecamatan Sarang.
Malamnya, Kirab Satu Negeri juga singgah di kediaman KH Maimoen Zubair, Pendapa Museum Kartini Rembang, kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri. Baik KH Maimoen Zubair maupun KH Mustofa Bisri (Gus Mus) sangat mendukung dan mendoakan pelaksanaan Kirab Satu Negeri yang diadakan GP Ansor semoga mendapat manfaat bagi masyarakat luas.
Selain mendoakan, Gus Mus, pengasuh Pondok Pesantren Raudlotut Thalibien, Rembang, berpesan kepada generasi muda, khususnya Gerakan Pemuda Ansor. "Ada tiga poin penting, yakni supaya generasi muda seperti Ansor dan Banser tetap menjaga nilai kemanusiaan, keislaman, dan nilai keindonesiaan," ujar Gus Mus didampingi KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU, yang juga salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Senin (15/5/2018) malam.

Gus Mus mengatakan, penerus bangsa dari Gerakan Pemuda Ansor tersebut diajak untuk mengingat dan mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada manusia. Menurut Gus Mus, terkadang manusia lupa mensyukuri nikmat Allah karena tidak sadar akan nikmat yang telah Tuhan limpahkan. "Mensyukuri nikmat diperlukan sebuah kesadaran atas nikmat yang telah Allah karuniakan," katanya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil Barro' mengatakan, Kirab Satu Negeri digelar secara serentak untuk menolak ancaman kedaulatan bangsa dari kelompok-kelompok yang ingin mengubah konsensus nasional atas nama agama. "Konsensus nasional itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus kita jaga. Masyarakat jangan terpecah karena kelompok-kelompok tertentu, apalagi yang mengatasnamakan kelompok agama. Kelompok-kelompok itu tidak boleh dibiarkan berkembang, karena merasa besar dan benar dengan pemahaman sempit sebenarnya," katanya.
Selain itu, lanjut Hanies, Kirab Satu Negeri ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia berhasil merawat perbedaan, keberagaman, dan perdamaian. "Kami ingin berikan inspirasi kepada dunia dengan keberagaman dan kebhinnekaan yang dimiliki, dengan segala perbedaan, Indonesia bisa damai, tenteram, bersatu, tidak ada gangguan, dibandingkan dengan negara-negara di Timur Tengah yang satu suku dan agama, tetapi berperang hingga hari ini," katanya.
Selanjutnya dari Rembang, Kirab Satu Negeri akan melintasi Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Demak, Semarang, dan Magelang. Kirab Satu Negeri dimulai serentak di Merauke Papua, Rote NTT, Miangas Sulawesi Utara, Nunukan Kalimantan Utara, dan Sabang Aceh. Kegiatan yang diikuti 1.945 peserta ini direncanakan berakhir di Yogyakarta pada 26 Oktober 2018, di mana akan digelar Apel Kebangsaan yang melibatkan sekitar 100.000 anggota Banser dan dihadiri Presiden Joko Widodo.
(amm)
Berita Terkait
Muhammadiyah Ucapkan...
Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah 1 Abad NU
PBNU Luncurkan Lagu...
PBNU Luncurkan Lagu Satu Abad NU Berjudul Merawat Jagat Membangun Peradaban
Transformasi NU Menjelang...
Transformasi NU Menjelang Usia Satu Abad
Sejarah Nahdlatul Ulama,...
Sejarah Nahdlatul Ulama, Lahir dari Pergulatan Pemikiran Para Kiai
Satu Abad NU, Jokowi:...
Satu Abad NU, Jokowi: Nahdlatul Ulama Berikan Warna Luar Biasa untuk Indonesia
Soal Muktamar Ke-34...
Soal Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama, Kiai Sepuh Serahkan ke Rais Aam
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
51 menit yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
1 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
2 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
10 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
10 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
10 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved