Pertama di Indonesia, Pembangunan Jalan Pakai Aspal Campur Karet

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 15:32 WIB
Pertama di Indonesia,...
Pertama di Indonesia, Pembangunan Jalan Pakai Aspal Campur Karet
A A A
MUBA - Penggunaan karet alam untuk campuran aspal telah dimulai di Sumsel, tepatnya di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Hal ini patut dikembangkan sekaligus untuk mengangkat harga karet alam yang terus anjlok di tingkat petani.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, inovasi ini merupakan solusi alternatif untuk mendongkrak pemanfaatan karet sebagai bahan campuran aspal. Diharapkan Infrastruktur jalan di Muba lebih baik dan harga karet juga ikut terdongkrak naik.
"Untuk tahap pertama ini kita bangun jalan aspal berbahan campuran karet di Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin dengan panjang jalan 465 meter," ungkap Dodi Reza Jumat (12/10/2018).

Pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet menggunakan teknologi pembangunan Aspal Hotmix menggunakan campuran Serbuk Karet Alam Teraktivasi (SKAT). Untuk tahap awal pembangunan aspal berbahan campuran karet di Muba tersebut di sepanjang jalan 465 meter menyerap 8,49 ton karet alam milik petani.

"Ini sangat efektif dan membuktikan kalau implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet akan mendongkrak harga karet di kalangan petani khususnya di bumi Serasan Sekate ini. Nah, implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini sangat nyata ke depannya akan sangat membantu perekonomian petani karet," terangnya.

Sementata itu Plt Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori menambahkan, pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Muba menggunakan dana APBD Tahun 2018 dan menelan anggaran sebesar Rp1,8 miliar. "Untuk faktor ketahanan, metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini lebih tahan dan kuat," katanya.

Ada tiga teknik yang bisa digunakan untuk pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet yakni dengan teknologi aspal karet berbasis latek, aspal karet berbasis serbuk karet (SKAT), dan aspal karet berbasis masterbatch/ kompon padat.

"Teknologi yang kita gunakan hari ini, menggunakan teknologi SKAT, yang merupakan implementasi yang pertama diterapkan di Indonesia. Ke depan kita akan berinovasi kembali menggunakan tehnologi berbasis Latek," ujarnya.
(wib)
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
2 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
2 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
2 jam yang lalu
Berdayakan Kampung Papua:...
Berdayakan Kampung Papua: Kolaborasi PBB, Kemendes, dan Komunitas Lokal Latih Ratusan Wirausaha Baru
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved