Illegal Fishing, Polair Sumut Tangkap Kapal Bawa Bahan Peledak

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 05:12 WIB
Illegal Fishing, Polair...
Illegal Fishing, Polair Sumut Tangkap Kapal Bawa Bahan Peledak
A A A
MEDAN - Satu unit kapal penangkap ikan, KM Cahaya Abadi-08 GT 5 No 374/ S 69 berbendera Indonesia yang sedang menangkap ikan (illegal fishing) dengan menggunakan bahan peledak (Destructive Fishing) ditangkap personel Unit Markas Tapanuli Tengah (Tapteng) Direktorat Kepolisian Air (Polair) Sumatera Utara (Sumut).

KM Cahaya Abadi yang dinahkodai W dengan 8 orang ABK masing-masing berinisial He, Aw, Sa, TH, HM, RH, dan DS seluruhnya warga Kabupaten Tapteng ini ditangkap saat menangkap ikan di wilayah Perairan Tapanuli Tengah tepat di posisi 01 33′ 200″ N dan 98 41′ 450″ E atau 2 mil arah selatan dari Pulau Tungkus Nasi Kabupaten Tapteng, Kamis (11/10/2018).

Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa 1 unit kapal ikan KM Cahaya Abadi Gt 5 No.374/S69 bermesin Mitsubishi 6 silinder, 1 unit sampan tanpa mesin, 1 unit GPS merk Garmin, 1 Sonar merk Garmin, 1 eksamplar dokumen kapal, 1 unit kompresor, 3 gulung selang angin, 4 buah movis selam, 4 buah masker selam, 100 buah botol kaca, 1 goni potasium 25 Kg, 100 butir kep sumbu peledak, 3 kaleng cat warna perak 1 Kg, 2 ball korek api kayu, 2 bungkus sio, 1 buah teropong, 1 set tangguk ikan dan 5 buah fiber ikan ukuran 800 Kg.

Untuk penyidikan lebih lanjut, para tersangka berikut barang bukti diamankan di Dermaga PPN Sibolga. Direktur Polair Polda Sumut, Kombes Pol Yosi Muhamartha mengatakan kapal penangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak itu ditangkap petugas yang sedang berpatroli menggunakan Kapal Patroli KP 2010, KP 2024 dan perahu karet.

"Nahkoda berikut ABK tersebut ditangkap Kamis tanggal 11 Oktober 2018 pukul 00.30 WIB di posisi 01 33′ 200″ N dan 98 41′ 450″ E atau 2 mil arah selatan dari pulau Tungkus Nasi Kab Tapteng," terangnya kepada wartawan.

Pengeboman ikan ini, katanya merupakan atensi pimpinan yang harus ditindaklanjuti secara serius karena sangat berdampak buruk kepada ekosistem dan biota laut yang dapat merusak terumbu karang dan kelangsungan hidup ikan-ikan di laut.

Dia menegaskan praktik pengeboman ikan seperti ini harus dihentikan untuk kelanjutan (Sustainability) kelangsungan kehidupan di laut. "Praktik pengeboman ikan dilaut bukan saja merusak lingkungan hidup sekitar tapi juga sudah banyak menelan korban para nelayan yang kehilangan sebagian anggota tubuh seperti tangan dan kaki puntung karena ledakan bahkan ada yang sampai meninggal dunia," jelasnya.

Yosi berharap kepada nelayan dan masyarakat dapat menjaga bersama agar terjaganya ekosistem laut akan dinikmati generasi yang akan datang. "Kita patut apresiasi kinerja anggota yang berhasil mengamankan nelayan yang menangkap ikan dengan bom ikan dan kami juga berharap peran serta masyarakat terutama nelayan untuk menjaga ekosistem laut," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Tujuh Nelayan Pelaku...
Tujuh Nelayan Pelaku Pengeboman Ikan di Perairan Takalar Diamankan
Nelayan di Teluk Bone...
Nelayan di Teluk Bone Mengaku Diancam Pelaku Illegal Fishing
Sepanjang 2021, KKP...
Sepanjang 2021, KKP Tangkap 167 Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia
Duit Rp522 Triliun Setiap...
Duit Rp522 Triliun Setiap Tahun Hilang Akibat Pencurian Ikan di Laut Indonesia
28 ABK Vietnam Pelaku...
28 ABK Vietnam Pelaku Illegal Fishing di Laut Natuna Utara Dideportasi
Negara Merugi Rp27 Miliar...
Negara Merugi Rp27 Miliar karena Ulah Kapal Malaysia Curi Ikan di Selat Malaka
Berita Terkini
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
24 menit yang lalu
Polisi Ungkap Peran...
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen
45 menit yang lalu
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan, Ini Respons Polda Metro Jaya
1 jam yang lalu
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
2 jam yang lalu
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
2 jam yang lalu
Rumah Sakit IHC Jember...
Rumah Sakit IHC Jember Dinilai Berhasil Hadirkan Layanan Kesehatan yang Humanis
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved