DKI Fokus Pengadaan Angkutan Massal Ketimbang Perluasan Ganjil Genap

Kamis, 11 Oktober 2018 - 07:19 WIB
DKI Fokus Pengadaan...
DKI Fokus Pengadaan Angkutan Massal Ketimbang Perluasan Ganjil Genap
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan memutuskan kelanjutan perluasan ganjil genap di Ibu Kota sebelum 13 Oktober 2018 mendatang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memilih fokus untuk menambah angkutan umum massal.

Anies Baswedan mengatakan, diperpanjang atau tidaknya perluasan sistem ganjil genap setelah 13 Oktober mendatang tengah difinalisasi. Rabu (10/10/2018) malam tadi pun, ada Forum Group Discusion (FGD) terkait hal itu."Penentuan sistem ganjil-genap bukan selera Gubernur. Tapi nanti diputuskan setelah ada evaluasi yang dilakukan Forum Group Discusion (FGD)," kata Anies usai menghadiri rapat paripurna pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Pasar Djaya di gedung DPRD DKI Jakarta.

Anies mengaku, lebih berorientasi kepada yang terbaik bagi warga Jakarta. Dimana memberikan manfaat besar dengan fokus terhadap perluasan jangkauan kendaraan umum massal guna mempermudah warga menggunakan kendaraan umum.

Untuk itu, lanjut Anies, beberapa waktu lalu telah diluncurkan Jak Lingko guna mempercepat angkutan umum dengan harapan menjangkau lebih luas, meningkatkan kenyamanan dan sebagainya. Sehingga, apapun rekayasa lalu lintas yang dilakukan, warga merasakan manfaat naik kendaraan umum massal.

"Jadi yang harus kita tumbuhkan di sana, bukan semata-mata pada pengendalian kendaraan pribadi. Ini adalah salah satu instrumen, tapi yang lebih penting bagi saya kendaraan umum. Jangan sampai rekayasa lalu lintas dilakukan tapi kita tidak dorong serius kendaraan umum massal. Nanti gimana, tidak adil," ungkapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjiatmoko menambahkan, FGD evaluasi perpanjangan ganjil-genap setelah Asian Games 2 September lalu hingga 13 Oktober mendatang baru akan dilakukan Kamis (11/10/2018).

"FGD itu nanti akan dipaparkan evaluasinya, baik milik Dishub, Ditlantas Polda Metro Jaya dan masyarakat. Setelah itu baru ada rekomendasi kepada Gubernur untuk memutuskan lanjut atau tidak," ujarnya. Pada evaluasi dalam FGD sebelumnya, perluasan ganjil-genap di jalan protokol cukup efektif.
Dimana, kecepatan rata-rata kendaraan meningkat di atas 35 Km/jam dari yang sebelumnya 15-20 km/jam dan jumlah penumpang bus pun meningkat sebesar 9% atau 34.000 penumpang.
(whb)
Berita Terkait
Ganjil Genap Sepeda...
Ganjil Genap Sepeda Motor hanya Picu Angkutan Umum Tambah Penuh Sesak
Ganjil Genap Ingin Diberlakukan...
Ganjil Genap Ingin Diberlakukan Kembali, Ini Syarat dari Polda Metro Jaya
Organda Sebut Pengecualian...
Organda Sebut Pengecualian Angkutan Online di Kawasan Ganjil Genap Langgar Putusan MA
Terapkan Ganjil Genap...
Terapkan Ganjil Genap di Masa Pandemi, Anies Diminta Naik Angkutan Umum
Wakil Ketua DPRD DKI...
Wakil Ketua DPRD DKI Minta Sistem Ganjil Genap di Jakarta Tidak Dihapus
Ganjil Genap Diterapkan,...
Ganjil Genap Diterapkan, Kadishub DKI Tegaskan Angkutan Umum Siap Digunakan
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
7 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
9 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
10 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
11 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
11 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
12 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved