Ahli UGM: Palu-Donggala Berada di Zona Benturan Tiga Lempeng Dunia

Rabu, 03 Oktober 2018 - 11:28 WIB
Ahli UGM: Palu-Donggala...
Ahli UGM: Palu-Donggala Berada di Zona Benturan Tiga Lempeng Dunia
A A A
YOGYAKARTA - Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah ternyata berada di titik pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia yakni lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Pertemuan tiga lempeng ini menjadikan daerah Palu dan Doggala rawan gempa.

"Pergerakan lempeng-lempeng itu mendorong pergerakan sesar Palu Koro yang mengakibatkan gempa pekan lalu. Sesar ini tergolong aktif karena pergerakannya mencapai 45 milimeter per tahun," kata Ahli Geologi UGM, Prof Subagyo Pramumijoyo saat ditemui di Departemen Geologi Fakultas Teknik UGM, Selasa (2/10/2018).

Menurut Subagyo, gempa di Sulawesi Jumat lalu itu mekanismenya sesar geser yang tidak menimbulkan perubahan volume air laut atau tidak memicu tsunami. Nah, tsunami yang kemarin muncul dimungkinkan adanya longsoran sedimen bawah laut yang besar sebagai akibat pergesaran lempeng.

"Lokasi Palu yang berada di ujung teluk yang sempit. Bentuk teluk yang menyempit ke daratan menjadikan gelombang tsunami mengarah ke Kota Palu. Energi Gelombang tsunami akan makin menguat ke arah yang dangkal," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM, Djati Mardiatno menyebut kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah Sulawesi Tengah dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami masih kurang. "Daerah Palu dan Donggala sebenarnya telah diidentifikasi sebagai daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Bahkan, telah dimasukkan dalam zona merah rawan gempa," katanya.

Melihat potensi dan ancaman bencana di Palu semestinya masyarakat dan pemerintah sudah siap. Namun melihat dampak gempa serta banyaknya fasilitas umum yang roboh membuat pertanyaan akan keseriusan pemerintah dalam mengurangi risiko ancaman gempa bumi.

Menurutnyua ke depan penataan ruang harus memperhatikan potensi dan ancaman bencana guna meminimalkan risiko akibat bencana. Konsep tata ruang dan wilayah seharusnya mengindahkan risiko bencana alam dengan tidak mengizinkan pendirian permukiman di daerah rawan bencana.
(amm)
Berita Terkait
Gempa M5,0 Guncang Palu...
Gempa M5,0 Guncang Palu Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Ziarah Empat Tahun Bencana...
Ziarah Empat Tahun Bencana Gempa Palu
Bahas Penanganan Likuifaksi,...
Bahas Penanganan Likuifaksi, Aktivis Perempuan Palu Wakili Indonesia di AYIMUN 2022
Deretan Gempa Bumi yang...
Deretan Gempa Bumi yang Paling Mematikan di Indonesia
Bupati Donggala Penuhi...
Bupati Donggala Penuhi Janji Serahkan Aset Pemkab Donggala ke Pemko Palu
6 Tahun Tsunami Palu,...
6 Tahun Tsunami Palu, BMKG Perkuat Peringatan Dini Gempa yang Akurat
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
6 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
8 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
8 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved