Pemkot Depok Gelontorkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sulsel
Selasa, 02 Oktober 2018 - 20:50 WIB
Pemkot Depok Gelontorkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sulsel
A
A
A
DEPOK - Pemerintah Kota Depok akan memberikan bantuan sebesar Rp400 juta bagi korban bencana di Palu, Sulawesi Selatan. Bantuan itu diharapkan mampu meringankan beban para korban di sana.
"Untuk Lombok kemarin lebih dari Rp500 juta. Kemungkinan untuk Kota Palu akan lebih. Tadi pak wali kota mau lihat dulu sisa dari dana kita saat ini berapa. Nanti akan disampaikan beliau,” kata Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, Selasa (2/10/2018).
Dirinya juga mengimbau warga yang ingin memberikan bantuan bagi para korban. Donasi terbuka pun dilakukan untuk menambah bantuan.
“Yang pasti kami tidak akan diam. Kami juga mengimbau pada masayarakat silahkan jika ingin melalui kami atau mau langsung silahkan," tukasnya.
Pradi juga mengimbau pegawainya untuk ikut berpartisipasi membantu. Selain itu juga diimbau untuk melakukan doa bersama. "Acara doa bersama dengan PNS ini dipimpin wali kota," ungkapnya.
Dia juga mengingatkan, selain bantuan yang sifatnya mendesak, hal yang tak kalah penting dari musibah ini adalah dana untuk pemulihan. "Ini yang dibutuhkan bukan bantuan sesaat saja, tapi pemulihan juga butuh biaya besar," ucapnya.
Sementara itu, satu keluarga di Depok juga menjadi korban yang selamat. Mereka adalah, Fitria, M Irwan Safrudin dan anaknya, Sakinah Rafanda Safrudin (5). Namun satu keluarga itu kesulitan kembali ke Depok karena terkendala biaya.
Asmat, orang tua Fitria mengatakan, awalnya dia sempat panik mendengar peristiwa tersebut. Anaknya tinggal di Palu karena ikut suaminya. Dia sangat khawatir karena tempat tinggal anak dan mantunya tidak jauh dari laut.
"Saya nekat mau ke sana tapi dilarang. Takutnya disana malah hilang. Kalau istri saya sudah nangis mulu pas dengar berita itu," katanya di rumahnya di RT 5 RW19, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.
Dia dan istrinya berhari-hari menanti kabar sampai dilanda rasa tidak tenang. Baru tiga hari setelah kejadian Asmat dapat kabar kalau anak cucunya selamat.
"Kemarin malam akhirnya ada yang ngabarin. Ada yang telepon kemari, katanya anak cucu dan mantu saya ketemu. Mereka cuma punya pakaian yang ada di badan. Tapi alhmdulillah mereka selamat," ucapnya penuh syukur.
Namun yang dia rasakan saat ini adalah kecemasan anaknya. Pasalnya mereka sekeluarga kesulitan ingin ke Depok. "Kalau urusan makan katanya aman. Cuma sulit air. Anak saya ingin pulang, tapi mereka kagak punya ongkos. Kasihan, cucu saya katanya trauma berat," katanya.
Beruntung dia mendapat bantuan dari tetangga dan saudara. Asmat pun sudah mentransfer uang lebih dari Rp2 juta pada anaknya. "Alhamdulillah tadi pagi sudah saya kirim (transfer), mudah-mudahan cukup dah buat ongkos mereka pulang ke Depok. Kabar tadi pagi yang saya dapat mereka sekarang lagi antri nunggu giliran naik pesawat TNI. Katanya nanti anak-anak sama perempuan dulu, laki-laki belakangan. Tapi enggak tahu kapan, katanya banyak banget yang kaya mereka," pungkasnya.
"Untuk Lombok kemarin lebih dari Rp500 juta. Kemungkinan untuk Kota Palu akan lebih. Tadi pak wali kota mau lihat dulu sisa dari dana kita saat ini berapa. Nanti akan disampaikan beliau,” kata Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, Selasa (2/10/2018).
Dirinya juga mengimbau warga yang ingin memberikan bantuan bagi para korban. Donasi terbuka pun dilakukan untuk menambah bantuan.
“Yang pasti kami tidak akan diam. Kami juga mengimbau pada masayarakat silahkan jika ingin melalui kami atau mau langsung silahkan," tukasnya.
Pradi juga mengimbau pegawainya untuk ikut berpartisipasi membantu. Selain itu juga diimbau untuk melakukan doa bersama. "Acara doa bersama dengan PNS ini dipimpin wali kota," ungkapnya.
Dia juga mengingatkan, selain bantuan yang sifatnya mendesak, hal yang tak kalah penting dari musibah ini adalah dana untuk pemulihan. "Ini yang dibutuhkan bukan bantuan sesaat saja, tapi pemulihan juga butuh biaya besar," ucapnya.
Sementara itu, satu keluarga di Depok juga menjadi korban yang selamat. Mereka adalah, Fitria, M Irwan Safrudin dan anaknya, Sakinah Rafanda Safrudin (5). Namun satu keluarga itu kesulitan kembali ke Depok karena terkendala biaya.
Asmat, orang tua Fitria mengatakan, awalnya dia sempat panik mendengar peristiwa tersebut. Anaknya tinggal di Palu karena ikut suaminya. Dia sangat khawatir karena tempat tinggal anak dan mantunya tidak jauh dari laut.
"Saya nekat mau ke sana tapi dilarang. Takutnya disana malah hilang. Kalau istri saya sudah nangis mulu pas dengar berita itu," katanya di rumahnya di RT 5 RW19, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.
Dia dan istrinya berhari-hari menanti kabar sampai dilanda rasa tidak tenang. Baru tiga hari setelah kejadian Asmat dapat kabar kalau anak cucunya selamat.
"Kemarin malam akhirnya ada yang ngabarin. Ada yang telepon kemari, katanya anak cucu dan mantu saya ketemu. Mereka cuma punya pakaian yang ada di badan. Tapi alhmdulillah mereka selamat," ucapnya penuh syukur.
Namun yang dia rasakan saat ini adalah kecemasan anaknya. Pasalnya mereka sekeluarga kesulitan ingin ke Depok. "Kalau urusan makan katanya aman. Cuma sulit air. Anak saya ingin pulang, tapi mereka kagak punya ongkos. Kasihan, cucu saya katanya trauma berat," katanya.
Beruntung dia mendapat bantuan dari tetangga dan saudara. Asmat pun sudah mentransfer uang lebih dari Rp2 juta pada anaknya. "Alhamdulillah tadi pagi sudah saya kirim (transfer), mudah-mudahan cukup dah buat ongkos mereka pulang ke Depok. Kabar tadi pagi yang saya dapat mereka sekarang lagi antri nunggu giliran naik pesawat TNI. Katanya nanti anak-anak sama perempuan dulu, laki-laki belakangan. Tapi enggak tahu kapan, katanya banyak banget yang kaya mereka," pungkasnya.
(ysw)