TNI dan Polri Harus Memberikan Rasa Aman di Tengah Bencana Gempa
Senin, 01 Oktober 2018 - 16:17 WIB
TNI dan Polri Harus Memberikan Rasa Aman di Tengah Bencana Gempa
A
A
A
JAKARTA - Ribuan personel TNI-Polri dikirim ke Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah untuk menolong korban gempa serta tsunami. Hadirnya aparat keamanan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi termasuk memberikan rasa aman di tengah berlangsungnya suasana bencana.
"Kami memberikan apresiasi atas cepatnya Kapolri dan Panglima TNI menggerakkan anggota di lapangan membantu korban gempa dan menjaga harta benda milik masyarakat setempat," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dalam keterangannya, Senin (1/10/2018).
Mantan anggota Kompolnas ini mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kehadiran anggota TNI dan Polri termasuk tim SAR sangat membantu terutama dalam melakukan proses evakuasi. Apalagi lagi masih banyak warga yang belum ditemukan karena tertimpa reruntuhan bangunan.
“Penjarahan yang dilakukan korban gempa termasuk isu penghadangan logistik sangat menarik untuk disikapi. Kami yakin TNI dan Polri bisa mengatasi semuanya,” tambah pakar hukum dan kepolisian ini.Berdasarkan data BNPB, hingga saat ini korban jiwa akibat gempa dan tsunami 844 orang meninggal dunia. Di Palu 821 meninggal dunia 744 sudah teridentifikasi. Jenazah terus berdatangan. Di Kabupaten Donggala 11 jiwa, Parigi Mauntong 12 jiwa, Sigi belum dapat data. Sementara korban luka berat sebanyak 632 orang dan mereka dirawat di sejumlah rumah sakit.
"Kami memberikan apresiasi atas cepatnya Kapolri dan Panglima TNI menggerakkan anggota di lapangan membantu korban gempa dan menjaga harta benda milik masyarakat setempat," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dalam keterangannya, Senin (1/10/2018).
Mantan anggota Kompolnas ini mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kehadiran anggota TNI dan Polri termasuk tim SAR sangat membantu terutama dalam melakukan proses evakuasi. Apalagi lagi masih banyak warga yang belum ditemukan karena tertimpa reruntuhan bangunan.
“Penjarahan yang dilakukan korban gempa termasuk isu penghadangan logistik sangat menarik untuk disikapi. Kami yakin TNI dan Polri bisa mengatasi semuanya,” tambah pakar hukum dan kepolisian ini.Berdasarkan data BNPB, hingga saat ini korban jiwa akibat gempa dan tsunami 844 orang meninggal dunia. Di Palu 821 meninggal dunia 744 sudah teridentifikasi. Jenazah terus berdatangan. Di Kabupaten Donggala 11 jiwa, Parigi Mauntong 12 jiwa, Sigi belum dapat data. Sementara korban luka berat sebanyak 632 orang dan mereka dirawat di sejumlah rumah sakit.
(poe)