Akses Terputus, Nasib 3 Kabupaten di Sulteng Kian Kelam
Senin, 01 Oktober 2018 - 11:42 WIB
Akses Terputus, Nasib 3 Kabupaten di Sulteng Kian Kelam
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum dapat merilis situasi dan kondisi korban di tiga kabupaten terdampak gempa Sulawesi Tengah pada Jumat petang lalu (28/9/2018).
Ketiga daerah yakni Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum bisa ditangani dengan baik karena akses terputus. Selain listrik padam dan komunikasi terputus, jalan menuju daerah itu ada yang rusak dan mengalami longsor.
"Hingga saat ini baru Kota Palu yang dapat diperoleh data dampak dan penanganan bencana. Sedangkan di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum ada laporan karena listrik padam dan komunikasi putus," kata Sutopo dalam keterangannya Minggu (30/9/2018).
(Baca Juga: Listrik dan BBM Jadi Kendala dalam Penanganan Gempa dan Tsunami di Palu )
Bahkan Sutopo mengatakan ada kendala dalam melakukan evakuasi terhadap korban, termasuk alat berat yang belum memungkinkan. Selain itu, pascagempa dan tsunami yang menghancurkan Kota Palu ternyata ada kebakaran-kebakaran kecil yang bisa disebut collateraldemits dan bencana susulan lainnya.
Akibat gempa ini, kondisi jalan di Palu dan Kabupaten Donggala masih sulit dilalui dalam pengerahan personel, kendaran dan juga alat berat. Meski demikian, pemerintah telah mengirimkan surat kawat agar kepala daerah setempat menetapkan masa tanggap darurat.
"BNPB mendampingi (memperkuat) Pemda Provinsi dan pemda kabupaten/kota dalam penanganan tanggap darurat, baik pendampingan pendanaan, teknis manajerial, logistik peralatan dan tertib administrasi," lanjutnya. (Baca Juga: BNPB: 209 Gempa Susulan Terjadi di Sulawesi Tengah )
Sampai hari ini, sedikitnya tercatat 832 orang meninggal dunia terdiri dari di Kota Palu 821 orang dan Donggala 11 orang. 540 korban mengalami luka berat. Juga ada 16.732 jiwa yang mengungsi ke berbagai wilayah. ( Baca Juga: Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng Sangat Butuh Air Bersih dan Obat-obatan )
Ketiga daerah yakni Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum bisa ditangani dengan baik karena akses terputus. Selain listrik padam dan komunikasi terputus, jalan menuju daerah itu ada yang rusak dan mengalami longsor.
"Hingga saat ini baru Kota Palu yang dapat diperoleh data dampak dan penanganan bencana. Sedangkan di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum ada laporan karena listrik padam dan komunikasi putus," kata Sutopo dalam keterangannya Minggu (30/9/2018).
(Baca Juga: Listrik dan BBM Jadi Kendala dalam Penanganan Gempa dan Tsunami di Palu )
Bahkan Sutopo mengatakan ada kendala dalam melakukan evakuasi terhadap korban, termasuk alat berat yang belum memungkinkan. Selain itu, pascagempa dan tsunami yang menghancurkan Kota Palu ternyata ada kebakaran-kebakaran kecil yang bisa disebut collateraldemits dan bencana susulan lainnya.
Akibat gempa ini, kondisi jalan di Palu dan Kabupaten Donggala masih sulit dilalui dalam pengerahan personel, kendaran dan juga alat berat. Meski demikian, pemerintah telah mengirimkan surat kawat agar kepala daerah setempat menetapkan masa tanggap darurat.
"BNPB mendampingi (memperkuat) Pemda Provinsi dan pemda kabupaten/kota dalam penanganan tanggap darurat, baik pendampingan pendanaan, teknis manajerial, logistik peralatan dan tertib administrasi," lanjutnya. (Baca Juga: BNPB: 209 Gempa Susulan Terjadi di Sulawesi Tengah )
Sampai hari ini, sedikitnya tercatat 832 orang meninggal dunia terdiri dari di Kota Palu 821 orang dan Donggala 11 orang. 540 korban mengalami luka berat. Juga ada 16.732 jiwa yang mengungsi ke berbagai wilayah. ( Baca Juga: Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng Sangat Butuh Air Bersih dan Obat-obatan )
(rhs)