PT KAI Tawarkan ARRT untuk Atasi Kemacetan Bandung
Jum'at, 14 September 2018 - 17:35 WIB
PT KAI Tawarkan ARRT untuk Atasi Kemacetan Bandung
A
A
A
BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan solusi mengatasi kemacetan kepada Pemerintah Kota Bandung, melalui penggunaan moda transportasi berbasis kereta api autonomous rail rapid transit (ARRT).
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, kemacetan di Kota Bandung saat ini harus sudah dicarikan solusinya. Volume kendaraan meningkat tajam saat weekand, mengakibatkan ruas utama di kota ini mengalami kemacetan cukup parah.
“Kami mencoba membantu mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Bisa membuat kereta ringan atau sistem transportasi baru ARRT. Sistem ini bagus dan murah,” kata Edi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (14/9/2018).
Menurut dia, moda transportasi asal China ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki moda transportasi massal lainnya. Mencakup efisien, murah, dan hemat energi. ARRT menggunakan tenaga baterai yang bisa diisi sambil naik dan turunkan penumpang. Dengan pengisian 10 menit, kereta tersebut mampu berjalan 25 km.
“Kereta ini tidak menggunakan besi. Tapi pakai tract virtual sehingga lebih murah. Daya tampung satu wagon bisa 100 orang. Kalau empat wagon, bisa 400 orang,” beber dia.
Untuk penggunaan moda transportasi tersebut di Bandung perlu pembahasan lebih lanjut. Bandung tetap harus mencari moda transportasi yang menguntungkan dan mampu mengurai kemacetan.
Wakil Wali Kota Bandung Oded Danial mengatakan, moda tersebut bisa digunakan di beberapa jalan utama yang sering dilanda kemacetan, seperti Asia Afrika, Cicaheum, Soekarno Hatta, dan lainnya. “Kalau ini jadi dipakai, ini tidak mengganti LRT, tapi menambah saja. Dari sisi harga juga murah,” imbuh Oded.
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, kemacetan di Kota Bandung saat ini harus sudah dicarikan solusinya. Volume kendaraan meningkat tajam saat weekand, mengakibatkan ruas utama di kota ini mengalami kemacetan cukup parah.
“Kami mencoba membantu mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Bisa membuat kereta ringan atau sistem transportasi baru ARRT. Sistem ini bagus dan murah,” kata Edi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (14/9/2018).
Menurut dia, moda transportasi asal China ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki moda transportasi massal lainnya. Mencakup efisien, murah, dan hemat energi. ARRT menggunakan tenaga baterai yang bisa diisi sambil naik dan turunkan penumpang. Dengan pengisian 10 menit, kereta tersebut mampu berjalan 25 km.
“Kereta ini tidak menggunakan besi. Tapi pakai tract virtual sehingga lebih murah. Daya tampung satu wagon bisa 100 orang. Kalau empat wagon, bisa 400 orang,” beber dia.
Untuk penggunaan moda transportasi tersebut di Bandung perlu pembahasan lebih lanjut. Bandung tetap harus mencari moda transportasi yang menguntungkan dan mampu mengurai kemacetan.
Wakil Wali Kota Bandung Oded Danial mengatakan, moda tersebut bisa digunakan di beberapa jalan utama yang sering dilanda kemacetan, seperti Asia Afrika, Cicaheum, Soekarno Hatta, dan lainnya. “Kalau ini jadi dipakai, ini tidak mengganti LRT, tapi menambah saja. Dari sisi harga juga murah,” imbuh Oded.
(wib)