Bandit Jalanan Modus Pecah Ban Dibekuk, 5 Pelaku Masih Buron
Selasa, 11 September 2018 - 17:02 WIB
Bandit Jalanan Modus Pecah Ban Dibekuk, 5 Pelaku Masih Buron
A
A
A
JAKARTA - Berulang kali melakukan aksinya, bandit jalanan modus pecah ban, Masri (40) dan Zulkifli (43) dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara. Terakhir, mereka melakukan aksinya di pom bensin Shell Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Mereka dibekuk tanpa ampun usai melakukan aksinya di Pom Bensin Shell, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat 7 September 2018. Barang bukti berupa paku, ponsel, dan uang tunai USD800 hasil kejahatan diamankan Polisi.
Kapolsek Penjaringan, AKBP Rahmat Sumekar mengatakan kriminalitas yang dilakukan komplotan ini cukup meresahkan. Bermodal paku beton, mereka kemudian melubangi kendaraan korban, membuat kendaraan terhenti.
Saat lengah, komplotan ini kemudian mencuri barang bawaan korbannya. “Kini kami tengah memburu lima pelaku lainnya yang terlibat dalam kejadian ini,” kata Rahmat, Selasa (11/9/2018).
Dalam menjalankan aksinya, Kapolsek mengatakan pelaku kerap kali menyasar korbannya yang baru keluar dari ATM. Dari ketujuh orang ini, mereka saling berbagi peran.
Mulai dari menggembosi mobil korbannya, memberitahukan korbannya, mengalihkan perhatian, hingga mencuri barang dilakukan secara serempak dan terorganisir baik. “Mereka cukup meresahkan. Sudah banyak yang melaporkan hal ini ke kami,” tegas Rahmat.
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Mustakim mengatakan terkuaknya kasus itu bermula saat pihaknya mendapat laporan dari warga yang kehilangan uang sebesar USD 800.
Olah tkp dilakukan di salah satu pom bensin shell di kawasan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin 3 September 2018 lalu. Dari rekaman CCTV, polisi menemukan pelat nomer kendaraan yang digunakan pelaku. Semenjak itu perburuan dilakukan. “Pelat ini berdomisili di Jakarta Selatan. Sejak itu kami berburu pelaku,” kata Mustakim.
Empat hari setelah berburu, titik kian terlihat. Perburuan terhadap pelaku berbuah hasil. Kelompok ini hendak pulang kampung usai melakukan aksinya di Jakarta, mereka mencoba terbang lewat Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
“Disini kami amankan dua pelaku saat hendak boarding. Lima lainnya berhasil melarikan diri,” kata Mustakim yang mengatakan keduanya merupakan residivis kasus yang sama.
Mereka dibekuk tanpa ampun usai melakukan aksinya di Pom Bensin Shell, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat 7 September 2018. Barang bukti berupa paku, ponsel, dan uang tunai USD800 hasil kejahatan diamankan Polisi.
Kapolsek Penjaringan, AKBP Rahmat Sumekar mengatakan kriminalitas yang dilakukan komplotan ini cukup meresahkan. Bermodal paku beton, mereka kemudian melubangi kendaraan korban, membuat kendaraan terhenti.
Saat lengah, komplotan ini kemudian mencuri barang bawaan korbannya. “Kini kami tengah memburu lima pelaku lainnya yang terlibat dalam kejadian ini,” kata Rahmat, Selasa (11/9/2018).
Dalam menjalankan aksinya, Kapolsek mengatakan pelaku kerap kali menyasar korbannya yang baru keluar dari ATM. Dari ketujuh orang ini, mereka saling berbagi peran.
Mulai dari menggembosi mobil korbannya, memberitahukan korbannya, mengalihkan perhatian, hingga mencuri barang dilakukan secara serempak dan terorganisir baik. “Mereka cukup meresahkan. Sudah banyak yang melaporkan hal ini ke kami,” tegas Rahmat.
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Mustakim mengatakan terkuaknya kasus itu bermula saat pihaknya mendapat laporan dari warga yang kehilangan uang sebesar USD 800.
Olah tkp dilakukan di salah satu pom bensin shell di kawasan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin 3 September 2018 lalu. Dari rekaman CCTV, polisi menemukan pelat nomer kendaraan yang digunakan pelaku. Semenjak itu perburuan dilakukan. “Pelat ini berdomisili di Jakarta Selatan. Sejak itu kami berburu pelaku,” kata Mustakim.
Empat hari setelah berburu, titik kian terlihat. Perburuan terhadap pelaku berbuah hasil. Kelompok ini hendak pulang kampung usai melakukan aksinya di Jakarta, mereka mencoba terbang lewat Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
“Disini kami amankan dua pelaku saat hendak boarding. Lima lainnya berhasil melarikan diri,” kata Mustakim yang mengatakan keduanya merupakan residivis kasus yang sama.
(ysw)