Kariya, Tradisi Pingitan Gadis Muna Sebelum Beranjak Dewasa

Jum'at, 07 September 2018 - 21:05 WIB
Kariya, Tradisi Pingitan...
Kariya, Tradisi Pingitan Gadis Muna Sebelum Beranjak Dewasa
A A A
KENDARI - Lima gadis, mengenakan pakaian adat Kabupaten Muna, keluar rumah berajalan di atas kain putih menuju satu tempat, untuk menjalani prosesi adat, yang digelar di Lorong Dolog, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis petang 6 September 2018, kemarin.

Lima gadis ini, baru saja menjalani prosesi adat Kariya, dalam bahasa Muna, artinya Pingitan. Kariya, berasal dari kata 'Kari', berarti pembersihan.

Filosifi Kariya (pingitan), proses pembersihan diri seorang perempuan, menjelang dewasa atau masa peralihan sebelum berumah tangga.

Inilah alasan La Hole warga asal Kabupaten Muna, saat ini berdomisili di Lorong Dolog, Kota Kendari, untuk menggelar Kariya bagi sejumlah anak gadisnya.

"Anak saya yang pertama yang rencana menikah, kemudian kebetulan mempunyai adik-adik yang sudah dewasa semua, dasar inilah sehingga saya berupaya sedimikian rupa, supaya saya melakukan kegiatan pingitan ini, yang merupakan adat (Muna) masih betul-betul dipegang teguh atau yang sedang berlangsung setiap remaja-remaja yang sudah dewasa" jelas La Hole.

Menurut La Hole, Kariya yang dijalani lima anak gadisnya beranjak dewasa ini, dipingit di satu ruangan dua hari, dua malam, tanpa penerang lampu, bahkan tanpa bantal dan selimut. Selama itu, para gadis yang dipingit, juga diberi petuah atau nasihat.

Prosesi ritual Kariya (pingitan), hingga saat ini masih digelar masyarakat Muna, meskipun berada di perantauan, ditangapi positif pendiri Yayasan Pelesetarian Budaya Lakilaponto, Umar Bonte, saat ini menjadi Anggota DPRD Kendari.

Menurut Umar Bonte, budaya Kariya atau pingitan ini, sangat bermakna, karena ini pemberisihan bagi para gadis beranjak dewasa atau sebelum membina rumah tangga, dan acara seperti ini sangat dinantikan masyarakat, khususnya para gadis di Kabupaten Muna.

"Jadi masyarakat Muna itu, menempatkan perempuan dalam posisi tertinggi, sebab bagi anak-anak perempuan oleh orang tuanya dianggap sebagai anugrah. Oleh karena itu, prosesi Kariya ini sangat dibutuhkan bagi semua kalangan masyarakat Muna" kata Umar Bonte.

Yayasan Pelestarian Budaya Lakilaponto, didirikan menurut Umar, untuk melestarikan budaya Muna, meskipun berada di luar Kabupaten Muna.
(sms)
Berita Terkait
Raja Galuh Pakuan Anugerahkan...
Raja Galuh Pakuan Anugerahkan Gelar Adat ke Tine Yowargana, Ini Alasannya
Pesta Adat Tu Barania...
Pesta Adat Tu Barania Sudiang Abadikan Nilai Budaya Leluhur
Ribuan Wisatawan Ikuti...
Ribuan Wisatawan Ikuti Pesta Adat Seren Taun Kesepuhan Cisungsang
Bersama Dinasti Nusantara,...
Bersama Dinasti Nusantara, Raja-Sultan Madura Siap Menangkan Ganjar
Lestarikan Budaya Melayu,...
Lestarikan Budaya Melayu, GMC Kalteng Gelar Lomba Pantun
Lestarikan Budaya, Majelis...
Lestarikan Budaya, Majelis Taklim Pelatihan Membaca Kitab Aksara Arab Melayu
Berita Terkini
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
9 menit yang lalu
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
9 menit yang lalu
Kebakaran di Tambora...
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 250 Warga Mengungsi
30 menit yang lalu
Jalan Ambles di Lenteng...
Jalan Ambles di Lenteng Agung Arah Depok, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
1 jam yang lalu
Awas! Ruas Jalan di...
Awas! Ruas Jalan di Lenteng Agung Ambles, Satu Jalur Tak Bisa Digunakan
1 jam yang lalu
Wujud Syukur 1 Dekade...
Wujud Syukur 1 Dekade Perjalanan, Environesia Group Salurkan 10 Hewan Kurban di Iduladha 1447 H
2 jam yang lalu
Infografis
Hal yang Wajib Diperhatikan...
Hal yang Wajib Diperhatikan Orang Tua sebelum Titipkan Anak ke Daycare
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved