Sumsel Darurat Narkoba, Tiap Bulan 5 Kilogram Sabu Masuk dan Beredar

Jum'at, 07 September 2018 - 09:46 WIB
Sumsel Darurat Narkoba,...
Sumsel Darurat Narkoba, Tiap Bulan 5 Kilogram Sabu Masuk dan Beredar
A A A
PALEMBANG - Tindakan mencegah dan memerangi narkoba harus terus dilakukan melibatkan seluruh komponan masyarakat. Pasalnya, Sumsel telah menjadi salah satu tujuan para pengedar untuk menjalankan bisnis haramnya.

Satu dari dua pengedar yang ditangkap petugas dari Direktorat Polda Sumsel di Kabupaten PALI, Kamis (6/9/2018) Didit Permadi mengaku, bisnis haram yang telah ditekuni selama tiga tahun tersebut mampu mengedarkan sabu sekitar lima kilogram setiap bulan.

Didit merupakan satu dari tiga pengedar yang diincar petugas. Didit beruntung tidak ditembak mati, hanya dihadiahi peluruh pada bagian pantat.

Sementara rekannya Heriyanto, warga Air Itam, Penukal, Kabupaten PALI tewas ditembak karena melakukan perlawanan saat penangkapan pada Kamis 6 September 2018 siang. Sedangkan satu tersangka lainya berhasil kabur.

Dari penangkapan ini, diamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2 Kg yang dibungkus dalam kemasan teh Cina. "Saat hendak terjadi transaksi, tersangka Heriyanto sadar bahwa yang memesan polisi, kemudian melawan dan melarikan diri. Kepada tersangka yang kabur kami tegaskan untuk secepatnya menyerahkan diri, karena cepat atau lambat hidup atau mati akan kami tangkap," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dalam pres release di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kamis (6/9/2018) malam.

Kapolda menyatakan, peredaran narkoba di Sumsel sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu kepolisian khususnya Polda Sumsel berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba ini.
Tersangka Heriyanto yang ditembak mati ini termasuk jaringan pengedar narkoba asal Aceh. Untuk itu, pihak terus melakukan pendalaman apakah terkait dengan jaringan yang ditembak mati oleh BNNP Sumsel, belum lama ini.
Terpisah, selama tahun 2018 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel menyatakan telah memberikan tindakan tegas dengan menembak mati empat sindikat narkotika dengan barang bukti jenis sabu sebanyak 25 kilogram.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan, masuknya narkoba ke Sumsel sebagian besar dari Aceh, Medan dan Riau menggunakan jalur darat dan laut. Jalur laut masuk melalui jalur tikus menuju kawasan TAA dan juga Tulung Selapan OKI.

“Pada tahun 2018 ini yang ditembak mati sebanyak empat orang tersangka. Dari hasil penangkapan sudah ada tersangka yang dijerat tindak pidana pencucian uang. Untuk penyalahgunaan narkotika di Sumsel mencapain100 ribu orang sehingga setiap bulan setidaknya 10 kilogram narkotika yang masuk,” ungkapnya dalam acara sosialisasi bahaya narkoba di OKU Timur.
(ysw)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
31 menit yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
1 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
3 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
4 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
5 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved