Bangun Sumur Bor di Lombok, Ahli ITB Survei Titik Mata Air di Pengungsian
Rabu, 29 Agustus 2018 - 11:17 WIB
Bangun Sumur Bor di Lombok, Ahli ITB Survei Titik Mata Air di Pengungsian
A
A
A
BANDUNG - Satgas Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan survei ke sejumlah titik pengungsian untuk memetakan pembangunan sumber mata air seperti sumur bor. Survei dilakukan sebelum tim melakukan pengeboran air untuk kebutuhan pengungsi.
Dalam siaran pers ITB, Rabu (29/8/2018) survei dipimpin Dr Bagus Endar dari Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks ITB. Menurut dia, di Lombok Utara kondisi geologisnya itu terdiri dari pasir yang lepas, vulkanik dari gunung berapi.
“Pasirnya seolah-olah menjadi cairan dan naik ke atas, mengakibatkan sumur-sumur menjadi dangkal, memenuhi sumur sampai ke muka air tanah,” bebernya.
Lokasi sumur di tiap daerah, kata dia, dicari dan dilihat posisinya. Sumur yang masih memiliki air, diperiksa kualitas airnya seperti tingkat keasaman atau PH, tingkat kehantaran listrik atau konduktivitas, kolom air, dan suhu. Air dikatakan memiliki PH yang baik dan bisa digunakan sebagai sumber air minum jika berada pada PH seimbang yaitu sekitar PH 7.
Menurut dia, air baku merupakan air yang sudah bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari selain untuk minum. Air baku menjadi masalah serius di daerah terdampak gempa di Lombok, terutama di daerah Kabupaten Lombok Utara yang dekat dengan pusat gempa dan paling parah mengalami kerusakan. Kalaupun ada sumur, belum tentu airnya juga ada.
Tim ITB, kata dia, akan membantu pembuatan sumur bor. Pengeboran tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama pada tiap sumur karena beberapa daerah mempunyai kondisi tanah berbeda. Sehingga diperlukan perlakuan khusus pada mata bor.
Dalam siaran pers ITB, Rabu (29/8/2018) survei dipimpin Dr Bagus Endar dari Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks ITB. Menurut dia, di Lombok Utara kondisi geologisnya itu terdiri dari pasir yang lepas, vulkanik dari gunung berapi.
“Pasirnya seolah-olah menjadi cairan dan naik ke atas, mengakibatkan sumur-sumur menjadi dangkal, memenuhi sumur sampai ke muka air tanah,” bebernya.
Lokasi sumur di tiap daerah, kata dia, dicari dan dilihat posisinya. Sumur yang masih memiliki air, diperiksa kualitas airnya seperti tingkat keasaman atau PH, tingkat kehantaran listrik atau konduktivitas, kolom air, dan suhu. Air dikatakan memiliki PH yang baik dan bisa digunakan sebagai sumber air minum jika berada pada PH seimbang yaitu sekitar PH 7.
Menurut dia, air baku merupakan air yang sudah bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari selain untuk minum. Air baku menjadi masalah serius di daerah terdampak gempa di Lombok, terutama di daerah Kabupaten Lombok Utara yang dekat dengan pusat gempa dan paling parah mengalami kerusakan. Kalaupun ada sumur, belum tentu airnya juga ada.
Tim ITB, kata dia, akan membantu pembuatan sumur bor. Pengeboran tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama pada tiap sumur karena beberapa daerah mempunyai kondisi tanah berbeda. Sehingga diperlukan perlakuan khusus pada mata bor.
(wib)