Kebiadapan Paman yang Menyekap 2 Balita Hingga Luka dan Kelaparan
Jum'at, 24 Agustus 2018 - 21:39 WIB
Kebiadapan Paman yang Menyekap 2 Balita Hingga Luka dan Kelaparan
A
A
A
BATAM - Rahman (4) dan Akbar (3) kakak beradik ditemukan warga dan polisi dalam kondisi memprihatinkan di ruang kosong samping rumah milik pamannya Suryanto di Perumahan Central Park, Tanjung Uncang, Batam, Jumat (24/8/2018). Saat ditemukan kondisi kedua bocah malang ini penuh lumpur dan kelaparan. Ketika tubuh mungil kedua bocah ini dibersihkan oleh warga dan polisi. Berdasarkan pengamatan MNC Media, ditemukan bekas luka dan koreng di tubuh kedua bocah malang ini. Di dahi dan punggung ada bekas luka memar.
Bagian kuku jari tangan juga ada luka lebam seperti bekas terjepit atau luka dalam. Bahkan tangan kiri Akbar agak bengkok yang diduga bekas patah dan dibiarkan hingga melengkung. Di wajah sebelah kiri Akbar pun masih terlihat luka memar antara telinga dan pipinya.
Kapolsek Batu Aji Kompol Syafrudin Dalimunthe mengatakan, kedua bocah malang ini diduga disekap di ruang kosong tanpa atap oleh paman kandungnya sejak dua tahun lalu.
Ruangan itu ditutup dengan triplek dan hanya berlantai tanah tempat berteduh kedua bocah tersebut hanya bangku yang ditutup terpal.
Di ruang tersebut juga ditemukan piring plastik dan bekas tempurung kelapa. Diduga kedua bocah ini diberi makan di piring plastik dan bekas tempurung kelapa itu.
Menurut Kapolsek, anggotanya yang datang ke lokasi saat melakukan olah TKP juga menemukan beberapa potong kayu dan besi yang diduga digunakan untuk memukul kedua korban.
“Kondisi kedua korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Selain ketakutan kedua bocah malang ini terus menangis karena lapar dan dalam kondisi demam,” kata Kompol Syafruddin Dalimunthe, Jumat (24/8/2018).
Saat diberi makan keduanya terlihat sangat lahap menyantap makanan tersebut. Bahkan dua bungkus nasi yang diberikan anggota Polsek kepada Akbar habis dilahap bocah ini.
"Jika dilihat dari kondisi kedua anak tersebut sepertinya bukan satu kali saja keduanya dikurung di dalam gudang dan jarang diberi makanan. Kemungkinan selama ini tidak diurus atau ditelantarkan karena saat diperiksa Akbar menderita busung lapar," ujar Kapolsek.
Rahman dan Akbar adalah keponakan dari Suryanto yang dititipkan padanya sejak 2,5 tahun lalu. Orangtua korban saat ini bekerja sebagai TKI di Timor Leste.
"Menurut pengakuan Suryanto, dirinya memang mengurung kedua anak tersebut di dalam gudang tempat keduanya ditemukan hingga malam. Suryanto juga mengaku pernah memukul kedua anak tersebut karena bandel," timpal Kapolsek.
Kapolsek juga menyayangkan sikap Suryanto kepada kedua keponakannya tersebut. Padahal dari pengakuan Suryanto, orangtua kedua bocah malang ini rutin mengiriminya duit antara 2,5 -3 juta perbulannya untuk Akbar dan Rahman.
Menurut Kapolsek, pihaknya telah menghubungi kedua orangtua Akbar dan Rahman lewat ponsel milik Suryanto yang disita polisi. "Yang saya sayangkan Suryanto kurang kooperatif dalam pemeriksaan," tandasnya.
Bagian kuku jari tangan juga ada luka lebam seperti bekas terjepit atau luka dalam. Bahkan tangan kiri Akbar agak bengkok yang diduga bekas patah dan dibiarkan hingga melengkung. Di wajah sebelah kiri Akbar pun masih terlihat luka memar antara telinga dan pipinya.
Kapolsek Batu Aji Kompol Syafrudin Dalimunthe mengatakan, kedua bocah malang ini diduga disekap di ruang kosong tanpa atap oleh paman kandungnya sejak dua tahun lalu.
Ruangan itu ditutup dengan triplek dan hanya berlantai tanah tempat berteduh kedua bocah tersebut hanya bangku yang ditutup terpal.
Di ruang tersebut juga ditemukan piring plastik dan bekas tempurung kelapa. Diduga kedua bocah ini diberi makan di piring plastik dan bekas tempurung kelapa itu.
Menurut Kapolsek, anggotanya yang datang ke lokasi saat melakukan olah TKP juga menemukan beberapa potong kayu dan besi yang diduga digunakan untuk memukul kedua korban.
“Kondisi kedua korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Selain ketakutan kedua bocah malang ini terus menangis karena lapar dan dalam kondisi demam,” kata Kompol Syafruddin Dalimunthe, Jumat (24/8/2018).
Saat diberi makan keduanya terlihat sangat lahap menyantap makanan tersebut. Bahkan dua bungkus nasi yang diberikan anggota Polsek kepada Akbar habis dilahap bocah ini.
"Jika dilihat dari kondisi kedua anak tersebut sepertinya bukan satu kali saja keduanya dikurung di dalam gudang dan jarang diberi makanan. Kemungkinan selama ini tidak diurus atau ditelantarkan karena saat diperiksa Akbar menderita busung lapar," ujar Kapolsek.
Rahman dan Akbar adalah keponakan dari Suryanto yang dititipkan padanya sejak 2,5 tahun lalu. Orangtua korban saat ini bekerja sebagai TKI di Timor Leste.
"Menurut pengakuan Suryanto, dirinya memang mengurung kedua anak tersebut di dalam gudang tempat keduanya ditemukan hingga malam. Suryanto juga mengaku pernah memukul kedua anak tersebut karena bandel," timpal Kapolsek.
Kapolsek juga menyayangkan sikap Suryanto kepada kedua keponakannya tersebut. Padahal dari pengakuan Suryanto, orangtua kedua bocah malang ini rutin mengiriminya duit antara 2,5 -3 juta perbulannya untuk Akbar dan Rahman.
Menurut Kapolsek, pihaknya telah menghubungi kedua orangtua Akbar dan Rahman lewat ponsel milik Suryanto yang disita polisi. "Yang saya sayangkan Suryanto kurang kooperatif dalam pemeriksaan," tandasnya.
(sms)