Tak Dapat Kursi Wagub DKI, Ini Saran Pengamat untuk PKS

Jum'at, 24 Agustus 2018 - 08:08 WIB
Tak Dapat Kursi Wagub...
Tak Dapat Kursi Wagub DKI, Ini Saran Pengamat untuk PKS
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyarankan, Partai Gerindra menghormati keinginan PKS untuk menempati kadernya menggantikan posisi Sandiaga Uno sebagai Wagub DKI Jakarta. Alasannya, PKS sudah mengalah kepada Gerindra untuk tidak memasang kadernya mendampingi Anies Baswedan pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

"PKS sudah terlalu baik dengan teman sekutunya yakni Gerindra. Kader PKS mengalah pada waktu itu, demi paket Anies-Sandi. Padahal, pada waktu itu Mardani Ali Sera sudah angkat bendera," kata Pangi kepada SINDOnews, Kamis 23 Agustus 2018.

Tidak hanya itu, kata Pangi, PKS juga mengalah pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 saat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju bersama Ketua Umum PAN saat itu yakni Hatta Rajasa.

"Pada pilpres 2014, lagi-lagi PKS mengalah mengusung cawapres dari kadernya demi pakat Prabowo-Hatta. Lalu pada Pilgub Jabar, lagi-lagi PKS mengalah demi paket kader Gerindra yaitu Sudrajat-Syaikhu. Andai saja kalau simulasinya adalah Dedi Mizwar-Syaikhu. Dipastikan paket ini menang," katanya.

Tidak hanya itu, kata dia, hal tersebut terulang kembali pada Pilpres 2019. "Yang awalnya PKS engak mau kasih kendor, tetap perang urat saraf agar kadernya menjadi cawapres. Ujungnya lagi-lagi PKS mengalah demi paket Prabowo-Sandi," terang Pangi.

Apabila PKS kembali mengalah untuk kursi DKI 2, kata dia, sebaiknya partai berlambang padi dan bulan sabit kembar itu mengkaji kembali berkoalisi dengan Gerindra.

"Kalau untuk posisi wagub PKS mengalah lagi, saya pikir lebih baik PKS evaluasi dukungan terhadap Prabowo, karena untuk apa berkoalisi kalau tidak ada azaz saling menguntungkan," katanya. (Baca juga: Pengganti Sandi, Gerindra Disarankan Hormati Perasaan Teman "Sekutu" )

Menurut Pangi, selama berkoalisi dengan Gerindra, PKS belum mendapatkan keuntungan. "Majunya Prabowo, apakah PKS dapat untung? Insentif coattail effect hanya menguntungkan Gerindra bukan PKS. Ketika Anies-Sandi di Pilkada Jakarta, PKS juga tidak mendapatkan keuntungan apa-apa, malah posisi PKS bisa berpotensi terpuruk di DKI Jakarta," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Survei IPO: Anies Baswedan...
Survei IPO: Anies Baswedan Kepala Daerah Paling Responsif Tangani Covid-19
Anies Bersyukur Jakarta...
Anies Bersyukur Jakarta Jadi Provinsi Paling Demokratis se-Indonesia
Sindir Anies, Warganet...
Sindir Anies, Warganet : Piagam dan Piala Seabrek Gagal Tangani Banjir
Selesai Salat Subuh...
Selesai Salat Subuh di Masjid Nurul Abrar, Anies Cek Piano di Gereja Sion
Kembali Bangun Musala...
Kembali Bangun Musala di Halte Transjakarta, Nitizen : Masya Allah Pak Anies
Soal Izin Reklamasi...
Soal Izin Reklamasi Ancol, Anies: Nanti Dijelasin Lengkap Sekalian
Berita Terkini
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
8 menit yang lalu
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
13 menit yang lalu
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
36 menit yang lalu
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
1 jam yang lalu
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
1 jam yang lalu
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
2 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved