Sistem Ganjil Genap di Depok, Pengamat: Jangan Menzalimi Warga
Minggu, 19 Agustus 2018 - 21:33 WIB
Sistem Ganjil Genap di Depok, Pengamat: Jangan Menzalimi Warga
A
A
A
DEPOK - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menerapkan ganjil genap di Jalan Raya Margonda pada Sabtu dan Minggu, dinilai cukup bagus. Hanya saja hal itu bisa berdampak buruk pada roda perekonomian di ruas jalan tersebut.
"Kebijakan yang bagus bagi Kota Depok. Tapi Pemkot Depok juga harus belajar dari Pemrov DKI Jakarta," ujar Pengamat Transportasi Universitas Katholik Soegijaprana Djoko Setidjowarno, Minggu (19/8/2018).
Menurut dia, keberadaan jalan raya bertujuan untuk mobilisasi warga dan mereka berhak menggunakannya. Maka dari itu, mobilisasi di jalan raya harus diatur, karena kapasitas jalan terbatas.
"Sementara jumlah kendaraan bermotor kian bertambah. Makanya wacana ganjil genap harus dipersiapkan matang," tandasnya. (Baca juga: Pemkot Depok Akan Terapkan Ganjil Genap di Jalan Margonda)
Adapun persiapan matang yang ia maksud yakni aksesibilitas transportasi umum harus bagus dan bisa dijangkau kawasan perumahan dan pemukiman. Setidaknya setiap berjalan kaki maksimal 500 meter sudah dapat halte bus.
"Minimal fasilitas angkutan umum harus ada dulu. Kalau itu tidak disediakan, menzalimi warga namanya. Depok sudah terlambat menata transportasi umum," tandasnya.
Menurut dia, aturan itu pasti berdampak luas. Apalagi Jalan Margonda merupakan jantung ekonomi Kota Depok.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana menuturkan, sistem ganjil genap barulah wacana. Saat ini masih dalam tahap kajian. Diperkirakan kajian tersebut selesai akhir bulan ini.
"Finalisasi direncanakan selesai akhir bulan ini. Setelah itu dilakukan diskusi, uji publik dan evaluasi," katanya.
Wacana ini dimunculkan sebagai alternatif penguraian kepadatan kendaraan di Jalan Raya Margonda pada akhir pekan. Sebab pergerakan kendaraaan pada akhir pekan di Kota Depok sangat tinggi.
“Hampir semua pergerakan ada dalam Depok. Ini yang menyebabkan terjadinya tumpukan kendaraan pada akhir pekan,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Raya Margonda dari Utara-Selatan (dua arah) pada Minggu sore sebanyak 7.836 kendaraan per jam. Pada Minggu siang tercatat 7.746 kendaraan per jam dan minggu pagi sebanyak 6.428 kendaraan per jam.
Sedangkan pada week day tercatat sebanyak 7.621 kendaraan per jam pada sore hari. "Sedangkan siang hari sebanyak 3.827 kendaraan per jam dan pagi sebanyak 3.254 kendaran per jam," pungkasnya.
"Kebijakan yang bagus bagi Kota Depok. Tapi Pemkot Depok juga harus belajar dari Pemrov DKI Jakarta," ujar Pengamat Transportasi Universitas Katholik Soegijaprana Djoko Setidjowarno, Minggu (19/8/2018).
Menurut dia, keberadaan jalan raya bertujuan untuk mobilisasi warga dan mereka berhak menggunakannya. Maka dari itu, mobilisasi di jalan raya harus diatur, karena kapasitas jalan terbatas.
"Sementara jumlah kendaraan bermotor kian bertambah. Makanya wacana ganjil genap harus dipersiapkan matang," tandasnya. (Baca juga: Pemkot Depok Akan Terapkan Ganjil Genap di Jalan Margonda)
Adapun persiapan matang yang ia maksud yakni aksesibilitas transportasi umum harus bagus dan bisa dijangkau kawasan perumahan dan pemukiman. Setidaknya setiap berjalan kaki maksimal 500 meter sudah dapat halte bus.
"Minimal fasilitas angkutan umum harus ada dulu. Kalau itu tidak disediakan, menzalimi warga namanya. Depok sudah terlambat menata transportasi umum," tandasnya.
Menurut dia, aturan itu pasti berdampak luas. Apalagi Jalan Margonda merupakan jantung ekonomi Kota Depok.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana menuturkan, sistem ganjil genap barulah wacana. Saat ini masih dalam tahap kajian. Diperkirakan kajian tersebut selesai akhir bulan ini.
"Finalisasi direncanakan selesai akhir bulan ini. Setelah itu dilakukan diskusi, uji publik dan evaluasi," katanya.
Wacana ini dimunculkan sebagai alternatif penguraian kepadatan kendaraan di Jalan Raya Margonda pada akhir pekan. Sebab pergerakan kendaraaan pada akhir pekan di Kota Depok sangat tinggi.
“Hampir semua pergerakan ada dalam Depok. Ini yang menyebabkan terjadinya tumpukan kendaraan pada akhir pekan,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Raya Margonda dari Utara-Selatan (dua arah) pada Minggu sore sebanyak 7.836 kendaraan per jam. Pada Minggu siang tercatat 7.746 kendaraan per jam dan minggu pagi sebanyak 6.428 kendaraan per jam.
Sedangkan pada week day tercatat sebanyak 7.621 kendaraan per jam pada sore hari. "Sedangkan siang hari sebanyak 3.827 kendaraan per jam dan pagi sebanyak 3.254 kendaran per jam," pungkasnya.
(thm)