Jaga Citra Asian Games, Pembakar Hutan Harus Ditindak Tegas
Senin, 06 Agustus 2018 - 16:32 WIB
Jaga Citra Asian Games, Pembakar Hutan Harus Ditindak Tegas
A
A
A
JAKARTA - Polri harus menindak tegas pelaku pembakaran hutan yang akan mengakibatkan terganggunya pelaksanaan Asian Games di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Apalagi event ini merupakan pertaruhan nama baik Indonesia di mata dunia.
Anggota DPR Ahmad Sahroni Sahroni mengatakan, selama ini kabut asap menjadi momok tersendiri bagi Indonesa, khususnya di sejumlah pulau seperti Kalimantan dan Sumatera, termasuk Sumatera Selatan. Di samping peran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan jajarannya untuk mensosialisasikan bahaya kebakaran ladang dan hutan serta memberikan sanksi bagi perusahaan yang kedapatan sengaja melakukan pembakaran, menurut Sahroni, aspek penegakan hukum sangat vital.
“Pemberian sanksi pidana secara tegas terhadap pelaku pembakaran ladang dan hutan harus dilakukan oleh Polri, terlebih dengan adanya pelaksanaan Asian games. Event ini sekaligus pertaruhan Indonesia di mata internasional,” kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin (6/8/2018).
Ia juga meminta masyarakat setempat sadar dan mendukung penuh pelaksanaan Asian Games. Salah satunya dengan melaporkan bila melihat aktivitas pembakaran hutan atau menemukan titik api ke Satgas Kahutla.
“Ayo kita dukung pelaksanaan Asian Games di Indonesia. Buktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah dengan mewujudkan Indonesia bebas asap,” tutur anggota Komisi III DPR ini seraya mengingatkan data BMKG yang menyebutkan 34 titik panas terpantau di Sumsel dan Riau, akhir Juli lalu.
Tak hanya kabut asap, Sahroni yakin Polri dibantu TNI mampu melakukan pengamanan Asian Games, entah itu ancaman terorisme maupun kejahatan lain. Ia mengapresiasi kemampuan Polri meminimalisir terjadinya terorisme dengan melakukan penangkapan 242 orang pascabom Surabaya. Dari jumlah itu, 21 orang di antaranya meninggal dunia karena melakukan perlawanan.
Lebih lanjut ia mendukung penuh ditempatkannya pos gabungan Polri, TNI serta instansi lainnya seperti pemadam kebakaran, Basarnas, dan BNPB hingga penggunaan ratusan CCTV untuk mengawasi keamanan di daerah pelaksanaan Asian Games.
“Keamanan menjadi faktor krusial berhasilnya perhelatan Asian Games. Saya apresiasi Polri, TNI dan berbagai instansi lain yang mendukung pengamanan Asian games. Jangan sampai atlet Indonesia dan mancanegara terganggu karena adanya kejahatan,” tandasnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut tim Satgas Gakkum akan menindak tegas setiap pelaku pembakaran lahan. Dia meminta kapolda dan kapolres bertindak tegas atas kejahatan ini.
Ia telah memberikan instruksi kepada kapolda dan kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan dan memprosesnya sesuai aturan berlaku untuk memberikan efek jera. “Tidak ada toleransi, siapa saja yang bakar lahan langsung tangkap dan proses. Tapi sosialisasi juga harus tetap jalan supaya masyarakat paham,” katra Kapolri kepada media massa usai kegiatan apel Karhutla di rumah dinas Gubernur Sumsel, Jumat 3 Agustus 2018.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yakin ancaman asap saat perhelatan Asian Games tidak akan terjadi, khususnya di Palembang. Hadi membeberkan, tim Satgas Karhutla telah melakukan berbagai upaya, di antaranya membasahi lahan gambut dan memonitor agar lahan gambut tetap basah.
Bahkan untuk pemantauan lahan agar tetap basah, dilakukan patroli selama 24 jam di 55 desa berpotensi tawan kebakaran. Termasuk penempatan 400 orang satgas gabungan yang terdiri TNI-Polri dan 810 personel pemadaman dari pihak swasta.
Anggota DPR Ahmad Sahroni Sahroni mengatakan, selama ini kabut asap menjadi momok tersendiri bagi Indonesa, khususnya di sejumlah pulau seperti Kalimantan dan Sumatera, termasuk Sumatera Selatan. Di samping peran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan jajarannya untuk mensosialisasikan bahaya kebakaran ladang dan hutan serta memberikan sanksi bagi perusahaan yang kedapatan sengaja melakukan pembakaran, menurut Sahroni, aspek penegakan hukum sangat vital.
“Pemberian sanksi pidana secara tegas terhadap pelaku pembakaran ladang dan hutan harus dilakukan oleh Polri, terlebih dengan adanya pelaksanaan Asian games. Event ini sekaligus pertaruhan Indonesia di mata internasional,” kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin (6/8/2018).
Ia juga meminta masyarakat setempat sadar dan mendukung penuh pelaksanaan Asian Games. Salah satunya dengan melaporkan bila melihat aktivitas pembakaran hutan atau menemukan titik api ke Satgas Kahutla.
“Ayo kita dukung pelaksanaan Asian Games di Indonesia. Buktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah dengan mewujudkan Indonesia bebas asap,” tutur anggota Komisi III DPR ini seraya mengingatkan data BMKG yang menyebutkan 34 titik panas terpantau di Sumsel dan Riau, akhir Juli lalu.
Tak hanya kabut asap, Sahroni yakin Polri dibantu TNI mampu melakukan pengamanan Asian Games, entah itu ancaman terorisme maupun kejahatan lain. Ia mengapresiasi kemampuan Polri meminimalisir terjadinya terorisme dengan melakukan penangkapan 242 orang pascabom Surabaya. Dari jumlah itu, 21 orang di antaranya meninggal dunia karena melakukan perlawanan.
Lebih lanjut ia mendukung penuh ditempatkannya pos gabungan Polri, TNI serta instansi lainnya seperti pemadam kebakaran, Basarnas, dan BNPB hingga penggunaan ratusan CCTV untuk mengawasi keamanan di daerah pelaksanaan Asian Games.
“Keamanan menjadi faktor krusial berhasilnya perhelatan Asian Games. Saya apresiasi Polri, TNI dan berbagai instansi lain yang mendukung pengamanan Asian games. Jangan sampai atlet Indonesia dan mancanegara terganggu karena adanya kejahatan,” tandasnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut tim Satgas Gakkum akan menindak tegas setiap pelaku pembakaran lahan. Dia meminta kapolda dan kapolres bertindak tegas atas kejahatan ini.
Ia telah memberikan instruksi kepada kapolda dan kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan dan memprosesnya sesuai aturan berlaku untuk memberikan efek jera. “Tidak ada toleransi, siapa saja yang bakar lahan langsung tangkap dan proses. Tapi sosialisasi juga harus tetap jalan supaya masyarakat paham,” katra Kapolri kepada media massa usai kegiatan apel Karhutla di rumah dinas Gubernur Sumsel, Jumat 3 Agustus 2018.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yakin ancaman asap saat perhelatan Asian Games tidak akan terjadi, khususnya di Palembang. Hadi membeberkan, tim Satgas Karhutla telah melakukan berbagai upaya, di antaranya membasahi lahan gambut dan memonitor agar lahan gambut tetap basah.
Bahkan untuk pemantauan lahan agar tetap basah, dilakukan patroli selama 24 jam di 55 desa berpotensi tawan kebakaran. Termasuk penempatan 400 orang satgas gabungan yang terdiri TNI-Polri dan 810 personel pemadaman dari pihak swasta.
(poe)