DKI Siapkan Koridor Bus Transjakarta Baru untuk Asian Games 2018

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 23:14 WIB
DKI Siapkan Koridor...
DKI Siapkan Koridor Bus Transjakarta Baru untuk Asian Games 2018
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI menambah empat trayek baru bus Transjakarta di kawasan ganjil genap. Empat trayek tersebut rencananya hanya beroperasi selama Asian Games berlangsung.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, untuk mendukung pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap perlu adanya angkutan pendukung demi kemudahan aksesibilitas masyarakat. Untuk itu, kata dia, Dishub menugaskan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyediakan layanan bus dalam rangka pembatasan lalu lintas dengan sisitem ganjil genap selama masa penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Kami telah memodifikasi trayek di kawasan yang terimbas ganjil genap agar bisa terakomodir angkutan umum. Intinya tidak boleh lebih dari 20% bersinggungan dengan trayek lain," kata Andri Yansyah saat dihubungi pada Jumat (3/8/2018).

Andri menjelaskan, layanan trayek baru bus Transjakarta nanti, tidak menutup kemungkinan dapat diperpanjang setelah Asian Games berbarengan dengan rencana perpanjangan berlakunya sistem ganjil genap. "Nanti kita evaluasi. Kalau ganjil genap diperpanjang setelah Asian Games, ya layanan trayek juga diperpanjang," pungkasnya.

Adapun jumlah bus yang disediakan, Andri menuturkan, akan disesuaikan dengan demand yang ada. Bus yang akan digunakan nanti pastinya memiliki pintu low entry. Sehingga, penumpang bus dapat turun dari kiri jalan.

"Bus itu juga bisa masuk ke koridor bus Transjakarta. Jadi kalau diluar koridor, penumpang bisa turun di kiri jalan menggunakan low entry," ujarnya.

Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo mengungkapkan, ada kenaikan penumpang bus pasca adanya sistem ganjil genap. Namun, dia belum dapat memastikan apakah kenaikan penumpang tersebut dampak dari ganjil-genap atau bukan.

"Penumpang bus pada Kamis, 2 Agustus 2018 kemarin mencapai 590.716. Ada kenaikan dibandingkan Kamis, 26 Juli 2018 lalu hanya 564.905. Tapi harus ada kajian bila kenaikan akibat ganjil genap. Kami belum lakukan kajian karena implementasinya baru dua hari," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Dukung Penerapan Ganjil...
Dukung Penerapan Ganjil Genap, Transjakarta Sesuaikan Jadwal Layanan Mulai 6 Juni
Ganjil Genap di Jakarta...
Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Jam Berapa?
Uji Coba Ganjil Genap...
Uji Coba Ganjil Genap Hari Pertama, Ratusan Kendaraan Masih Nekat Masuk Puncak
Besok, Transjakarta...
Besok, Transjakarta Tambah 155 Bus
Jadwal dan Rute Ganjil...
Jadwal dan Rute Ganjil Genap Jakarta 2025
4 Tips Hadapi Ganjil...
4 Tips Hadapi Ganjil Genap Jakarta, Nomor 2 Tinggal Duduk Manis
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
5 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
5 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
7 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
8 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
8 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
9 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved