Solusi Macet, Flyover RE Martadinata Bogor Dibangun Agustus

Rabu, 25 Juli 2018 - 04:02 WIB
Solusi Macet, Flyover...
Solusi Macet, Flyover RE Martadinata Bogor Dibangun Agustus
A A A
BOGOR - Setelah cukup lama tertunda, rencana pembangunan flyover atau jalan layang untuk mengatasi kemacetan akibat perlintasan sebidang di Jalan Raya RE Martadinata, Bogor Tengah, Kota Bogor, bakal segera terwujud. Proyek yang molor sejak dua tahun silam itu kini dalam tahapan penyelesaian pembebasan lahan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menyebutkan, flyover di Jalan RE Martadinata akan dibangun mulai tahun ini dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sebesar Rp105 miliar.

"Ya, saat ini kami sedang melakukan musyawarah harga pembebasan lahan dengan warga yang terdampak pembangunan cepat selesai," ujar Chusnul di Balai Kota Bogor, Selasa (24/7/2018).

Pihaknya menargetkan proses musyawarah harga pembebasan lahan ini harus selesai awal Agustus. Sebab, diperkirakan pekerja fisik pembangunan harus dilakukan pertengahan Agustus, terlebih proses lelangnya sudah dilakukan Kementerian PUPR.

"Di 2016 dan 2017 kami sudah melakukan pembebasan lahan dan 2018 ini masih ada lahan yang harus dibebaskan sesuai hasil finalisasi desain Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dengan anggaran Rp14 miliar," ungkapnya.

Chusnul menyebutkan, total anggaran untuk pembangunan flyover RE Martadinata dari Kementerian PUPR sebesar Rp105 miliar dengan skema anggaran multiyears dan ditargetkan 2019 sudah bisa difungsikan.

"Penyesuaian desain sudah dilakukan di 2018 ini, kami hanya mendapatkan hasil pembangunan saja karena semua proses lelang dan pembangunan dilakukan pusat (Kemen PUPR)," katanya.

Upaya Pemkot Bogor yang akan merealisasikan pembangunan jembatan layang di Jalan RE Martadinata mendapat sambutan positif dari sejumlah kalangan. Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Laniasari, menegaskan, intensitas kereta api yang memotong Jalan RE Martadinata menjadi penyebab antrean kendaraan kerap mengular. Kondisi semakin parah akibat badan jalan yang cenderung sempit.

"Jadi, kalau memang ada flyover, pengendara tidak perlu lagi menunggu kereta untuk lewat. Sehingga lalu lalang kereta setiap tiga sampai lima menit sekali, tak berdampak lagi terhadap arus lalu lintas di Simpang Kebon itu," katanya.

Menurut dia, kepadatan di Jalan RE Martadinata sebenarnya sudah menjadi isu yang sering dikeluhkan publik. Bahkan, pihaknya kerap mendapat keluhan dan tuntutan langsung dari warga yang meminta solusi atas kemacetan itu.

"Saya sendiri kerap menjadi korban kemacetan perlintasan sebidang Jalan RE Martadinata, khususnya saat mengantar anak sekolah pada pagi hari dan pulang kerja pada sore hari," paparnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat berharap saat pelaksanaan pembangunan tidak ada penutupan di Jalan RE Martadinata. "Jalan tersebut sudah menjadi akses utama yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bogor Tengah dengan Bogor Barat. Mudah-mudahan permasalahan ini segera ada solusi," tegasnya.
(thm)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Penyekatan di Jalan...
Penyekatan di Jalan Raya Bogor-Jakarta, Antrean Kendaraan Mengular
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
3 Jalan Paling Macet...
3 Jalan Paling Macet di Bogor, Nomor 1 Nggak Bikin Kapok
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
2 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Tolak Gencatan...
Rusia Tolak Gencatan Senjata sebagai Solusi Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved