Cegah Kebakaran Hutan, Panglima TNI: Jangan Lengah Sedikitpun
Rabu, 25 Juli 2018 - 01:21 WIB
Cegah Kebakaran Hutan, Panglima TNI: Jangan Lengah Sedikitpun
A
A
A
PELEMBANG - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto turun langsung meninjau posko serta strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Langkah cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan mengingat pelaksanaan Asian Games sudah di depam mata.
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menekankan kepada Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda, dan Gubernur Sumsel agar bekerja sama untuk mensukseskan pelaksanaan penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan, kebun dan lahan.
“Dalam penanggulangan bencana kabut asap tidak boleh lengah sedikitpun. Gunakan teknologi yang ada sehingga kebakaran dapat terdeteksi dan tidak meluas ke daerah lain,sehingga tidak menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pesta olahraga Asian Games XVIII,” ujar Panglima TNI di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jalan Alternatif Bandara Sultan Mahmud Badarudin 2, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (24/7/2018).
Panglima TNI mengatakan, dukungan logistik yang diajukan Dansatgas Karhutla Provinsi Sumsel akan didukung oleh Mabes TNI dan kekurangan personel dalam menanggulangi karhutla di wilayah Sumsel akan dikirim dari pusat. Panglima TNI juga menekankan kepada unsur terkait, khususnya BPBD, agar segera merencanakan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam rangka mengatasi kebakaran.
Langkah yang tepat untuk mengatasi ganguan asap dapat dilakukan dengan membuat modifikasi cuaca hujan buatan dan mengidentifikasi daerah kemungkinan penyumbang asap terbesar apabila terjadi kebakaran. “Bencana yang terjadi di wilayah Palembang harus mendapat perhatian khusus karena menyangkut harga diri bangsa terkait dengan penyelenggaraan kegiatan Asian Games 2018,” katanya.
Berdasarkan laporan BMKG Sumsel, hampir sebagian besar masuk wilayah merah, yang berarti besarnya potensi terjadi kebakaran lahan dan hutan. Hanya di pinggir pantai saja yang berwarna biru. Karenanya, diperlukan cara bertindak yang tepat, dimulai dari identifikasi hingga penindakan.
“Besok sudah diprediksi warna merahnya sudah berkurang berganti warna kuning, kemungkinan terjadi kelembaban atau hujan. Dapat ditarik kesimpulan kecil bahwa melihat yang pertama dari karakter tanah adalah tanah gambut, tanah tidak akan kebakar apabila kondisi basah,” ucapnya.
Adapun strategi kedua yang dapat dilakukan yaitu dengan mengidentifikasi daerah kemungkinan penyumbang asap terbesar apabila terjadi kebakaran. “Terdapat 55 desa dan sesuai dengan prediksi angin dari Timur menuju ke Utara, Barat, sehingga berdampak terhadap Stadion akan dipenuhi dengan asap. Ada 33 desa yang sangat berpotensi diantara 55 desa tersebut, sehingga strategi pencegahannya akan ditempatkan personel gabungan TNI dan Polri,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menekankan kepada Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda, dan Gubernur Sumsel agar bekerja sama untuk mensukseskan pelaksanaan penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan, kebun dan lahan.
“Dalam penanggulangan bencana kabut asap tidak boleh lengah sedikitpun. Gunakan teknologi yang ada sehingga kebakaran dapat terdeteksi dan tidak meluas ke daerah lain,sehingga tidak menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pesta olahraga Asian Games XVIII,” ujar Panglima TNI di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jalan Alternatif Bandara Sultan Mahmud Badarudin 2, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (24/7/2018).
Panglima TNI mengatakan, dukungan logistik yang diajukan Dansatgas Karhutla Provinsi Sumsel akan didukung oleh Mabes TNI dan kekurangan personel dalam menanggulangi karhutla di wilayah Sumsel akan dikirim dari pusat. Panglima TNI juga menekankan kepada unsur terkait, khususnya BPBD, agar segera merencanakan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam rangka mengatasi kebakaran.
Langkah yang tepat untuk mengatasi ganguan asap dapat dilakukan dengan membuat modifikasi cuaca hujan buatan dan mengidentifikasi daerah kemungkinan penyumbang asap terbesar apabila terjadi kebakaran. “Bencana yang terjadi di wilayah Palembang harus mendapat perhatian khusus karena menyangkut harga diri bangsa terkait dengan penyelenggaraan kegiatan Asian Games 2018,” katanya.
Berdasarkan laporan BMKG Sumsel, hampir sebagian besar masuk wilayah merah, yang berarti besarnya potensi terjadi kebakaran lahan dan hutan. Hanya di pinggir pantai saja yang berwarna biru. Karenanya, diperlukan cara bertindak yang tepat, dimulai dari identifikasi hingga penindakan.
“Besok sudah diprediksi warna merahnya sudah berkurang berganti warna kuning, kemungkinan terjadi kelembaban atau hujan. Dapat ditarik kesimpulan kecil bahwa melihat yang pertama dari karakter tanah adalah tanah gambut, tanah tidak akan kebakar apabila kondisi basah,” ucapnya.
Adapun strategi kedua yang dapat dilakukan yaitu dengan mengidentifikasi daerah kemungkinan penyumbang asap terbesar apabila terjadi kebakaran. “Terdapat 55 desa dan sesuai dengan prediksi angin dari Timur menuju ke Utara, Barat, sehingga berdampak terhadap Stadion akan dipenuhi dengan asap. Ada 33 desa yang sangat berpotensi diantara 55 desa tersebut, sehingga strategi pencegahannya akan ditempatkan personel gabungan TNI dan Polri,” tandasnya.
(thm)