Pascatragedi KM Sinar Bangun, 41 Pelabuhan di Danau Toba Bakal Diaudit

Minggu, 15 Juli 2018 - 17:01 WIB
Pascatragedi KM Sinar...
Pascatragedi KM Sinar Bangun, 41 Pelabuhan di Danau Toba Bakal Diaudit
A A A
MEDAN - Pascatragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengaudit sedikitnya 41 pelabuhan di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Kemenhub secara perlahan melakukan pembenahan transportasi di kawasan Danau Toba, mulai dari pelabuhan-pelabuhan yang ada di Danau Toba hingga nakhodanya dan administrasi kapal. Kemenhub mencatat ada 41 pelabuhan terdapat di kawasan Danau Toba. Pelabuhan itu milik pemerintah atau milik perorangan.

"Hari Senin nanti kita akan rapat mengundang semua Bupati (di kawasan Danau Toba) untuk menentukan mana yang mau diresmikan. Kan harus ada penetapan lokasi dari Pak Menteri," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Minggu (15/7/2018).

Kata Budi, pelabuhan yang akan diresmikan pemerintah harus memenuhi standar. Yang terpenting adalah standar keselamatan. Kemenhub tidak ingin kejadian KM Sinar Bangun terulang lagi.

"Nah, yang lain kita tutup. Tapi yang akan kita resmikan harus memenuhi standar semuanya. Yang pertama untuk meningkatkan kualitas keselamatan. Karena memang keselamatan itu tidak bisa tidak, harus dipaksakan. Masyarakat di sini sudah cukup bagus juga untuk mengikuti, bahkan ada yang mau naik kapal dia bilang kok belum dicatat. Jadi ada kesadaran," jelasnya.

Berdasarkan pantauan di beberapa pelabuhan di Danau Toba, standar pelayaran ini memang sudah dilakukan. Contohnya, di Pelabuhan Ajibata Kabupaten Toba Samosir, setiap penumpang kapal feri mengisi daftar penumpang.

Di atas KMP Tao Toba juga sudah tersedia pelampung. Namun yang sangat disayangkan, pelampung itu hanya dipakai sebagian penumpang. Petugas kapal juga masih abaikan hal itu. Pelampung hanya dibiarkan jadi pajangan di dalam lemari penyimpanan.

Budi mengatakan akan melakukan perubahan untuk pengawasan perkapalan. Kemenhub akan mengubah kelembagaan di tingkat Dirjen Perhubungan Darat.

"Kalau sekarang ini kan yang bertanggung jawab mengelola itu ASDP, itu kan hanya setingkat Kasubdit. Sedangkan persoalan sungai danau dan penyeberangan itu cukup banyak di seluruh Indonesia. Nanti akan kita bentuk kelembagaan setingkat direktur eselon 2," tuturnya.
(zik)
Berita Terkait
Wajib Dikunjungi, 5...
Wajib Dikunjungi, 5 Danau Terbesar di Indonesia
Pembangunan Pelabuhan...
Pembangunan Pelabuhan di Danau Toba Ditargetkan Selesai September 2021
Perwakilan H2O Raimondo...
Perwakilan H2O Raimondo Di San Germano Ungkap Keunikan Balap Perahu Motor F1H20
Kegiatan Ekonomi dan...
Kegiatan Ekonomi dan Konservasi di Danau Toba Harus Dilakukan Seimbang
Erik Stark Juara Sprint...
Erik Stark Juara Sprint Race 2 F1 Powerboat Danau Toba
Besok Jokowi Resmikan...
Besok Jokowi Resmikan Pelabuhan Penyeberangan di Danau Toba, Intip Persiapannya
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
6 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
7 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
8 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
8 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
9 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
9 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved