Protes PPDB Online di Pemkot Tangsel, Ibu Hamil Keguguran

Jum'at, 13 Juli 2018 - 21:00 WIB
Protes PPDB Online di...
Protes PPDB Online di Pemkot Tangsel, Ibu Hamil Keguguran
A A A
TANGERANG SELATAN - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMP, di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, gagal dan berlangsung kacau.

Sejak pendaftaran peserta didik baru dibuka, hingga pengumuman hasil seleksi, terjadi kesalahan pada server PPDB Online yang membuat puluhan wali murid sangat dirugikan karena data anaknya hilang.

Seorang ibu yang sedang protes bersama puluhan wali murid lainnya di gedung Pemkot Tangsel, bernama Saidah, bahkan sampai mengalami keguguran kandungan.

"Saya lihat Ibu Saidah terlalu aktif tadi. Dia naik turun tangga Pemkot Tangsel, mencari Wali Kota Airin Rachmi Diany. Tetapi tidak ketemu," kata saksi mata, Dody Wijaya di Pemkot Tangsel, Jumat (13/7/2018).

Diduga karena kecapekan, Saidah jatuh pingsan dan mengalami pendarahan. Para wali murid yang melihatnya pun panik dan Saidah dilarikan ke rumah sakit.

"Sepertinya kecapean. Karena orangnya memang sangat aktif. Dia protes, karena nama anaknya hilang saat pengumuman hasil seleksi digantikan siswa lain yang nilainya lebih rendah," terangnya.

Dody merasakan hal yang sama. Dia protes bersama puluhan orang tua siswa lain, meminta kejelasan dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kami ke sini untuk bertemu Airin, tetapi katanya Airin tidak ada. Kami ingin menanyakan masalah anak kami, yang namanya tiba-tiba hilang digantikan siswa lain yang nilainya lebih rendah," jelasnya.

Saidah sendiri sempat mengatakan saat akan dibawa rumah sakit, bahwa dirinya mengalami keguguran karena protes PPDB di Tangsel yang kacau balau.
Protes PPDB Online di Pemkot Tangsel, Ibu Hamil Keguguran
"Saya keguguran karena menjadi korban pelaksanaan PPDB Online yang kacau balau dari Dinas Pendidikan. Sudah dua hari saya mondar mandir mengurus anak saya, tetapi tidak ada hasilnya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Kota Tangerang Selatan, Muslim Nur menegaskan, aturan zonasi memiliki tujuan memberikan akses seluas-luasnya kepada warga yang tinggal dekat sekolah.

"Tetapi praktiknya berlainan dan malah menimbulkan kekacauan. Harusnya seleksi zonasi dihapus saja, tapi ketentuan zonasi jangan dihapus. Zonasi bisa diatur di ketentuan umum saja," ungkapnya.

Diakuinya, kekacauan PPDB Online kali ke dua yang diselenggarakan di Kota Tangsel ini, lantaran sistem zonasi dijadikan sebagai alat seleksi dan ini masalahnya. (Baca juga: PPDB Online Tangsel Kacau, Siswa Nilai Rendah Geser NEM Tinggi )

"Selama ini zonasi jadi alat seleksi dan ini kerap membuat ricuh di masyarakat. Memang aturan ini benar, tapi tetap harus disesuaikan. Awalnya, aturan zonasi ditetapkan berbasis kecamatan," jelasnya.

Lantaran semrawut, maka tahun ini sistem zonasi ditetapkan berbasis kelurahan. Tetapi sama saja. Menurutnya, sistem zonasi yang ada memiliki keunggulan dan kelemahan, pada masing-masingnya.

"Tetapi nyatanya sama saja. Memang ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mau tingkat RT/RW pun bisa jadi sama. Tujuannya (zonasi) baik, agar masyarakat setempat bisa bersekolah," pungkasnya.

Salah seorang wali murid, Minan mengaku, dirinya ingin menanyakan data anaknya yang tiba-tiba hilang. Sehingga tidak diterima masuk ke SMPN 21 Kota Tangsel.

"Saya daftar sejak 11 Juli 2018, dan masuk. Namun saat pengumuman hasil seleksi, nama anak saya tidak ada dan hilang. Ini ada masalah apa," jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Isti, ibunda Putri. Nama anaknya juga hilang, sehingga tidak ada saat pengumuman. Padahal, saat pendaftaran anaknya masuk.

"Saya curiga, kenapa nama anak saya bisa hilang secara otomatis. Jadi bukan karena nilainya kalah tinggi. Tetapi hilang. Saya curiga ini permainan dinas menghapus anak saya dengan titipan," imbuhnya.
(mhd)
Berita Terkait
Penerimaan Siswa SDN-SMPN...
Penerimaan Siswa SDN-SMPN di Tangsel Pakai Sistem Online
Belum Siap, PPDB Kota...
Belum Siap, PPDB Kota Bekasi Batal Dibuka Hari Ini
Pendaftaran Penerimaan...
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru SMAN 70 Jakarta
Titip 5 Siswa di SMAN...
Titip 5 Siswa di SMAN 3 Tangsel, Lurah Saidun Menanti Sanksi Pidana hingga Kode Etik
Plt Kepala SMAN 3 Tangsel...
Plt Kepala SMAN 3 Tangsel Buka-bukaan soal Permintaan Jatah Kursi Siswa
Bela Saidun, Paguyuban...
Bela Saidun, Paguyuban Lurah Tangsel Minta Hentikan Bullying
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
7 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
7 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
8 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
8 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved