PKT di Bali Dimanfaatkan untuk Perbaikan Irigasi Subak

Sabtu, 07 Juli 2018 - 17:43 WIB
PKT di Bali Dimanfaatkan...
PKT di Bali Dimanfaatkan untuk Perbaikan Irigasi Subak
A A A
GIANYAR - Hiruk pikuk Program Padat Karya Tunai (PKT) tampak terlihat di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Seperti di dua desa yaitu Singakerta dan Sayan yang dikunjungi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, Jumat 6 Juli 2018.

Sekarang ini pemerintah memang mendorong dan pelaksanaan PKT di daerah-daerah. Program yang bertujuan menyerap tenaga kerja di desa-desa ini, diklaim masyarakat bermanfaat mengurangi pengangguran di desa-desa.

Di Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Salah satu program PKT dilaksanakan untuk pembuatan saluran irigasi subak delod desa yang bersumber dari dana desa sebesar Rp78.364.860.

Pengerjaannya menyerap tenaga kerja sebanyak 22 orang, dengan upah untuk tukang sebesar Rp100.000 dan buruh Rp80.000. Dilakukan secara swakelola dengan waktu pengerjaan 90 hari.

Kepala Subak Desa Singakerta, Gusti Ngurah Gede merasakan langsung manfaatnya program PKT dari dana desa. "Dengan adanya UU Desa, pemerintah beri bantuan yang bermanfaat untuk masyarakat kecil dan dampaknya terasa oleh kami anggota Subak," ujarnya saat ditemui di Desa Singakerta.

Subak untuk 86 KK dengan luas lahan 45 hektar ini, menghasilkan produksi 50 kg gabah/are. Subak ini terletak di samping jurang sehingga airnya tidak mengalir.

"Subak kami dari segi wilayah terlalu luas karena paling hilir dari 16 subak yang ada, dengan pembuatan irigasi ini diharapkan akan mempermudah aliran air," ujarnya.

Sama halnya dengan Desa Singakerta, di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar pun merasakan betul manfaat program padat karya dengan dana desa. Seperti yang dikatakan I Dewa Gede Agung, Kepala Desa Sayan, dana desa bermanfaat bagi tingkat perkembangan di desa.

"Tahun ini dialokasikan 289 juta untuk jalan lingkungan dengan paving , dengan panjang jalan 1446 m. Jalan ini membuka akses masuk ke areal pendidikan (SD,TK), Puskesmas, sarana olahraga, jalur pertanian dan pariwisata di tengah sawah."

Pengerjaan dilakukan selama 60 hari dengan menyerap tenaga kerja sekitar 36 orang dengan upah tukang Rp120.000 dan buruh Rp90.000 ribu.
(maf)
Berita Terkait
Jelang Puncak Pelaksanaan...
Jelang Puncak Pelaksanaan KTT G20, Begini Kesiapan Bali
Pemprov Jabar dan Bali...
Pemprov Jabar dan Bali Bahu Membahu Pulihkan UMKM
Pasang Penjor Sambut...
Pasang Penjor Sambut Delegasi KTT AIS 2023, Sekda Bali: Promosi bagi Indonesia
Wisata Bali Dibuka,...
Wisata Bali Dibuka, 1.500 Wisman Diharapkan Datang Per Hari
Kampung Bule Rusia di...
Kampung Bule Rusia di Ubud Bali Jadi Target Penertiban
RUU Bali Dibawa ke Paripurna,...
RUU Bali Dibawa ke Paripurna, Nyoman Parta: Dirancang dengan Filosofi Kearifan Lokal
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
44 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved