Kawasan Wisata Kali Besar Dibuka untuk Umum, Sandi: Tambah Aparat Satpol PP
Sabtu, 07 Juli 2018 - 09:58 WIB
Kawasan Wisata Kali Besar Dibuka untuk Umum, Sandi: Tambah Aparat Satpol PP
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno resmi membuka akses Koridor Kali Besar Tahap I, Jumat (6/7/2018). Ia mengatakan, setelah dibuka untuk umum, kawasan wisata Kali Besar hanya diperbolehkan untuk masyarakat, tidak diperkenankan untuk pedagang kecil dan tempat parkir kendaraan. Kawasan tersebut didesain untuk pejalan kaki.
"Iya, kita ingin warga weekend ini sudah bisa menikmati. Ini sudah dibuka semua, silakan masuk. Tapi tidak diperkenankan untuk pedagang kecil mandiri (dan) mobil masuk. Karena ini seperti kita lihat, batu-batunya memang didesain untuk pejalan kali," ujar Sandi di Jakarta, Sabtu (7/7/2018).
Ia menambahkan, nantinya petugas Satuan Polisi Pamong Praja akan ditambah untuk mengantisipasi masuknya pedagang dan pengunjung yang memarkir kendaraan di Kali Besar.
"Saya minta ditambah jumlah aparat Pol PP. Saya langsung pesan kepada Walikota Jakarta Barat Pak Rustam untuk memastikan ini dan saya akan memonitor secara jelimet, secara detail. Karena ini adalah showcase penataan Kota Tua pertama," lanjutnya.
Dia menuturkan nantinya kawasan tersebut diharapkan tidak lagi semrawut. "Kita harapannya bahwa ini yang akan membuat suatu lembaran baru. Kota Tua tidak lagi semrawut tapi punya ruang yang terbuka buat masyarakat dan bisa mengakses ke pelataran yang jadi pusat Kota Tua," kata politikus Partai Gerindra itu.
Tak hanya itu, Sandi juga meminta pihak kontraktor untuk memindahkan parkir meter lantaran kawasan tersebut digunakan pedestrian.
"Yang parkir meter coba nanti ditinjau lagi, karena menurut pihak kontraktor memang lebih baik diarahin untuk pedestrian free. Kalau parkir meternya sudah terpasang bisa kita pindah," ucapnya.
Ia menyebut nantinya di kawasan tersebut akan dibuka sebanyak 1.200 hingga 1.400 lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Adapun pedagang akan ditempatkan di lokasi binaan Kali Intan.
"Karena kawasan ini adalah 'pedestrian zone', kita tidak memperbolehkan kendaraan untuk parkir, pedagang kecil mandiri (PKM) juga tidak diarahkan di sini, tapi diarahkan di tempat penampungan di Kota Intan, lokasi binaannya di Kota Intan, dan di sini nantinya supaya retailnya hidup. Itu harapan kita, tadi saya hitung sekitar 1.200-1.400 lapangan kerja baru, jadi ini akan hidup," urainya.
Sandi menambahkan, nantinya revitalisasi tahap 2 dan tahap 3 harus dibuat lebih sederhana. Ia berharap kawasan tersebut dapat menciptakan kegiatan pariwisata dan ekonomi.
"Jadi ini pelajaran bagi kita juga, bagaimana nanti penataannya tahap kedua dan tahap ketiga harus dibuat lebih simpel, lebih 'less' birokratis dan kita pastikan bahwa ini bisa langsung digunakan untuk dimanfaatkan (oleh) masyarakat untuk menciptakan kegiatan pariwisata (dan) kegiatan ekonomi."
"Iya, kita ingin warga weekend ini sudah bisa menikmati. Ini sudah dibuka semua, silakan masuk. Tapi tidak diperkenankan untuk pedagang kecil mandiri (dan) mobil masuk. Karena ini seperti kita lihat, batu-batunya memang didesain untuk pejalan kali," ujar Sandi di Jakarta, Sabtu (7/7/2018).
Ia menambahkan, nantinya petugas Satuan Polisi Pamong Praja akan ditambah untuk mengantisipasi masuknya pedagang dan pengunjung yang memarkir kendaraan di Kali Besar.
"Saya minta ditambah jumlah aparat Pol PP. Saya langsung pesan kepada Walikota Jakarta Barat Pak Rustam untuk memastikan ini dan saya akan memonitor secara jelimet, secara detail. Karena ini adalah showcase penataan Kota Tua pertama," lanjutnya.
Dia menuturkan nantinya kawasan tersebut diharapkan tidak lagi semrawut. "Kita harapannya bahwa ini yang akan membuat suatu lembaran baru. Kota Tua tidak lagi semrawut tapi punya ruang yang terbuka buat masyarakat dan bisa mengakses ke pelataran yang jadi pusat Kota Tua," kata politikus Partai Gerindra itu.
Tak hanya itu, Sandi juga meminta pihak kontraktor untuk memindahkan parkir meter lantaran kawasan tersebut digunakan pedestrian.
"Yang parkir meter coba nanti ditinjau lagi, karena menurut pihak kontraktor memang lebih baik diarahin untuk pedestrian free. Kalau parkir meternya sudah terpasang bisa kita pindah," ucapnya.
Ia menyebut nantinya di kawasan tersebut akan dibuka sebanyak 1.200 hingga 1.400 lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Adapun pedagang akan ditempatkan di lokasi binaan Kali Intan.
"Karena kawasan ini adalah 'pedestrian zone', kita tidak memperbolehkan kendaraan untuk parkir, pedagang kecil mandiri (PKM) juga tidak diarahkan di sini, tapi diarahkan di tempat penampungan di Kota Intan, lokasi binaannya di Kota Intan, dan di sini nantinya supaya retailnya hidup. Itu harapan kita, tadi saya hitung sekitar 1.200-1.400 lapangan kerja baru, jadi ini akan hidup," urainya.
Sandi menambahkan, nantinya revitalisasi tahap 2 dan tahap 3 harus dibuat lebih sederhana. Ia berharap kawasan tersebut dapat menciptakan kegiatan pariwisata dan ekonomi.
"Jadi ini pelajaran bagi kita juga, bagaimana nanti penataannya tahap kedua dan tahap ketiga harus dibuat lebih simpel, lebih 'less' birokratis dan kita pastikan bahwa ini bisa langsung digunakan untuk dimanfaatkan (oleh) masyarakat untuk menciptakan kegiatan pariwisata (dan) kegiatan ekonomi."
(zik)