Apindo Sebut Karawang Darurat PHK

Sabtu, 07 Juli 2018 - 09:39 WIB
Apindo Sebut Karawang...
Apindo Sebut Karawang Darurat PHK
A A A
KARAWANG - Kabupaten Karawang mengalami darurat pemutusan hubungan kerja (PHK) dampak dari tingginya upah minimum kabupaten (UMK). Demikian dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karawang Abdul Syukur.

Maraknya PHK yang terjadi sekarang ini sudah diprediksi sejak tahun 2013 ketika pemerintah memutuskan menaikkan UMK menjadi yang tertinggi secara nasional. Saat itu Apindo sudah mengingatkan pemerintah dampak dari tingginya UMK di Karawang.

"Sekarang apa yang kita prediksi terjadi. Hingga pertengahan tahun 2018 ini saja sudah 11 ribu orang yang di-PHK. Itu belum dihitung jumlah perusahaan yang hengkang yang mencapai belasan perusahaan," kata Syukur, Jumat (6/7/2018).

Menurut Syukur, jika tidak segera diantisipasi dia memperkirakan banyak lagi perusahaan di sektor tekstil, sandang, dan kulit (TSK) yang akan melakukan PHK atau hengkang dari Karawang. Apindo memandang UMK tertinggi di Karawang saat ini membuat Kabupaten Karawang tidak lagi menjadi daerah tujuan investasi bagi perusahaan sektor TSK.

"Kita kalah dengan Subang, Garut, atau Majalengka yang sekarang menjadi tujuan investasi. Malah yang ada perusahaan yang sudah beroperasi malah pindah," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 2.000 karyawan sebuah perusahaan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pihak manajemen akibat efisiensi yang dilakukan perusahaan.

Manajemen perusahaan tersebut dalam laporannya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang memberitahukan PHK dilakukan dalam rangka mempertahankan hidup perusahaan yang mulai kembang kempis akibat biaya upah yang tinggi.

Seperti diketahui, Kabupaten Karawang menjadi daerah dengan UMK terbesar, yakni Rp3.919.291.19. (Baca juga: 2.000 Karyawan di Karawang Kena PHK ).
(zik)
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Dapat Dukungan Nyapres,...
Dapat Dukungan Nyapres, Ganjar Ajak KSPSI Bahas Agenda Perburuhan
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Kembali Potong Pajak...
Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
11 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
12 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
18 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
19 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
20 jam yang lalu
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
23 jam yang lalu
Infografis
Mantan Panglima Militer...
Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Musuh Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved