Kapal Marak Tenggelam, Ketua DPR Minta Manajemen Pelabuhan Segera Dibenahi
Selasa, 03 Juli 2018 - 21:51 WIB
Kapal Marak Tenggelam, Ketua DPR Minta Manajemen Pelabuhan Segera Dibenahi
A
A
A
Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Perhubungan untuk segera membenahi manajemen pada semua pelabuhan. Pasalnya, tenggelamnya Kapal Motor (KM) Lestari Maju di Perairan Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 14.00 Wita tadi bukan yang pertama kali.Sebelumnya, dalam sebulan terakhir ada sejumlah kejadian kapal tenggelam yang menyebabkan korban jiwa, yang terbanyak musibah KM Sinar Bangun di Danau Toba Sumatera Utara. (Baca: Kapal Marak Tenggelam Pengamat: Ada Pembiaran soal Keselamatan Pelayaran)
"Agar tragedi seperti ini tidak berulang, pimpinan DPR mendorong Kementerian Perhubungan untuk segera membenahi manajemen pada semua pelabuhan," kata Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Selasa (3/7/2018) malam.
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menambahkan, demi keselamatan, disiplin harus ditegakkan tanpa kompromi. Kemudian, kata dia, ketentuan atau teknis persyaratan kapal angkutan penumpang pun harus dipenuhi.
"Dari sejumlah tragedi di sektor angkutan laut, masyarakat bisa melihat bahwa manajemen pelabuhan sering kecolongan," ujar Politikus Partai Golkar ini.
Dia melanjutkan, para pemilik kapal motor sering kali tidak peduli pada peringatan dini tentang cuaca ekstrem di sejumlah kawasan. "Selain itu, pengawasan oleh manajemen pelabuhan masih lemah," ujarnya.
Sebab, kata Bamsoet, seringkali penyebab kecelakaan diakibatkan oleh kelebihan muatan. "Kalau kapal yang kelebihan muatan dibiarkan berlayar, itu bukti bahwa manajemen pengawasan pelabuhan tidak berfungsi dengan efektif," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pelanggaran atau kelalaian manajemen seperti itu cenderung terjadi di banyak pelabuhan kecil. "Maka, agar tragedi angkutan laut tidak terjadi lagi di kemudian hari, kementerian perhubungan perlu membenahi manajemen semua pelabuhan," pungkasnya.
"Agar tragedi seperti ini tidak berulang, pimpinan DPR mendorong Kementerian Perhubungan untuk segera membenahi manajemen pada semua pelabuhan," kata Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Selasa (3/7/2018) malam.
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menambahkan, demi keselamatan, disiplin harus ditegakkan tanpa kompromi. Kemudian, kata dia, ketentuan atau teknis persyaratan kapal angkutan penumpang pun harus dipenuhi.
"Dari sejumlah tragedi di sektor angkutan laut, masyarakat bisa melihat bahwa manajemen pelabuhan sering kecolongan," ujar Politikus Partai Golkar ini.
Dia melanjutkan, para pemilik kapal motor sering kali tidak peduli pada peringatan dini tentang cuaca ekstrem di sejumlah kawasan. "Selain itu, pengawasan oleh manajemen pelabuhan masih lemah," ujarnya.
Sebab, kata Bamsoet, seringkali penyebab kecelakaan diakibatkan oleh kelebihan muatan. "Kalau kapal yang kelebihan muatan dibiarkan berlayar, itu bukti bahwa manajemen pengawasan pelabuhan tidak berfungsi dengan efektif," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pelanggaran atau kelalaian manajemen seperti itu cenderung terjadi di banyak pelabuhan kecil. "Maka, agar tragedi angkutan laut tidak terjadi lagi di kemudian hari, kementerian perhubungan perlu membenahi manajemen semua pelabuhan," pungkasnya.
(sms)