Ini Kata Ganjar soal Jateng Disebut Bukan Kandang Banteng Lagi
Jum'at, 29 Juni 2018 - 01:10 WIB
Ini Kata Ganjar soal Jateng Disebut Bukan Kandang Banteng Lagi
A
A
A
JAKARTA - Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, berkomentar mengenai istilah 'Jateng bukan kandang Banteng lagi', karena hasil pilkada tidak sesuai target awal PDIP. Menurut Ganjar, jika Jateng bukan kandang Banteng (PDIP), tentu dirinya kalah dalam pemilihan gubernur yang baru saja berlangsung.
"Menang satu (suara), sama menang terpaut tiga juta adalah menang," ujar Ganjar di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (28/6/2018). (Baca juga: Suara Ganjar-Yasin Tak Sesuai Target PDIP, Ini Penyebabnya)
Ganjar menilai perubahan suara PDIP yang terjadi di Jateng dikarenakan dinamika politik yang berkembang, di mana jelang akhir pencoblosan lawannya memiliki strategi bagus. Namun, kata dia, dinamika tersebut tidak berpengaruh terhadap pileg dan pilpres.
Ia mengakui, PDIP memang menang di DPRD (pemilu legislatif) di mana-mana, namun kalah di pilkada. Ganjar mencontohkan, di Kota Kudus dirinya menang hingga 70%, namun di Kabupaten Kudus kalah. Tetapi ia menilai hal itu biasa dalam pilkada.
"Dari hasil survei sebelumnya sudah kelihatan kan bagaimana swing voters para pendukung partai-partai. Saya kira memang dinamikanya biasa," ungkapnya. (Baca juga: Banyak Temuan Pelanggaran, Sudirman-Ida Siap Ajukan Gugatan ke MK)
Terkait tudingan yang disampaikan kubu Sudirman Said bahwa timses mereka ditodong pistol dan dituding bandar narkoba, Ganjar meminta agar membuktikan siapa yang mengancam. Ganjar juga mempersilakan timses Sudirman melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib jika memang punya bukti.
"Tapi saya malah enggak tahu cerita itu. Saya juga punya data money politic-nya ada di mana. Terus kemarin lihat pres rilis Polda itu ada yang sebarkan SMS menggunakan plat merah dan ditangkap. Kalau kita bicara kecurangan, sama, kami juga punya (bukti)," tandasnya.
"Menang satu (suara), sama menang terpaut tiga juta adalah menang," ujar Ganjar di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (28/6/2018). (Baca juga: Suara Ganjar-Yasin Tak Sesuai Target PDIP, Ini Penyebabnya)
Ganjar menilai perubahan suara PDIP yang terjadi di Jateng dikarenakan dinamika politik yang berkembang, di mana jelang akhir pencoblosan lawannya memiliki strategi bagus. Namun, kata dia, dinamika tersebut tidak berpengaruh terhadap pileg dan pilpres.
Ia mengakui, PDIP memang menang di DPRD (pemilu legislatif) di mana-mana, namun kalah di pilkada. Ganjar mencontohkan, di Kota Kudus dirinya menang hingga 70%, namun di Kabupaten Kudus kalah. Tetapi ia menilai hal itu biasa dalam pilkada.
"Dari hasil survei sebelumnya sudah kelihatan kan bagaimana swing voters para pendukung partai-partai. Saya kira memang dinamikanya biasa," ungkapnya. (Baca juga: Banyak Temuan Pelanggaran, Sudirman-Ida Siap Ajukan Gugatan ke MK)
Terkait tudingan yang disampaikan kubu Sudirman Said bahwa timses mereka ditodong pistol dan dituding bandar narkoba, Ganjar meminta agar membuktikan siapa yang mengancam. Ganjar juga mempersilakan timses Sudirman melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib jika memang punya bukti.
"Tapi saya malah enggak tahu cerita itu. Saya juga punya data money politic-nya ada di mana. Terus kemarin lihat pres rilis Polda itu ada yang sebarkan SMS menggunakan plat merah dan ditangkap. Kalau kita bicara kecurangan, sama, kami juga punya (bukti)," tandasnya.
(thm)