Ridwan Kamil Akan Gunakan Kostum Piala Dunia ke TPS 21 Cigadung
Selasa, 26 Juni 2018 - 19:25 WIB
Ridwan Kamil Akan Gunakan Kostum Piala Dunia ke TPS 21 Cigadung
A
A
A
BANDUNG - Kandidat Gubernur Jabar nomor urut 1, Ridwan Kamil akan datang ke TPS 21 di lapangan di belakang rumahnya di kawasan Cigadung, pada hari pencoblosan, Rabu, 27 Juni 2018. Kang Emil dan istri akan mengenakan kostum peserta Piala Dunia karena TPS tempatnya mencoblos bertema Piala Dunia.
"Saya pakai seragam Jerman, Bu Cinta pakai seragam Brasil. Meskipun beda, tapi urusan cinta kami tetap setia," kata Wali Kota Bandung ini dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (26/6/2018).
Sebelum mencoblos, Kang Emil yang rumahnya satu kawasan dengan ibundanya Hj Tjutju Sukaesih, namun beda komplek itu, akan menjemput Maci, sapaan ibunya. Dia juga akan sungkem kepada ibunya dan meminta doa di detik-detik terakhir sebelum mencoblos di TPS.
"Lalu saya ajak Ibu ke TPS karena pengen lihat saya nyoblos. Setelah itu ibu kembali ke TPS-nya untuk mencoblos di TPS dekat rumahnya," ucap Kang Emil.
Sebagai Wali Kota, dia menyatakan sudah mengeluarkan surat edaran, kepada warga yang sudah menunaikan pencoblosan dan ingin makan, dipersilakan dating ke restoran yang berpartisipasi dalam Pilkada ini. "Caranya, tunjukan kelingking Anda yang sudah dicelupkan ke tinta, dan Anda bisa mendapatkan diskon makan di restoran itu," kata Kang Emil.
Sebagai Wali Kota, Kang Emil juga menggelar lomba TPS. Apresiasi akan diberikan h kepada TPS yang tingkat partisipasinya tinggi dan kepada TPS yang dekorasinya terkreatif dan terunik.
"Ini sebagai cara bahwa pilkada adalah demokrasi yang menggembirakan bagi rakyat. Saya juga ingatkan agar TPS juga memperhatikan aksesibilitas bagi kaum difabel, karena mereka adalah salah satu peserta pilkada," ujarnya.
Kepada para pendukungnya, Kang Emil berpesan agar semuanya dalan keadaan kondusif, ikhtiar panjang sudah dilakukan, tinggal berdoa, besoknya salat Subuh berjamaah. Menurut dia, dengan doa, akan membuat hati tenang dan berketetapan untuk memilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan.
Menurut di, Allah SWT sudah berketetapan, siapa yang jadi gubernurnya, kita akan mengetahuinya secara dunawi. Kalau menang jangan jumawa, kalau kalah tidak usah melepaskan kekecewaan dengan cara-cara tidak perlu, ini hanya urusan dunia. Disikapi biasa saja, tapi serius.
"Kami pasangan Rindu dan pendukungnya akan menerima apa pun hasilnya. Walaupun hasil itu diketahui dari quick count, karena quick count adalah cara penghitungan ilmiah yang patut kita percayai," ucap Kang Emil.
"Saya pakai seragam Jerman, Bu Cinta pakai seragam Brasil. Meskipun beda, tapi urusan cinta kami tetap setia," kata Wali Kota Bandung ini dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (26/6/2018).
Sebelum mencoblos, Kang Emil yang rumahnya satu kawasan dengan ibundanya Hj Tjutju Sukaesih, namun beda komplek itu, akan menjemput Maci, sapaan ibunya. Dia juga akan sungkem kepada ibunya dan meminta doa di detik-detik terakhir sebelum mencoblos di TPS.
"Lalu saya ajak Ibu ke TPS karena pengen lihat saya nyoblos. Setelah itu ibu kembali ke TPS-nya untuk mencoblos di TPS dekat rumahnya," ucap Kang Emil.
Sebagai Wali Kota, dia menyatakan sudah mengeluarkan surat edaran, kepada warga yang sudah menunaikan pencoblosan dan ingin makan, dipersilakan dating ke restoran yang berpartisipasi dalam Pilkada ini. "Caranya, tunjukan kelingking Anda yang sudah dicelupkan ke tinta, dan Anda bisa mendapatkan diskon makan di restoran itu," kata Kang Emil.
Sebagai Wali Kota, Kang Emil juga menggelar lomba TPS. Apresiasi akan diberikan h kepada TPS yang tingkat partisipasinya tinggi dan kepada TPS yang dekorasinya terkreatif dan terunik.
"Ini sebagai cara bahwa pilkada adalah demokrasi yang menggembirakan bagi rakyat. Saya juga ingatkan agar TPS juga memperhatikan aksesibilitas bagi kaum difabel, karena mereka adalah salah satu peserta pilkada," ujarnya.
Kepada para pendukungnya, Kang Emil berpesan agar semuanya dalan keadaan kondusif, ikhtiar panjang sudah dilakukan, tinggal berdoa, besoknya salat Subuh berjamaah. Menurut dia, dengan doa, akan membuat hati tenang dan berketetapan untuk memilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan.
Menurut di, Allah SWT sudah berketetapan, siapa yang jadi gubernurnya, kita akan mengetahuinya secara dunawi. Kalau menang jangan jumawa, kalau kalah tidak usah melepaskan kekecewaan dengan cara-cara tidak perlu, ini hanya urusan dunia. Disikapi biasa saja, tapi serius.
"Kami pasangan Rindu dan pendukungnya akan menerima apa pun hasilnya. Walaupun hasil itu diketahui dari quick count, karena quick count adalah cara penghitungan ilmiah yang patut kita percayai," ucap Kang Emil.
(wib)