Hasil Survei Bulan Juni, 4 Lembaga Survei Menangkan Rindu

Senin, 25 Juni 2018 - 16:48 WIB
Hasil Survei Bulan Juni,...
Hasil Survei Bulan Juni, 4 Lembaga Survei Menangkan Rindu
A A A
BANDUNG - Hasil survei jelang pencoblosan di bulan Juni ini, sebanyak empat lembaga survei kredibel memenangkan paslon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu). Posisi kedua pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Dua DM) dengan perbedaan suara antara Rindu dan 2DM berkisar 6 hingga 10 persen.

Keempat kembaga survei itu adalah Indo Barometer melakukan survei pada 7-13 Juni 2018; Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) masa 22 Mei-1 Juni 2018; Survei Indonesia (LSI Network Denny JA) masa survei 7-14 Juni 2018; Poltracking masa survei 18-22 Juni 2018: dan Instrat masa survei 18-21 Juni 2018.

Indo Barometer menempatkan elektabilitas Rindu meraih suara 36,9 persen, diikuti 2DM 30,1 persen suara. Sudrajat-Ahmad Syaikhu 6,1 persen dan TB Hasanddin-Anton Charliyan 5 persen. Dan, swing voters 20,8 persen.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga sama, pasangan Rindu unggul dibandingkan calon gubernur lain. Rindu memperoleh 43,1 persen, disusul Deddy-Dedi 34,1 persen. Sudrajat-Syaikhu 7,9 persen dan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan 6,5 persen.

Begitupun Lingkaran Survei Indonesia (LSI Network Denny JA), menempatkan paslon RINDU urutan nomor wahid dengan elektabilitas 38,0 persen. Disusul 2DM 36,6 persen, lalu Sudrajat-Ahmad Syaikhu 8,2 persen dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan sebesar 7,7 persen.

Poltracking juga demikian, posisi Rindu di urutan teratas dengan perolehan suara 42 persen, 2DM 35,8 persen, Sudrajat-Ahmad Syaikhu 10,7 persen, dan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan 5.5 persen.

Dari ke-5 lembaga survei hanya, Instrat yang memenangkan pasangan Deddy-Dedi. Pasangan nomor urut 4 ini memperoleh elektabilitas 38,17 persen, di tempat kedua Rindu dengan 33,92 persen. Lalu, Tb Hasanuddin-Anton Charliyan 8,67 persen dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu 8,5 persen.

Menanggapi hasil survei yang berbeda-beda, pengamat politik Firman Manan menyatakan, mestinya hasil survei tidak beda jauh, jika survei dilakukan pada waktu bersamaan dan menggunakan metodologi yang benar. "Jika terjadi perbedaan yang signifikan, maka cek metodologinya, valid tidak," ujarnya di Bandung.

Problemnya, kata dia, lembaga survei hari ini banyak yang bertindak sebagai konsultan politik bagi para paslon. Sehingga ada potensi hasil survei tidak objektif dan hanya bertujuan untuk membangun opini publik.

"Oleh karena itu, lembaga survei harus terbuka kepada publik, mengumumkan, siapa yang membiayai survei tersebut," ujar Firman.

Menurut Firman, hasil survei adalah kajian akademis yang hasilnya patut dipertanggungjawabkan secara ilmiah. "Dalam riset boleh salah, tapi tidak boleh bohong atau memanipulasi data," kata dia.

Sekarang banyak orang berspekulasi tentang peristiwa Pilgub 2008 dan 2013 yang dimenangkan oleh Aher (Ahmad Heryawan), padahal saat itu hasil survei Aher terendah. Mereka memprediksi bahwa paslon Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang didukung PKS akan mengulang sukses Aher.

Menurut Firman, apa yang terjadi pada 2008 dan 2013 kemungkinan adanya masalah di metodologi survei seperti, waktu survei itu dilakukan masih jauh dari waktu pencoblosan, swing voters dan undicided masih tinggi, diatas 20 persen.

"Hari ini, praktis mayoritas lembaga survei melakukan surveinya mendekati hari pencoblosan atau seminggu jelang hari H. Sehingga hasilnya tidak akan beda jauh. Peristiwa 2008 dan 2013 potensinya sangat kecil untuk terulang kembali," tukasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Elektabilitas 52,2%,...
Elektabilitas 52,2%, Kans Ridwan Kamil Menang Pilgub Jabar Besar
Ridwan Kamil Buka-bukaan...
Ridwan Kamil Buka-bukaan Sebut Mudah Menang jika Maju Pilkada Jabar
Elite PDIP: Nama Ridwan...
Elite PDIP: Nama Ridwan Kamil Masih Didambakan Maju Pilgub Jabar
73 Persen Masyarakat...
73 Persen Masyarakat Jabar Ingin Kembali Dipimpin Ridwan Kamil, Pengamat: Elektabilitasnya Teruji
Pilkada 2024, LSI: Ridwan...
Pilkada 2024, LSI: Ridwan Kamil Bakal Menang Mudah di Pilgub Jabar
Ridwan Kamil Siap Maju...
Ridwan Kamil Siap Maju Pilgub Jabar 2024, Bima Arya Berpeluang Jadi Pasangan
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
4 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
4 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
5 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
7 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved