Gubernur Jatim: Hitung Cepat Kerap Bikin Gaduh

Senin, 25 Juni 2018 - 16:19 WIB
Gubernur Jatim: Hitung...
Gubernur Jatim: Hitung Cepat Kerap Bikin Gaduh
A A A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menyatakan rasa kekhawatirannya terhadap lembaga hitung cepat atau quick count di Pilkada Jatim.Dia menilai Hasil dari hitung cepat tersebut dianggap mampu menggiring opini masyarakat.
“Hasil hitung cepat yang bersifat prediksi dan sementara itu kerap membuat gaduh publik. Hasil quick count pada pengalaman Pilkada Jatim kerap membuat gaduh karena bisa menggiring opini publik," katanya usai menghadiri apel Pergeseran Pasukan dalam rangka Pengamanan TPS Operasi Mantap Praja Semeru 2018, di Mapolda Jatim, Senin (26/6/2018).
Soekarwo pun meminta Kementerian Komunikasi Informasi (Kominfo) membatasi lembaga hitung cepat. Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim sudah merekomendasi 12 lembaga yang memenuhi syarat untuk melakukan hitung cepat Pilkada Jatim.

Ke-12 lembaga itu adalah Indobarometer, Inews, Rakata Institute, PT Kompas Media Nusantara, Polmark Indonesia, Voxpol Center, Saifulmujani, Indikator Politik Indonesia, Jaringan Isu Publik, Kedai Kopi, Populi Center, dan Charta Politika Indonesia.

Soekarwo mengaku pihaknya sudah berkirim surat ke Kemenkominfo agar yang melakukan hitung cepat di Pilkada Jatim dibatasi. Hal ini dikarenakan lembaga yang berwenang dalam melakukan pembatasan itu adalah Kemenkominfo.

Berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei, lanjut dia, hasil suara kedua pasangan calon (paslon) yakni Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansah - Emil Elistyanto Dardak, berada di batas margin error.

Dengan selisih yang sangat tipis, rata-rata dikisaran 3%, maka potensi terjadinya gesekan sangat tinggi. Dia menambahkan, hasil quick count bisa dipergunakan untuk evaluasi. “Pemilihan kepala daerah adalah hak sepenuhnya rakyat,” ujarnya.

Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, selain 12 lembaga hitung cepat , ada empat lembaga yang direkomendasi sebagai Lembaga Pemantau Pilkada Jatim. Yakni Indonesia Voter Initiative For Democrazy, Gerakan Mahasiswa Kosgoro, Komite Independen Pemantau Pemilu, dan Lumbung Informasi Rakyat Jatim.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo mengatakan, sah-sah saja Gubernur Jatim membatasi lembaga yang melakukan hitung cepat. Namun begitu, pembatasan tersebut tentu berlawanan dengan semangat demokrasi. Sepanjang hasil hitung cepat bisa dipertanggungjawabkan secara metode, maka tidak ada masalah.

Sebaliknya, Suko meminta agar KPU bisa melalukan rekapitulasi hasil suara dengan lebih cepat. Sehingga bisa segera member kepastian pada masyarakat siapa paslon yang terpilih memimpin Jatim. KPU juga harus terus mensosialisasikan pada masyarakat bahwa, yang berwenang mengumumkan hasil perolehan suara hanya KPU.
(vhs)
Berita Terkait
PPP Resmi Usung Duet...
PPP Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
Timses Khofifah di Pilgub...
Timses Khofifah di Pilgub Jatim Pimpin Pemenangan Kelana-Dwi Astuti
Pilkada Jatim: 2 Petugas...
Pilkada Jatim: 2 Petugas KPPS Meninggal dan 7 Sakit saat Bertugas
Milenials Freedom Ungkap...
Milenials Freedom Ungkap Sosok yang Tepat Pimpin Jatim di Pilgub 2029
Pilgub Jatim, Gerindra...
Pilgub Jatim, Gerindra Fokus Pemenangan Khofifah
Pilgub Jatim, Projo...
Pilgub Jatim, Projo Serukan Seluruh Kader Menangkan Khofifah-Emil
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
29 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
36 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
52 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved