Ombudsman: Banyak Maladministrasi di Kampus Tak Terlaporkan

Senin, 25 Juni 2018 - 11:31 WIB
Ombudsman: Banyak Maladministrasi...
Ombudsman: Banyak Maladministrasi di Kampus Tak Terlaporkan
A A A
BANDUNG - Kesalahan administrasi atau maladministrasi di perguruan tinggi masih banyak terjadi di Indonesia. Sayangnya, belum ada kesadaran sivitas akademika untuk melaporkan pelayanan publik tersebut.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia Ninik Rahayu mengatakan, dia menduga banyak maladministrasi yang terjadi di perguruan tinggi. Namun, karena kurangnya pengetahuan dan akses pelaporan, sedikit kalangan yang mau dan bisa melaporkan maladministrasi di kampus.

“Mungkin banyak maladministrasi di tingkat perguruan tinggi. Tetapi sampai sekarang banyak yang sulit melakukan pelaporan,” kata Ninik di Bogor, Minggu (24/6/2018) malam.

Menurut dia, masih banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan minim tentang Ombudsman. Padahal, lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik. Tak terkecuali pelayanan di perguruan tinggi.

Walaupun, diakui dia, pelaporan atas keluhan pelayanan publik ke Ombudsman setiap tahun mengalami kenaikan. Pada 2015 misalnya, jumlah laporan mencapai 5.000 kasus. Kemudian naik pada 2016 jadi 8.000 laporkan.

“2017 juga tercatat naik lagi laporannya. Artinya, semakin banyak masyarakat yang paham, keberadaan Ombudsman. Mereka paham bagaimana melaporkan keluhan pelayanan publik,” jelas dia.

Hal senada disampaikan Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai. Menurut dia, tidak semua kampus melakukan pelayanan yang baik bagi mahasiswanya. Dia mencontohkan, masalah perumahan menjadi hal yang diabaikan pihak kampus kepada mahasiswanya.Bahkan secara umum, di Indonesia menjadi masalah besar persoalan tempat tinggal bagi mahasiswa.

“Ini artinya student services belum jalan. Kalau kita contoh di Australia, masalah tempat tinggal menjadi komponen yang dilayani perguruan tinggi. Di sana (Australia) pelayanan publik sudah menjadi kebutuhan. Sudah dilakukan secara maksimal kepada warganya,” jelas dia.

Ombudsman lanjut dia, sangat membutuhkan peran serta masyarakat melaporkan keluhan pelayanan publik. Laporan itu nantinya akan dijembatani Ombudsman untuk dicarikan solusi dan rekomendasi.
(rhs)
Berita Terkait
Ditjen Politik dan PUM...
Ditjen Politik dan PUM Kemendagri Raih Prestasi Tinggi Dalam Standar Pelayanan Publik
Gandeng 2 PTN Terbaik,...
Gandeng 2 PTN Terbaik, BSKDN Kemendagri Perkuat Pembinaan Inovasi terhadap Daerah
Gandeng Kampus, Kepala...
Gandeng Kampus, Kepala BSKDN: Daerah Perlu Manfaatkan Saintek dan Inovasi dalam Pelayanan Publik
Persepsi Publik Terhadap...
Persepsi Publik Terhadap Pelayanan Publik
New Normal, Bandara...
New Normal, Bandara Sepinggan Siapkan Layanan CS Online
Perguruan Tinggi Negeri...
Perguruan Tinggi Negeri Perlu Bangun Budaya Keterbukaan Informasi Publik
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved