Antisipasi Kamar Kost Dijadikan Lokasi Prostitusi, Satpol PP Gencar Data Penghuninya
Minggu, 10 Juni 2018 - 10:07 WIB
Antisipasi Kamar Kost Dijadikan Lokasi Prostitusi, Satpol PP Gencar Data Penghuninya
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng terus mendata penghuni kamar kost dan rumah kontrakan di Kobar.
Hal ini untuk memastikan kamar kost tidak dijadikan lokasi prostitusi terselubung pascapenutupan seluruh lokalisasi di Kobar.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni mengatakan, bupati mengintruksikan supaya memperketar pengawasan kamar kos pascapenutupan lokalisasi. Selain itu juga untuk menjaga kesucian di bulan Ramadhan.
"Pengawasan di eks lokalisasi juga tetap kita lakukan. Sejauh ini sudah tidak ada aktivitas di tiga lokalisasi. Kemudian yang turut kita pantau adalah kamar kos ," kata Majerum Purni, Minggu (10/6/2018).
Dia tidak ingin kecolongan ada kamar kost disalahgunakan untuk kegiatan prostitusi.
"Jangan sampai penghuni eks lokalisasi ini pindah ke kamar kos. Itu yang kami pantau. Sejauh ini kita lakukan pendataan masih terbilang aman," ujarnya.
Pengawasan tersebut bakal terus dilakukan. Bahkan akan semakin diperketat setelah Lebaran.
"Maka dari itu, kami harap masyarakat yang mengetahui ada praktik prostitusi langsung laporkan. Maka kita bakal tindak lanjuti. Jika terbukti tentu ada sanksi keras,” tandasnya.
Hal ini untuk memastikan kamar kost tidak dijadikan lokasi prostitusi terselubung pascapenutupan seluruh lokalisasi di Kobar.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni mengatakan, bupati mengintruksikan supaya memperketar pengawasan kamar kos pascapenutupan lokalisasi. Selain itu juga untuk menjaga kesucian di bulan Ramadhan.
"Pengawasan di eks lokalisasi juga tetap kita lakukan. Sejauh ini sudah tidak ada aktivitas di tiga lokalisasi. Kemudian yang turut kita pantau adalah kamar kos ," kata Majerum Purni, Minggu (10/6/2018).
Dia tidak ingin kecolongan ada kamar kost disalahgunakan untuk kegiatan prostitusi.
"Jangan sampai penghuni eks lokalisasi ini pindah ke kamar kos. Itu yang kami pantau. Sejauh ini kita lakukan pendataan masih terbilang aman," ujarnya.
Pengawasan tersebut bakal terus dilakukan. Bahkan akan semakin diperketat setelah Lebaran.
"Maka dari itu, kami harap masyarakat yang mengetahui ada praktik prostitusi langsung laporkan. Maka kita bakal tindak lanjuti. Jika terbukti tentu ada sanksi keras,” tandasnya.
(sms)